6 Fakta Proyek Meikarta yang Tersandung Kontroversi Suap!

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Inilah sederet fakta terkait pembangunan proyek Meikarta yang saat ini heboh dikabarkan tersandung Kontroversi Kasus Suap OTT KPK.

INDIFFS.COM – Digadang-gadang menjadi proyek terbesar, karena telah menghabiskan dana ratusan triliun rupiah. Meikarta belakangan ini tersiar kabar bahwa pembangunan proyek yang terhambat. Bahkan banyak yang bilang bahwa proyek tersebut sekarang telah bangkrut.

Kendati demikian, bagaimana dengan nasib konsumen yang terlanjur membeli unit apartemen di Meikarta?  Dikabarkan bahwa, ratusan pembeli apartemen tersebut meminta pengembalian dana atau kompensasi atas kerugian yang menimpa konsumen Meikarta.

Yah, jelas proyek yang dibangun oleh PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), diamuk konsumen. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 100 orang pembeli unit apartemen, membentuk komunitas dan bersama-sama mengadukan langsung keluhannya ke DPR hingga Presiden Joko Widodo.

Fakta Dibalik Proyek Meikarta

Merangkum dari berbagai sumber, dibawah ini merupakan fakta dibalik pembangunan Meikarta yang mencuri perhatian atas kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK kepada sejumlah pejabat dan pengembang.

1. Menjadi Proyek Ambisius

Pembangunan Meikarta digadang-gadang bernilai sebesar Rp278 triliun di atas total luas lahan 500 ha dengan total luas bangunan mencapai 22 juta meter persegi. Adapun pendanaan proyek sebagian diperoleh dari kas Lippo.

Di lahan seluas 500 hektare tersebut akan dibangun 250.000 unit apartemen, 7 mal di atas lahan 300.000 meter persegi beserta area komersial 1,5 juta meter persegi.

2. Dengan Pengeluaran Iklan Terbesar

Mungkin kamu masih ingat dengan slogan iklan “Aku Ingin Pindah ke Meikarta”? Ya, iklan tersebut merupakan properti dari Grup Lippo yang memang sempat viral pada tahun lalu.

Namun, siapa sangka ternyata berbagai iklan yang menghiasi seluruh media cetak ini menggelontorkan kocek mencapai Rp1,5 triliun.

3. Proyek Kota Menyasar Kalangan Menengah ke Bawah

Walau dirancang untuk pembangunan gedung pencakar langit pada lahan 500 hektar. Namun, di tahap pertama pengembang membangun 250 ribu rumah dan unit apartemen terlebih dahulu.

Bahkan saat peluncuruan, masyarakat banyak yang langsung tertarik untuk membeli unitnya lantaran harga jual unit Meikarta yang tergolong murah. Ya, harga jual unit apartemen hanya dibanderol Rp 127 juta untuk tipe paling kecil.

Tentunya, harga tersebut tergolong sangat murah, bahkan lebih murah dibandingkan rumah subsidi di kala itu.

4. Pembangunan yang Menuai Protes Berbagai Pihak

Meski terbilang laris diserbu pembeli, namun nyatanya pembangunan proyek tersebut terjerat kasus perizinan. Bahkan proses pembangunan menuai protes di berbagai pihak seperti Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) serta Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Hal tersebut lantaran, Deddy Mizwar selaku Gubernur Jawa Barat menyatakan rekomendasi lahan yang diberikan izin hanya seluas 84,6 hektar saja. Sementara sisanya belum mengantongi izin.

5. Tersangkut Kasus Korupsi

Dikabarkan bahwa (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada 10 orang dari Pemerintah Kabupaten Bekasi dan pihak swasta. Adapun penangkapan teresbut terkait pengurusan izin pembangunan Meikarta.

Bahkan KPK menetapkan 9 orang tersangka dari 10 ditangkap. Diantaranya 4 orang diduga penyuap, yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Lippo Group Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, serta pegawai Lippo Henry Jasmen.

Sedangkan, yang diduga penerima suap adalah, Bupati bekas, Kepala Dinas PUPR Kab Bekasi, Kepala dina Pemdakar Bekasi. Juga Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPM-PPT) Kabupaten Bekasi dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR kala itu.

6. Proyek Terus Berlanjut

Meski diterpa dengan kasus suap, nyatanya Meikarta tetap akan berlanjut seiring target serah terima unit kepada konsumen. Adapun saat ini Meikarta tengah menyelesaikan pembangunan 28 menara setinggi 32 hingga 42 lantai yang akan diserahterimakan secara bertahap.

Nah, itulah beberapa fakta atau hal terkait proyek Meikarta yang saat ini sedang heboh terkait kasus suap. Bagaimana tanggapanmu terkait informasi yang beredar?

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru