3 Warga di Lampung Tewas Keracunan Pisang Goreng, Kok Bisa?

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Kabar tak terduga tengah terjadi di Provinsi Lampung. Dimana, tujuh orang warga di Lampung diduga keracunan akibat makan pisang goreng.

INDIFFS.COM – Baru-baru ini kabar tak terduga tengah terjadi di Provinsi Lampung. Dimana, tujuh orang warga di Lampung diduga keracunan akibat makan pisang goreng.

Adapun tiga orang diantaranya telah meninggal dunia dan empat orang masih dirawat. Tiga orang tewas ini berinisial D (80), T (80) dan N (37) sudah dimakamkan pihak keluarga di TPU wilayahnya masing-masing.

Sementara, empat korban lainnya yakni S (49) warga Lampung Tengah, AS (66) warga Metro Utara, J (42) warga Punggur, dan AJ (36) warga Metro Utara harus dilarikan ke RSUD Jenderal A Yani Metro untuk mendapatkan perawatan.

Kronologi Keracunan Pisang Goreng

Salah satu korban AJ mengungkap kronologi terjadinya keracunan pisang goreng tersebut bermula saat para korban mencicipi pisang goreng saat acara takziah.

“Awalnya datang ke acara takziah almarhum D dan T, kemudian saya bersama 5 orang ke bagian belakang rumah (dapur), dan di sana ternyata ada pisang goreng,” kata dia.

Namun saat digigit sedikit, pisang goreng tersebut ternyata rasanya pahit dan AJ langsung meludahkan pisang goreng tersebut.

“Karena rasanya pahit sekali, jadi saya ludahkan lagi, mungkin memang ada yang sempat tertelan,” bebernya.

Meski tak sampai menelan langsung, dirinya bersama keempat orang saudaranya mengalami gejala keringat berlebih dan pusing.

“Bahkan ada yang sampai muntah dan kejang saat itu, sekitar 15 menit setelah memakan pisang goreng itu,” ungkapnya.

Saat ini, korban sudah membaik dan tidak mengetahui apa penyebab sebenarnya.

Kassubag Humas RSUD Ahmad Yani Kota Metro Oktarina Handayani mengatakan, semua pasien dugaan keracunan pisang goreng yang dirawat di RSUD Ahmad Yani Kota Metro sudah berangsur membaik.

Ia mengatakan, meski sudah berangsur membaik dan bisa diajak komunikasi, ada yang mengeluh perutnya masih sakit.

Cuma sudah membaik. Kita lihat lagi perkembangannya besok. Saat ini, satu pasien sudah bisa makan makanan lunak, yang tiga lagi masih mengonsumsi susu,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan, pihaknya sudah menyerahkan sampel untuk diketahui penyebabnya apa. Sampel sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan lampung Tengah dan Tim Inafis Polres Lampung Tengah yang membawa sampelnya ke Balai POM Lampung.

Penyebab

Dikabarkan, petugas kepolisian langsung melakukan tindakan terkait peristiwa yang menimpa tersebut.

“Itu suami istri sudah tua semua di rumahnya dia goreng pisang. Rupanya kemungkinan tepungnya itu keliru obat semut. Intinya keracunan. Itu obat semut,” kata Sukistoro yang merupakan Camat Punggur pada Kamis, 19 Januari 2023.

Ia juga mengatakan jenazah korban tidak diautopsi karena pihak keluarga menolak.

“Kami langsung datangi, bersama jajaran polsek, sampai cekcok karena pihak keluarga menolak untuk dilakukan outopsi. Jadi hanya fisum dan keterangan dokter keracunan,” kata dia.

Lebih lanjut, Sukistoro mengatakan seorang kerabat korban yang juga tewas setelah menyantap pisang goreng di rumah korban, merupakan kelurahan Purwosari, Kota Metro.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru