5 Cara Mengajarkan Anak Mengekspresikan Emosinya

Dini NHaH 0 Komentar

Anak sering kali dianggap mudah menangis atau tantrum ketika tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan. Namun, sebenarnya anak dapat diajarkan untuk mulai mengelola emosi agar tidak mudah tantrum.

indiffsAnak belum sepenuhnya mampu menggambarkan dan mengekspresikan emosinya dengan baik. Sering kali anak-anak agresif dan cenderung melakukan kekerasan. Pada situasi ini, terkadang orang tua menegur atau menghukum mereka. Cara ini justru akan membuat mereka semakin agresif dari waktu ke waktu dan menahan emosinya.

Anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka melalui ekspresi wajah, melalui tubuh mereka, perilaku mereka dan bermain. Kadang-kadang mereka mungkin menunjukkan perasaan mereka dengan cara fisik, tidak pantas atau bermasalah.

Sejak anak-anak lahir, mereka mulai mempelajari keterampilan emosional yang mereka butuhkan untuk mengidentifikasi, mengekspresikan, dan mengelola perasaan mereka. Mereka belajar bagaimana melakukan ini melalui interaksi sosial dan hubungan mereka dengan orang-orang penting dalam hidup mereka seperti orang tua, kakek-nenek, dan pengasuh.

Menjadi orang tua berarti kamu memiliki peran yang sangat penting untuk dimainkan dalam membantu anak-anak memahami perasaan dan perilaku mereka. Anak-anak perlu ditunjukkan bagaimana mengelola perasaan mereka dengan cara yang positif dan konstruktif.

Berikut ini adalah cara mengajari anak mengekspresikan emosi dengan baik:

1. Beri Nama pada Setiap Perasaan Mereka

Cara ini dapat dilakukan dengan memberi tahu mereka nama pada setiap perasaan dasar seperti bahagia, marah, sedih, dan takut. Salah satu contoh yang bisa dilakukan adalah mendiskusikan berbagai perasaan tokoh yang ada dalam suatu cerita buku atau film.

2. Bicara Tentang Perasaan

Menunjukkan pada anak-anak bagaimana menggunakan kata-kata perasaan dalam kosa kata sehari-hari mereka. Katakan, “Ibu merasa sedih karena kamu tidak ingin berbagi mainan dengan saudaramu hari ini. Aku yakin dia juga merasa sedih.”

Setiap hari, tanyakan kepada anak, “Bagaimana perasaanmu hari ini?” Dengan anak kecil, gunakan bagan sederhana dengan wajah tersenyum jika itu membantu mereka untuk memilih perasaan dan kemudian mendiskusikan perasaan itu bersama. Bicarakan tentang hal-hal yang memengaruhi perasaan anak.

3. Ajarkan Strategi Mengatasi

Dengan mengajarkan strategi mengatasi dapat meningkatkan keterampilan manajemen amarah, sehingga dapat menyelesaikan berbagai konflik dengan damai. Contohnya dengan mengajarkan cara untuk mengatasi berbagai perasaan sedih. Dengan itu dapat mencegah tindakan agresif atau perilaku mencari perhatian.

4. Perkuat Mereka Secara Positif

Ketika anak mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang tepat, pujilah mereka. Ini menunjukkan kepada mereka bahwa perasaan itu normal dan boleh saja mengungkapkannya, tetapi juga menegaskan bahwa ada cara yang tepat untuk melakukannya.

5. Mudah Didekati

Gunakan bahasa tubuh yang terbuka, ekspresi wajah yang ramah, dan kata-kata yang baik untuk menunjukkan kepada anak-anak bahwa kamu ada untuk mereka dan terbuka terhadap apa yang mereka katakan.

Dengarkan secara aktif sepanjang percakapan tentang perasaan, jangan terganggu. Sering kali, anak-anak hanya perlu didengar dan dipahami, dan kemudian mereka merasa mampu melewati masalahnya.

Demikianlah beberapa cara untuk mengajarkan anak ekspresikan emosinya, semoga bermanfaat.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru