5 Tips Stop Sabotase Diri Agar Hidup Menjadi Lebih Baik!

Resa Azzahra 0 Komentar

Perilaku ini sering terjadi, sebaiknya kita cepat sadari atas perilaku kita dan stop sabotase diri dengan beberapa cara berikut ini!

INDIFFS.COM – Kamu memiliki kecurigaan secara sembunyi-sembunyi dengan berpikir bahwa kamu telah menghalangi jalanmu sendiri atau seseorang telah menunjukkan pola perilaku yang tidak kamu sukai? Sebaiknya kamu stop sabotase diri.

Pastinya tidak ada yang mau mengakui bahwa kita menyabotase diri kita sendiri, tetapi kita semua melakukannya sampai tingkat tertentu. Setiap orang telah melakukan hal yang dapat membawa mereka keluar dari langkah dengan tujuan yang ingin mereka capai atau perilaku yang ingin mereka ubah. Tidak apa-apa jika kita sudah menyadarinya.

Sabotase diri terjadi ketika ada ketidaksesuaian antara nilai-nilai kita dan perilaku kita. Kemungkinan besar, ketika kita harus melakukan suatu hal tak sesuai dengan apa yang sebenarnya kita inginkan. 

Cara Menghentikan Sabotase Diri

Secara tidak sadar, kita sering mencoba untuk mengembalikan keseimbangan diri dengan mengubah perilaku kita, atau dengan menciptakan keadaan. Sebaiknya kita stop mensabotase diri dengan tips berikut ini:

1. Kembangkan Kesadaran Diri

Dalam banyak kasus, perilaku merusak diri sendiri dapat berakar pada kecemasan. Perilaku kecemasan ini dapat menyebabkan diri kita menghindari dan melakukan apa yang perlu kita lakukan untuk mencapai tujuan kita.

Memperhatikan perilaku ini dapat membantu dirimu untuk menyadari bahwa ketika kita membuat janji dan mengikutinya dengan melakukan yang kontraproduktif. Memperlihatkan suara hati kita dengan mendengar diri kita berkata, “Tidak ada gunanya memiliki paspor, tidak akan pernah punya waktu untuk pergi kemanapun.

2. Berhenti Menunda-nunda

Perilaku yang paling umum dilakukan dalam sabotase diri adalah penundaan. Jika kita terus menunda sesuatu yang penting bagi kita, itu mungkin lebih muda secara emosional daripada mencapai tujuan yang dikatakan tidak akan pernah tercapai.

Faktor umum yang mengakibatkan kita menyabotase diri karena kita sering menunda dan melibatkan kurangnya pengaturan diri. Hal ini disebabkan karena kita memiliki tingkat kebebasan yang besar, godaan dan tenggat waktu yang panjang. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor sosial yang dapat mempengaruhi proklamasi dan akhirnya menjadi kurang dalam hal yang ingin di capai.

3. Berhenti Berpikir Perfeksionis

Orang yang menyabotase diri sendiri biasanya seringkali perfeksionis. Mungkin saja kita terlalu memikirkan hal apapun dengan detail dan semuanya harus tepat. Bertujuan berjuang untuk keunggulan, bukan kesempurnaan. Buat perbaikan kecil dan catat kemajuan dalam perjalanan menuju pencapaian tujuan yang diinginkan.

4. Menulis

Jika kesulitan untuk mengidentifikasi pola, mulailah dengan membuat jurnal. Saat kita terus menulis tentang tujuan, mungkin mulai memperhatikan diri kita dengan mengeluh tentang hal yang sama berulang-ulang. Terkadang, perilaku menyabotase diri sendiri merupakan akibat dari trauma masa lalu yang mungkin mengembangkan strategi untuk bertahan hidup dengan menjatuhkan diri dari bahaya lanjut.

Sayang nya hal ini tidak lagi berguna, akan menjadi sulit untuk menghancurkan-ya. Bekerja dengan terapis mungkin akan membantu untuk mengatasi rasa sakit emosional yang mendasari nya.

5. Damai dengan Kegagalan

Perasaan akan kegagalan, penolakan dan rasa sakit merupakan perasaan yang normal untuk dirasakan. Namun, kita harus bisa mengatasi ketakutan ini dengan menerima kegagalan dan penolakan. Untuk itu, mulailah dari sesuatu yang kecil untuk memprediksi kegagalan yang mungkin terjadi. Apakah kegagalan tersebut membawa dampak yang tidak dapat kamu atasi? Memprediksi banyak kemungkinan terburuk dari setiap tujuan. Dengan begitu, kita akan lebih siap untuk menghadapi apapun yang akan terjadi.

Itulah 5 cara stop sabotase diri agar hidup menjadi berarti dan lebih baik, semoga bermanfaat.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru