18 Tahun Tsunami Aceh, Ini 5 Tempat Mengenang Peristiwanya

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Terdapat sejumlah tempat yang kini dijadikan sebagai tempat bersejarah saksi bisu mengenang tsunami Aceh pada 18 tahun silam.

INDIFFS.COM – Tepat pada hari ini pada Senin 26 Desember 2022, musibah Tsunami aceh diperingati yang ke-18 tahun lamanya. Meski sudah 18 tahun berlalu, namun masyarakat masih mengenang musibah tsunami Aceh yang menelan lebih dari 200 ribu korban jiwa.

Bahkan, sebagian masyarakat yang berkunjung ke wilayah Aceh bisa mengenang bencana tersebut di sejumlah tempat wisata bersejarah. Tempat ini sengaja di bangun sebagai bentuk betapa dahsyatnya bencana tersebut, dan sekaligus mengenal lebih dalam tentang seluk beluk tsunami.

Tempat untuk Mengenang Tsunami Aceh

Ada sejumlah tempat di Aceh yang dibangun untuk mengenang musibah tsunami 18 tahun lalu. Dimana, mayoritas lokasi tersebut merupakan saksi bisu musibah yang mengguncang tanah Serambi Mekkah.

1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Baiturrahman

Masjid Baiturrahman – Kompas

Ini menjadi salah satu masjid di Aceh yang merupakan saksi bisu musibah tsunami terjadi. Kala itu, Masjid Baiturrahman menjadi salah satu tempat untuk berlindung warga setempat, saat bangunan sekitar hancur berantakan karena terjangan air.

Pada tahun 2015 silam ,pemerintah melakukan pembaharuan masjid. Yang semula halaman depan berupa hamparan rumput, kini menjadi marmer putih.

Selain itu, di atas marmer putih terdapat 12 payung raksasa yang menyerupai Masjid Nabawi, Madinah. Selain itu, pada saat payung dikembangkan, bentangannya mencapai 14 meter.

2. Museum Tsunami

Museum Tsunami

Museum Tsunami

Bangunan yang sekilas nampak seperti perahu yang lengkap dengan cerobing asapnya ini merupakan sebuah Museum. Ini menjadi sebuah Museum yang di bangun untuk mengenang tsunami yang melanda aceh pada 26 Desember 2004 silam.

Museum ini sangat ramai dikunjungi saban hari, anak sekolah, wisatawan lokal, nasional bahkan mancanegara. Anak-anak sekolah kadang dibawa oleh gurunya ke sana untuk sekadar belajar dan mengingat tsunami.

Lebih dari pada itu, Museum ini telah direncanakan lama untuk menjadi warisan bagi dunia dalam mengingat tsunami Aceh. Museum ini merupakan hasil desain M. Ridwan Kamil, dosen arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB), yang saat itu Gubernur Jawa Barat.

3. Kapal PLTD Apung

Kapal PLTD Apung

Kapal PLTD Apung – Kompasnia

Terletak di Desa Punge blang Cut, Jaya Baru, Aceh. Kapal ini memiliki panjang 63 meter, kapan ini mampu menghasilkan daya sebesar 10,4 Megawatt.

Sulit membayangkan bahwa kapan ini dapat terhempas ke pemukiman penduduk, karena bobotnya mencapai 2,600 ton. Namun, faktanya gelombang tsunami mampu melakukannya.

Kini, area sekitar PLTD apung telah di tata ulang dan menjadi wahana wisata edukasi. Terdapat monumen untuk mengenang korban jiwa akibat tsunami. Dalam monumen tersebut, tertera tanggal dan waktu kejadian musibah yang menimpa beberapa negara lain.

4. Monumen Aceh Thanks to The World

Monumen Aceh Thanks to The World

Monumen Aceh Thanks to The World – tempat Wisata Pro

Berada di lapangan Balang, Padang, Kota Band aceh monumen ini merupakan bentuk terima kasih masyarakat Aceh kepada para relawan, lembaga swadaya masyarakat, lembaga tinggi negara, perusahaan, sipil, dan tentara dalam dan luar negeri yang telah berpartisipasi dalam rekonstruksi Aceh pasca musibah tsunami.

Bahkan terdapat sejumlah Negara yang ikut berpartisipasi dibuatkan prasasti dan pohon persahabatan. Yang mana, Prasasti tersebut berisi nama negara, bendera negara, dan ucapan terima kasih dan damai dalam bahasa masing-masing negara.

5. Kuburan Massal

Kuburan Massal aceh

Kuburan Massal aceh – Bisnis.com

Selanjutnya ialah kuburan massal, yang merupakan salah satu lokasi untuk mengenang hantaman tsunami Aceh pada 2004 silam. Terdapat banyak lokasi kuburan massal korban Aceh, karena memang mengingat bahwa jumlah korban meninggal dunia hingga 200 ribu lebih.

Namun, lokasi pemakaman massal yang terbesar berada di Lambaro, Lhok Nga, Siron dan Ulee Lheu. Kuburan Massal ini kerap di datangi para penziarah.

Bukan hanya keluarga korban yang berziarah. Namun penziarah yang merupakan masyarakat umum bahkan hingga turis asing sering mendatangi pemakaman ini dan mendoakannya atas wujud simpati dari musibah tersebut.

Nah, itulah sejumlah objek yang kini dijadikan sebagai tempat bersejarah dan saksi bisu atas benca yang menimpa Aceh pada 18 tahun silam.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru