5 Keutamaan Rabiul Awal, Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Wiwin Indriani 0 Komentar

Bulan Rabiul Awal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, sehingga terdapat beberapa keutamaan yang perlu diketahui.

INDIFFS.COMBulan Rabiul awal adalah bulan yang dimuliakan oleh umat Islam, karena pada bulan ini Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal. Peristiwa ini membuat Rabiul Awal dikenal juga dengan bulan Maulud atau Maulid Nabi. Tentunya, terdapat sejumlah keutamaan bulan Rabiul Awal yang bisa dirasakan oleh seluruh umat Muslim.

Keutamaan Bulan Rabiul Awal

Menjadi bulan kelahiran Rasulullah ini memiliki banyak keutamaan. Berikut ini adalah beberapa keutamaan bulan Rabiul Awal:

1. Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal, tahun Gajah. Bertepatan dengan hari Senin pada tahun 571 dalam kalender Romawi. Pada tahun ini, 12 Rabiul Awal diperingati pada Rabu, 20 Oktober.

Kelahiran Nabi Muhammad SAW dianggap sebagai lahirnya pemimpin seluruh umat Muslim dan pengisi alam semesta lainnya. Dengan begitu, bulan Rabiul Awal dianggap menjadi bulan yang istimewa.

2. Bulan Penuh Berkah

Rabiul Awal dianggap sebagai bulan dengan penuh keberkahan, khususnya bagi umat muslim. Karena Rabiul Awal menjadi bulan kegembiraan dan penuh dengan berkah bagi seluruh umat Muslim atas kelahiran Rasulullah.

Peringatan Maulid Nabi, masjid atau majelis akan dipenuhi dengan seluruh umat Muslim yang mendatangkan keberkahan. Rahmat berarti karunia yang diberikan Allah SWT kepada seluruh makhluk di alam semesta.

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Artinya: “Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.”

3. Bulan Shalawat

Keutamaan lainnya dari bulan Rabiul Awal adalah menjadi bulan shalawat. Karena adanya peringatan Maulid Nabi yang menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak membaca shalawat. Dengan membaca shalawat dan Al-Qur’an, dapat mempelajari dan mengetahui kisah sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Terdapat sejumlah selawat yang bisa diamalkan salah satunya shalawat nariyah. Allah SWT senang dengan hamba yang rajin berselawat. Nabi Muhammad juga akan memberikan syafaat pada orang yang rajin bershalawat.

4. Mendapatkan Rahmat Dari Allah SWT

Memperoleh rahmat Allah swt yakni berupa taman surga dan juga dibangkitkan bersama-sama dengan para orang yang masuk ke dalam golongan orang yang jujur, orang yang sedang berjuang di agama Allah, dan juga orang yang sholeh. Imam Syafi’i ra mengatakan;

من جمع لمولد النبي صلى الله عليه وسلم إخوانا وهيأ طعاما وأخلى مكانا وعمل إحسانا وصار سببا لقراءته بعثه الله يوم القيامة مع الصادقين والشهداء والصالحين ويكون في جنات النعيم

Artinya: “Barangsiapa mengumpulkan saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi, kemudian menyediakan makanan dan tempat serta melakukan kebaikan untuk mereka, dan dia menjadi sebab atas dibacakannya Maulid Nabi SAW, maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama golongan shiddiqin (orang-orang yang benar), syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan shalihin (orang-orang yang shaleh) dan dia akan dimasukkan ke dalam surga-surga Na’im.”

5. Bulan Kegembiraan Umat Islam

Keutamaan lainnya bulan Rabiul Awal yaitu sebagai bulan kegembiraan Umat Islam. Bulan Rabiul Awal yang lazim disebut Bulan Maulud atau Maulid, sebagian besar umat Islam di Indonesia merayakannya dengan beragam amalan saleh seperti pembacaan sholawat, sedekah dan pengajian-pengajian memperingati hari kelahiran Nabi SAW.

Tujuan dalam melaksanakannya adalah dalam rangka menampakkan kegembiraan atas kelahiran Sang Nabi mulia. Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Yunus ayat 58:

قُلْ بِفَضْلِ اللّٰهِ وَبِرَحْمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوْاۗ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُوْنَ

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), sebab fadhal dan rahmat Allah (kepada kalian), maka bergembiralah kalian.” (QS Yunus, 58).

Tradisi menyambut Maulid Nabi SAW sudah ada sejak zaman dulu. Imam al-Suyuthi menyatakan, raja pertama yang memperingati hari kelahiran Rasulullah saw. dengan perayaan yang meriah luar biasa adalah Raja Al-Mudhaffar Abu Sa`id Kukburi ibn Zainuddin Ali bin Baktakin (l. 549 H. – w.630 H.).

Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan maulid. Intinya menghimpun semangat juang dengan membacakan syi’ir dan karya sastra yang menceritakan kisah kelahiran Rasulullah SAW.

Di antaranya yang paling terkenal adalah karya Syeikh Al-Barzanji yang menampilkan riwayat kelahiran Nabi SAW dalam bentuk natsar (prosa) dan nazham (puisi). Saking populernya, sehingga karya seni Barzanji ini hingga sekarang masih sering dibacakan dalam seremoni peringatan maulid Nabi SAW.

Demikianlah pembahasan mengenai keutamaan bulan Rabiul Awal bagi umat muslim, semoga bermanfaat.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru