4 Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri Nasional 2022

Resa Azzahra 0 Komentar

Dalam upacara bendera tentunya tak lupa untuk membacakan teks amanat, untuk menyambut hari santri 2022. Berikut ini ada beberapa contohnya!

INDIFFS.COM – Teks amanat inspektur atau pembina upacara pada Hari Santri 2022 harus berisi pesan yang mengispirasi serta terkandung makna penting di dalamnya. Untuk teks amanat inspektur upacara usaha dengan penyampaian yang singkat, padat dan jelas.

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, salah satu agenda wajib pada peringatan Hari Santri adalah melaksanakan upacara bendera.

Upacara bendera pada Hari Santri Nasional atau HSN 2022 tersebut bertujuan untuk menghormati dan mengenang jasa Kyai dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Pelaksanaan upacara bendera pada Hari Santri Nasional atau HSN 2022 adalah untuk menanamkan rasa nasionalisme di kalangan santri dan lingkungannya.

Satu hal penting yang tidak bisa lepas dari rentetan pelaksanaan upacara bendera, yakni amanat pembina upacara (dalam hal ini teks amanat untuk upacara Hari Santri Nasional atau HSN 2022). Amanat pembina upacara sangat penting adanya untuk menyampaikan hal-hal terkait misalkan sejarah, peran, dan urgensi santri untuk NKRI.

Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Santri Nasional

Isi dari amanat Pembina Upacara dalam memperingati Hari Santri pada dasarnya harus berbobot, memiliki makna penting di dalamnya. Namun, tentu saja penyampaiannya jangan terlalu monoton agar dapat dicerna dengan mudah oleh para santri.

Dengan begitu, teks amanat Pembina Upacara berikut sangat cocok dibawakan di sekolah MTs, MA, atau Pesantren dan Yayasan. Yuk simak saja langsung contoh teks amanat pembina Hari Santri 2022 dibawah ini:

1. Tema Bersyukur

Tema yang satu ini memiliki makna untuk menumbuhkan rasa syukur kita kepada Allah SWT. Berikut ini contoh teks amanat untuk membuat kita lebih bersyukur.

“Assalamualaikum wr.wb

Anak-anak yang Allaah muliakan, pada kesempatan kali ini bapak/ibu guru akan membahas singkat mengenai syukur.

Syukur dalam penerapannya mempunyai banyak dimensi dan warna yang berbeda.

Syukur dalam agama Islam mempunyai peranan yang penting dalam mengatur tindakan yang berangkat dari hati.

Kalau kita mau melihat fenomena kekacauan yang terjadi pada akhir zaman ini, kita akan mendapati bahwa satu di antara akar masalah dari kekacauan tadi adalah kurangnya rasa syukur yang dimiliki oleh manusia dan jauh dari mengingat kematian.

Syukur yang benar pasti akan melahirkan perilaku yang baik dan tepat.

Allah berfirman tentang keharusan bersyukur dalam surat Al-Baqarah ayat 152 dan 172, artinya seperti ini:

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar”

Dalam ayat satunya Allah berfirman yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya”

Dua ayat di atas secara jelas memerintahkan kita untuk bersyukur atas apa saja yang Allah beri.

Selain itu, Rasulullah saw. bersabda:

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan pula baginya.” (HR. Muslim)

Dalam ayat yang lain surat An-Nisa’ dan Ibrahim Allah juga berfirman yang artinya:

“Allah tidak akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui”

Pada surat Ibrahim bunyinya seperti ini:

“Dan ingatlah ketika tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”

Dari dua dalil Al-Qur’an di atas, jelas bagi kita pelajaran yang dapat dipetik, yaitu untuk selalu bersyukur disetiap keadaan yang menimpa kita.

Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang mengingkari nikmat, sehingga mendapatkan azab dari Allah.

Saya kira cukup sampai di sini majelis ilmu singkat mengenai syukur ini, semoga kita bisa mengamalkan syukur ini dalam setiap sendi kehidupan kita. Aamiin.

Wassalamualaikum wr.wb”

2. Bertemakan Ikhlas

Selain tema syukur disini ada tema ikhlas, agar kita senantiasa ikhlas dalam menjalankan apapun karena Allah SWT.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan banyak sekali kenikmatan kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang insya Allah mulia ini.

Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW. Di mana atas berkat perjuangan beliau dan para sahabatnya sehingga kita dapat merasakan indahnya islam seperti sekarang ini.

Anak-anak sekalian yang dirahmati Allah,

Pada kesempatan kali ini bapak/ibu guru akan menyampaikan amanat singkat mengenai ikhlas.

Dalam arti yang sering kita ketahui bahwa ikhlas merupakan segala sesuatu yang dilakukan tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Arti ikhlas ini sudah benar namun kurang tepat. Dalam agama islam ikhlas berarti melakukan sesuatu karena Allah SWT.

Dalam hal ibadah ikhlas berarti melakukan ibadah karena Allah SWT, bukan Karena yang lain, bukan juga karena ingin dipuji, ingin terlihat sholeh, tetapi memang benar-benar karena Allah.

Sesuai dengan firman Allah dalam surah Al-Bayyinah ayat 5 yang berarti bahwa “Tidaklah mereka diperintahkan kecuali untuk mengikhlaskan agama untuk-Nya.”

Ikhlas akan menjadi sangat penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan, sebab pada setiap amalan yang kita lakukan tanpa didasari dengan keikhlasan maka amalan tersebut dipandang tidak sah di hadapan Allah.

Ikhlas juga menjadi alat ukur pada setiap amalan yang kita lakukan, semakin kita ikhlas maka pahala yang akan kita dapatkan juga akan semakin besar.

Semakin ikhlas seseorang dalam beramal, maka akan semakin besar pula balasan yang akan diterima.

Setelah anda memahami pentingnya ikhlas dalam kehidupan sehari-hari, maka latihlah hati untuk selalu ikhlas pada setiap hal.

Saya rasa cukupkan sekian mengenai kultum singkat tentang ikhlas, semoga apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat.

Kurang lebihnya mohon maaf. Terimakasih.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

3. Bertemakan Generasi Muda

Untuk menumbuhkan generasi mudah, berikut ini teman yang cocok untuk disampaikan.

“Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat yang tak terhingga diantaranya nikmat iman, nikmat islam dan nikmat kesehatan. Yang dengan nikmat itu kita bisa hadir ditempat yang berbahagia ini dalam peringatan Hari Santri Nasional 2022.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah limpahkan kepada junjungan kita semua Nabi Allah Muhammad SAW, yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah menuju zaman yang terang benderang.

Hadirin yang saya hormati, pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan sebuah judul yaitu ‘Peringatan Hari Santri Sebagai Momen Kebangkitan Generasi Muda’

Generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga kelangsungan bangsa dan agama. Terbukti di zaman penjajahan dahulu, generasi muda menjadi ujung tombak perlawanan terhadap penjajah.

Di momen Hari Santri Nasional ini mari kita bangkit dari rasa malas, bangkit dari pikiran-pikiran negatif dan berani melawan ketidakadilan.

Generasi muda memiliki semangat dan kekuatan yang dengannya bisa mencapai cita-cita bangsa.

Jadilah santri yang disiplin, tangguh dan bisa diandalkan. Rubah persepsi dunia tentang umat Islam adalah teroris dan radikal. Buktikan bahwa umat Islam adalah umat yang cinta damai dan tinggi toleransi.

Kemajuan Islam hanya dapat terwujud jika santri penerusnya memiliki akhlak dan pengetahuan yang luas.

Oleh sebab itu bertahanlah dalam kesederhanaan hidup di pondok, tekun dan sabarlah dalam kepedihan menuntut ilmu, karena itu yang akan menjadi bekal kehidupan di masa yang akan datang.

Sebagaimana dalam sebuah hadits yang artinya:

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim, no. 2699).

Dengan ilmu manusia akan dimudahkan segala urusannya di dunia bahkan Allah menjamin baginya surga.

Mungkin sekian yang dapat saya sampaikan,mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekhilafan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.”

4. Teks Amanat Bertemakan Menyambut Hari Santri

Yang terakhir adalah teman yang dapat digunakan dalam menyambut hari santri. Berikut ini tema nya:

“Assalamualaikum Wr. Wb.

ALHAMDULILLAHIROBBIL ‘ALAMIN WABIHI NASTA’INU ‘ALA UMURIDDUN –YA WADDIN WA ‘ALA ALIHI WASHOHBIHI AJMA’IN AMMA BA’DU

Bapak-bapak, ibu-ibu, dan hadirin yang saya hormati,

Puji dan syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberi kesempatan panjang umur kepada kita, sehingga kita bisa berkumpul dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2022.

Santri sudah menjadi bagian negara Indonesia sejak dahulu kala, peran santri sendiri sudah muncul dari awal kemerdekaan hingga saat ini.

santri sendiri ialah siswa atau mahasiswa yang dididik dan menjadi pengikut dan pelanjut perjuangan ulama yang setia.

Di tengah tantangan global yang makin sengit ini, santri hadir sebagai implementasi terhadap umat dan bangsa sebagaimana ajaran Islam yang rahmatan lill ‘alamin, yaitu Islam yang wasatiyah dan Islam yang Ahlusunnah wal Jamaah.

Peran santri dalam menjawab tantangan zaman di tengah pergolakan zaman sangat dibutuhkan kecakapan, iman, ilmu dan amal dari santri.

Berdasarkan dengan akhla yang baik serta pengetahuan yang luas, santri mampu untuk terus memberikan peran positif dalam bermasyarakat dan bernegara didaerahnya masing-masing.

Hal ini dilakukan sebagaimana mewujudkan esensi dan eksitensi santri sebagai insan pelopor yang bernafaskan Islam, selain itu kebaikan terhadap sesama serta lingkungan perlu kita tingkatkan terutama dalam memperingati Hari Santri Nasional 2022 ini.

Untuk itulah santri dituntut mampu beradaptasi dengan pola perkembangan yang semakin pesat dan dinamis di era modern ini.

Tetap semangat dalam menempuh pendidikan, jaga perilaku dan tetap menjadi insan yang mempunyai jati diri baik.

Saya rasa demikian sedikit yang bisa saya sampaikan kepada seluruh santri sekalian, saya mohon maaf bila ada salah kata atau ucapan.

Akhirul kalam: Wassalamu’alaikum Wr. Wb”

Demikianlah beberapa teks naskah amanat untuk menyambut Hari Santri Nasional 2022 atau HSN dengan memberikan makna tersirat dalam teks amanat yang akan dibacakan. Semoga dapat membantu dan bermanfaat.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru