6 Akibat Menahan Bersin Bagi Kesehatan Tubuh, Berbahaya!

Wiwin Indriani 0 Komentar

Beberapa akibat mungkin muncul karena sering menahan bersin. Berikut akibat menahan bersin yang bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh

IndiffsBersin merupakan cara alami bagi tubuh untuk membersihkan iritan seperti bakteri, debu, atau serbuk sari agar keluar dari hidung dan tenggorokan. Pada saat seseorang tengah bersin, bisa mengeluarkan virus, kuman dan bakteri dari dalam tubuh seseorang. Hal ini kerap kali membuat seseorang menjadi segan terutama ketika di tempat umum dan berusaha menahan bersin. Menahan bersin agar tidak keluar atau mencoba meredam kekuatannya kadang dilakukan seseorang karena rasa segan. Hal ini bisa menimbulkan dampak negatif terutama pada kesehatan seseorang. Ketahui beberapa akibat menahan bersin yang berdampak buruk untuk tubuh berikut ini.

Akibat menahan bersin

Sejumlah dampak yang berbahaya bagi kesehatan tubuh, sebaiknya tidak menahan bersin ini. Melansir dari beberapa situs, berikut dampak buruk yang terjadi pada kesehatan apabila menahan bersin:

1. Kerusakan Pembuluh Darah

Meski jarang, menahan bersin juga berpotensi merusak pembuluh darah di mata, hidung atau gendang telinga. Meningkatnya tekanan yang disebabkan oleh bersin yang ditahan dapat menyebabkan pembuluh darah di saluran hidung terjepit dan pecah.

Saraf yang masuk ke mata dan hidung terhubung erat satu sama lain. Cedera semacam ini bisa menyebabkan kerusakan permukaan kulit wajah. Ini seperti memerah nya mata atau hidung.

2. Gangguan Pendengaran

Ketika hendak bersin, tubuh menahan tekanan tinggi dari sistem pernapasan yang juga bisa menyalurkan udara ke telinga. Udara bertekanan tinggi ini mengalir ke tabung di masing-masing telinga, menghubungkan ke telinga tengah dan gendang telinga, yang disebut tabung eustachius.

Apabila tubuh tidak mengeluarkan udara tersebut melalui bersin, tekanan udara yang tinggi di dalam rongga kepala bisa tertahan dan hal ini dapat mengganggu pendengaran. Kondisi ini bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari atau minggu. Namun, pada kasus yang parah, hal ini bisa menyebabkan terjadinya luka di gendang telinga, sehingga perlu ditangani dengan pembedahan.

3. Patah Tulang Rusuk

Terlalu sering menahan bersin membuat paru-paru terisi udara bertekanan tinggi. Udara tersebut bisa saja membuat tulang rusuk yang mengelilingi paru-paru menjadi patah. Jika tidak memungkinkan untuk bersin, kamu bisa menggosok area hidung atau area atas bibir untuk meredam keinginan bersin.

4. Cedera Diafragma

Diafragma adalah otot yang memisahkan rongga dada dan perut. Otot tersebut memiliki peran penting dalam proses pernapasan, muntah, batuk dan bersin. Meski sangat jarang terjadi, menahan bersin dapat memicu cedera pada otot tersebut, sehingga proses pernapasan pun bisa saja terganggu.

5. Aneurisma

Aneurism merupakan pembesaran arteri yang akibat kelemahan pada dinding arteri yang menciptakan tonjolan, atau distensi dari arteri. Menurut para ahli, tekanan yang disebabkan oleh menahan bersin berpotensi menyebabkan pecahnya aneurisma otak. Ini adalah cedera yang mengancam jiwa yang dapat menyebabkan pendarahan di tengkorak di sekitar otak.

Apabila aneurisma otak pecah, perdarahan biasanya hanya berlangsung beberapa detik. Darah dapat menyebabkan kerusakan langsung pada sel-sel di sekitarnya, perdarahan juga dapat merusak atau membunuh sel-sel lain.

6. Merusak Saluran Tenggorokan

Tenggorokan merupakan bagian dari sistem pernapasan dan terhubung ke rongga hidung, memungkinkan udara keluar dari hidung, laring, trakea, kemudian ke paru-paru. Di sinilah makanan melewati sebelum diarahkan ke kerongkongan dan lambung untuk pencernaan.

Menahan bersin berpotensi mematahkan bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan tidak bisa berbicara atau menelan. Saat menahan bersin, tekanan tinggi udara juga bisa merusak saluran tenggorokan.

Demikian beberapa akibat dari menahan bersin yang buruk bagi kesehatan tubuh. Ketika bersin, jangan lupa untuk selalu menjaga kesopanan di mana pun berada. Tutup hidung dan mulut dengan lengan atau siku bagian dalam, atau pula tisu agar percikan air liur tidak menyebar ke orang atau benda di sekitar, dan jangan lupa untuk mencuci tangan setelahnya.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru