5 Syafaat Rasulullah Di Hari Kiamat, Nomor 3 Sangat Dahsyat!

Wiwin Indriani 0 Komentar

Rasulullah SAW kelak akan datang di hari kiamat dan memberikan syafaat kepada umat-umat yang dikehendakinya.

INDIFFS.COMKiamat adalah kondisi dimana dunia dan seluruh isinya dimusnahkan oleh Allah SWT, diguncangkan, dan dihentikan perjalanannya. Karena sudah waktunya semua makhluk, khususnya manusia kembali ke kehidupan kekal yaitu akhirat. Ketika semua orang hanya memikirkan dirinya sendiri dan tak menghiraukan saudaranya, namun Rasulullah SAW kelak akan datang di hari kiamat dan memberikan syafaat kepada umat-umat yang dikehendakinya.

Syafaat Rasulullah SAW Di Hari Kiamat

Berikut ini adalah macam-macam syafaat Rasulullah SAW kelak di hari kiamat, diantaranya:

1. Syafaat yang Hanya Dimiliki Rasulullah SAW

Pertama yaitu asy-Syafa’ah al-Kubra atau syafaat yang besar. Disebut besar, karena hanya Nabi Muhammad SAW-lah yang dapat melakukannya. Seluruh nabi dan rasul selain diri beliau tak mampu melakukannya. Ini terjadi saat umat manusia menjelang di hisab dalam pengadilan Hari Akhir.

Keadaan Padang Mahsyar sangat memberatkan manusia. Tiap orang lantas mendatangi nabi-nabi mereka. Namun, tiap nabi itu menolak hingga sampailah pada Nabi Muhammad SAW. Kemudian, Rasulullah SAW pun memohonkan syafaat kepada Allah SWT bagi mereka.

Dalam Shahih Al-Bukhari, dari Ibnu Umar ra:

إِنَّ النَّاسَ يَصِيرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ جُثًا كُلُّ أُمَّةٍ تَتْبَعُ نَبِيَّهَا يَقُولُونَ يَا فُلَانُ اشْفَعْ يَا فُلَانُ اشْفَعْ حَتَّى تَنْتَهِيَ الشَّفَاعَةُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَلِكَ يَوْمَ يَبْعَثُهُ اللَّهُ الْمَقَامَ الْمَحْمُودَ

Artinya: “Sesungguhnya pada hari Kiamat kelak manusia akan menjadi bangkai. Setiap umat akan mengikuti Nabinya hingga mereka saling berkata; ‘Ya Fulan, berilah aku syafaat. Ya fulan, berilah aku syafaat.’ Sampai akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad. Itulah hari ketika Allah membangkitkan Nabi Muhammad pada kedudukan yang terpuji.” (HR. Al-Bukhari No 4718).

2. Syafaat Rasulullah kepada Ahlul Jannah untuk Memasuki Surga

Ini merupakan syafaat Rasulullah SAW untuk kaum beriman, yakni mereka calon penghuni surga. Dengan syafaat ini, penduduk itu akan meningkat derajatnya di dalam surga. Hal ini sesuai dengan hadist berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتَفْتِحُ فَيَقُولُ الْخَازِنُ مَنْ أَنْتَ فَأَقُولُ مُحَمَّدٌ فَيَقُولُ بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

Artinya: “Dari Anas bin Malik dia berkata, Rasulullah bersabda: ‘Saya mendatangi pintu surga pada hari Kiamat, lalu saya meminta dibukakan. Lalu seorang penjaga (Malaikat) bertanya, ‘Siapa kamu? Maka aku menjawab, Muhammad’. Lalu ia berkata, ‘Khusus untukmu, aku diperintahkan untuk tidak membukakan pintu untuk siapa pun, sebelum kamu masuk’,” (HR. Muslim No 179).

3. Syafaat Bagi Umatnya yang  Masuk Surga Tanpa Hisab

Berikut ini sebagaimana dalam hadist Al-Bukhari:

ثُمَّ يُقَالُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ فَأَرْفَعُ رَأْسِي فَأَقُولُ أُمَّتِي يَا رَبِّ أُمَّتِي يَا رَبِّ أُمَّتِي يَا رَبِّ فَيُقَالُ يَا مُحَمَّدُ أَدْخِلْ مِنْ أُمَّتِكَ مَنْ لا حِسَابَ عَلَيْهِمْ مِنْ الْبَابِ الْأَيْمَنِ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ وَهُمْ شُرَكَاءُ النَّاسِ فِيمَا سِوَى ذَلِكَ مِنْ الْأَبْوَابِ

Artinya: “Kemudian dikatakan: Hai Muhammad, angkatlah kepalamu, mintalah pasti kau diberi, berilah syafaat nicaya kau diizinkan untuk memberi syafaat. Maka aku mengangkat kepalaku, aku berkata, Wahai Rabb, umatku, wahai Rabb, umatku, wahai Rabb, umatku. Dia berkata, Hai Muhammad, masukkan orang yang tidak dihisab dari umatmu melalui pintu-pintu surga sebelah kanan dan mereka adalah sekutu semua manusia selain pintu-pintu itu.” (HR Al-Bukhari No 4343).

4. Syafaat bagi Mereka yang Mempunyai Dosa Besar

Rasulullah menyiapkan syafaat bagi umat manusia, bahkan yang berlimpah dosa sekalipun. Syafaat Rasulullah SAW ini diperuntukkan bagi penduduk neraka yang semasa hidupnya mengakui “Laa Ilaaha Illa Allah“. Mereka itu masuk neraka lantaran dosa-dosa mereka selama di dunia. Hal inilah yang menjadikan kita harus senantiasa memohon ampun pada Allah SWT, serta rahmat dan syafaat dari Rasulullah terlepas sebanyak apapun dosa kita.

5. Syafaat untuk Anggota Keluarganya

Syafaat Rasulullah SAW lainnya yaitu untuk anggota keluarganya yang meninggal dalam keadaan non-Muslim. Sebagai contoh, Abu Thalib. Dialah paman Nabi SAW yang dengan penuh kasih-sayang terus melindungi dan merawat beliau SAW. Namun, ia meninggal dalam keadaan kafir.

Dengan syafaat Rasul SAW, azab yang kelak ditimpahkan kepada Abu Thalib akan diringankan azabnya. Sebagaimana dalam hadist:

أَهْوَنُ أَهْلِ النَّارِ عَذَابًا أَبُو طَالِبٍ ، وَهُوَ مُنْتَعِلٌ بِنَعْلَيْنِ يَغْلِي مِنْهُمَا دِمَاغُهُ. رواه مسلم.

Artinya: “Penduduk surga yang paling ringan siksanya adalah Abu Thalib. Ia memakai sandal yang keduanya dapat mendidihkan otaknya.” (HR. Muslim).

Nah, itulah beberapa syafaat Rasulullah SAW kelak di hari akhir. Semoga kita semua termasuk kaum yang mendapat syafaat tersebut.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru