5 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh Yang Luar Biasa, Wajib Tahu!

Resa Azzahra 0 Komentar

Puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan yang luar biasa, salah satunya ialah seperti berpuasa sepanjang tahun. Simak selengkapnya berikut ini!

INDIFFS.COM – Keutamaan puasa ayyamul bidh bagi umat Muslim yang menjalankannya sangat banyak. Puasa ayyamul bidh merupakan salah satu amalan sunah yang dapat dilakukan setiap pertengahan bulan kalender Hijriah. Waktu pelaksanaan puasa ayyamul bidh yakni setiap tanggal 13, 14 dan 15 penanggalan Hijiriah. 

Hukum melaksanakan amalan puasa ini adalah sunnah muakkad, sebagai mana dijelaskan dalam hadis dengan sanad hasan yang diriwayatkan An-Nasa’i, yakni;

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيْضِ في حَضَرٍ وَلاَ سَفَرٍ. (رواه النسائي بإسنادٍ حسن)

Artinya: Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw sering tidak makan (berpuasa) pada hari-hari yang malamnya cerah baik di rumah maupun dalam bepergian’. (HR an-Nasa’i dengan sanad hasan).

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Abdu Daud dijelaskan, yakni:

وَعَنْ قَتَادَةَ بْنِ مِلْحَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ الْبِيْضِ: ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ. (رواه أَبُو داود)

Artinya: Diriwayatkan dari Qatadah bin Milhan ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw telah memerintah kami untuk berpuasa pada hari-hari yang malamnya cerah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15’.(HR Abu Dawud). (An-Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, juz II, h. 81).

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Dibalik sunnah nya, puasa ayyamul bidh tentunya memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Keutamaan ini ialah puasa tiga hari tiap bulan itu sama seperti melaksanakan ibadah puasa di sepanjang tahun. seperti yang dijelaskan dalam hadis yang berbunyi:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ 

Artinya: “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari).

Tak hanya itu, ada beberapa keutamaan lainnya yang wajib kita ketahui, yakni sebagai berikut:

1. Pahala Berlipat Ganda

Keistimewaan puasa sunnah ini mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Setiap muslim yang menjalankan sunnah ini akan mendapatkan pahala besar. Sebagai mana yang tertuang dalam hadis yang berbunyi:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي

Artinya: “Setiap amalan yang dilakukan anak Adam akan dilipat gandakan, tindakan yang baik akan dilipatgadakan pahalanya hingga 700 kali lipat. Allah SWT berfirman: Dengan syarat berpuasa yang dilakukan karena Aku (Allah) maka Aku akan memberinya pahala. Karena mereka meninggalkan keinginannya demi Aku.” (HR. Muslim)

2. Dibukanya Surga Ar-Rayyan

Ahli puasa akan mendapatkan pintu khusus untuk masuk surga di akhirat nanti. Mereka yang sering berpuasa akan mendapatkan pintu Ar-Rayyan, termasuk orang yang melakukan puasa Ayyamul Bidh. Seperti yang di jelaskan dalam hadis berikut:

إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد

Artinya: “Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. Di katakan : Manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi.” (HR Bukhori dan Muslim).

3. Seperti Puasa Putih

Puasa putih di sini bukan seperti yang dilakukan oleh beberapa tradisi, yakni hanya mengonsumsi bahan makanan berwarna putih. Melainkan dari tanda-tanda alam.

Pada tanggal 13-15, biasanya bulan sedang dalam kondisi penuh atau yang disebut dengan purnama. Oleh karena itu, puasa ayyamul bidh disebut puasa putih karena kondisi alam yang sedang dalam keadaan terang akibat dari cahaya bulan purnama.

4. Menghidupkan Sunnah Nabi

Kita diwajibkan untuk mempelajari dan memahami sunnahnya, mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari kita. Seperti dalam hadis  Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun”. HR Ibnu Majah (no. 209).

Demikian lah beberapa keutamaan puasa ayyamul bidh yang wajib kita ketahui. Semoga bermanfaat!

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru