5 Perusahaan Umumkan PHK Massal Ribuan Karyawan di 2023

Dini NHaH 0 Komentar

Gelombang pemutusan hubungan kerja masih belum berhenti di tahun 2023. Yuk cek beberapa perusahaan yang melakukan PHK di awal tahun ini!

INDIFFS.COM – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) masih belum berhenti di tahun 2023. Belum genap sebulan berganti kalender, beberapa perusahaan mengumumkan PHK massal.

Setidaknya ada dua penyebab utama, pelambatan ekonomi hingga ancaman resesi global, serta suku bunga yang tinggi. Melihat penyebab tersebut, dua sektor yang paling rentan mengalami PHK massal yaitu manufaktur dan startup.

Berikut beberapa perusahaan yang melakukan PHK Massal di awal tahun 2023. Simak selengkapnya dibawah ini!

1. Goldman Sachs

Perusahaan investasi dan perbankan global, Goldman Sachs melakukan PHK ke 3.200 karyawan. PHK tersebut kabarnya dilakukan pada hari Rabu, (11/01/2023).

Jumlah karyawan yang kena pemutusan hubungan kerja adalah 6,5% dari keseluruhan karyawan. Goldman Sachs tercatat mempunyai 49.100 karyawan pada Oktober silam.

Angka terakhir yang sebelumnya dilaporkan oleh Bloomberg, adalah hasil diskusi internal antara kepala bisnis dan jajaran selama sebulan terakhir.

Kini muncul kekhawatiran bahwa ekonomi akan melambat di tahun 2023. Solomon mulai mengurangi ambisinya di perbankan konsumen, yang mengakibatkan sebagian karyawan kena pemutusan hubungan kerja.

2. Amazon

CEO Amazon, Andy Jassy mengunggah sebuah postingan di blog resmi Amazon. Melalui postingan tersebut, Jassi mengumumkan pemangkasan yang dilakukan manajemen terhadap 18.000 karyawan.

“Di antara PHK yang kami lakukan pada bulan November, kami umumkan hari ini, kami berencana untuk men-PHK lebih dari 18.000 pegawai,” tulis Jassy.

Adapun jumlah 18.000 karyawan yang akan di PHK tersebut kurang lebih merepresentasikan 1,2% dari total karyawan Amazon secara global. Gelombang pemutusan hubungan kerja ini mulai dilakukan sejak November lalu dan akan dilanjutkan mulai 18 Januari 2023.

3. Alphabet Inc

Anak usaha Alphabet Inc selaku induk perusahaan Google yang bergerak di bidang kesehatan, Verily, bersiap memutus hubungan kerja terhadap 15 persen karyawannya. Pemutusan hubungan kerja ini bakal berdampak kepada sekitar 240 karyawan Verily.

Langkah tersebut menjadi bagian dari restrukturisasi perusahaan yang berencana mengurangi ketergantungan finansial dari perusahaan induk Google Alphabet Inc.

4. BlackRock

Manajer aset terbesar di dunia BlackRock Inc. berencana melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 500 karyawan. Jumlah ini setara dengan sekitar 2,5 persen dari seluruh tenaga kerjanya.

Langkah PHK di BlackRock ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak tahun 2019. Meskipun memangkas sekitar 2,5 persen karyawannya, perusahaan yang berbasis di New York, AS, ini tercatat masih menambah jumlah tenaga kerja sepanjang tahun 2022.

5. Bandar Kripto

Raksasa bursa kripto, Coinbase berencana melakukan pemutusan hubungan kerja pada ratusan karyawannya. Keputusan tersebut hanya berselang tujuh bulan dari PHK sebelumnya.

Saat Juni silam, perusahaan memangkas 18% karyawannya dan pada September total pegawainya sisa 4.700 orang. Kali ini, Coinbae berencana memangkas seperlima atau sekitar 950 orang.

Untuk PHK kali ini, Coinbase beralasan perusahaan ingin menghemat uangnya di saat pasar kripto mengalami penurunan. CEO Brian Armstrong mengonfirmasi hal tersebut.

Demikianlah beberapa daftar perusahaan yang akan melakukan pemutusan hubungan kerja massal di awal tahun 2023 ini. Bagaimana ada perusahaan tempat kerjamu ngga?

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru