5 Hikmah Dibalik Setiap Musibah Yang Menimpa Seseorang

Wiwin Indriani 0 Komentar

Sebagai seorang muslim, kita harus meyakini bahwa setiap musibah pasti terdapat hikmah yang bisa kita dipetik.

INDIFFS.COM – Semua orang pasti pernah mengalami ujian, cobaan, hingga musibah yang tentunya datang dari Allah SWT. Dengan adanya musibah, sudah sepantasnya seorang muslim selalu berusaha menata hati. Di balik musibah yang menimpa kita pasti ada banyak hikmah yang dapat dipetik.

Hikmah Dibalik Musibah

Sebagai seorang muslim, kita harus meyakini bahwa setiap apa yang terjadi, termasuk musibah dan bencana adalah atas kehendak-Nya dan ada pelajaran dalam kehidupan. Nah, berikut ini terdapat hikmah yang bisa kita ambil setiap datangnya musibah, di antaranya:

1. Ujian Keimanan

Apa pun musibah dan bencana yang menimpa adalah ujian, sebagai cara Allah untuk meningkatkan kualitas iman. Maka, sebagai seorang Muslim, kita harus menerima apa pun ketentuan-Nya dengan ikhlas dan penuh kesabaran.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ . اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ . اُولٰۤىِٕكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ

Artinya: “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un‘ (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS al-Baqarah [2]: 155-157 )

2. Mendidik Jiwa dan menyucikan dari Dosa Kemaksiatan

Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman:

وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا عَن كَثِيرٍ

Artinya: “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS asy Syura [42]: 30)

Dalam ayat ini terdapat kabar gembira sekaligus ancaman jika kita mengetahui bahwa musibah yang kita alami adalah merupakan hukuman atas dosa-dosa kita. Diriwayatkan  dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi SAW bersabda:

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Artinya: “Tidak ada penyakit, kesedihan dan bahaya yang menimpa seorang mukmin hingga duri yang menusuk nya melainkan Allah akan mengampuni kesalahan-kesalahannya dengan semua itu.” (HR. Bukhari)

Dalam hadist lain beliau bersabda:

مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِيْ نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيْئَةٌ

Artinya: “Cobaan senantiasa akan menimpa seorang mukmin, keluarga, harta dan anaknya hingga dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.”

3. Manifestasi Kasih Sayang

Sebagaimana untuk mendapatkan apresiasi dalam sesuatu, Allah Ta’ala pun memberi jalan manusia untuk mendapatkan ridho-Nya dengan jalan ujian. Dan semakin tinggi kasih sayang-Nya pada seorang hamba maka ujian yang diberikan akan semakin berat. Dengan demikian bisa jadi musibah itu bisa jadi bentuk ujian untuk mendapat ridho dan mencapai derajat lebih tinggi.

Sebagaimana dalam hadist, Anas bin Malik RA meriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda:

إن عِظَمَ الجزاءِ مع عِظَمِ البلاءِ، وإن الله تعالى إذا أحب قوما ابتلاهم، فمن رَضِيَ فله الرِضا، ومن سَخِطَ فله السُّخْطُ

Artinya: “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung pada besarnya ujian, dan jika Allah mencintai suatu kaum, Dia pasti menguji mereka; siapa yang rida maka baginya keridaan (Allah) dan siapa yang murka maka baginya kemurkaan (Allah)”

4. Mendapat Kebahagiaan Tak Terhingga di Akhirat

Hal ini merupakan balasan dari musibah yang diderita oleh seorang hamba sewaktu di dunia. Sebab, kegetiran hidup yang dirasakan seorang hamba ketika di dunia akan berubah menjadi kenikmatan di akhirat dan sebaliknya. Nabi SAW bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ

Artinya: “Dunia adalah penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.”

5. Sebagai Peringatan

Salah satu sikap bawaan manusia adalah suka melampaui batas dan mudah lupa. Dengan nafsu yang ada dalam dirinya, seringkali manusia akan melakukan berbagai macam cara agar keinginannya bisa terwujud. Dan ketika sudah mendapatkan kenikmatan yang diinginkannya maka dirinya lupa akan syariat dan penciptanya.

Maka dari itu, Allah SWT datangkan musibah untuk memberikan peringatan kepada manusia. Bahwa dibalik tembok-tembok kuat dan gedung pencakar langit yang kokoh tidak ada apa-apanya dengan gempa bumi. Dan dibalik semua pencapaian manusia tidak akan mampu melampaui kuasa-Nya.

Dengan adanya peringatan kepada manusia baik dalam bencana atau musibah yang lain, berarti Allah Ta’ala masih memberi kesempatan. Dimana kesempatan tersebut dapat dijadikan momentum untuk bertaubat dan kembali berada dalam ketaatan.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru