6 Fenomena Langit di Bulan Desember, Dipenuhi Hujan Meteor!

Dini NHaH 0 Komentar

Fenomena langit bulan Desember lewat kehadiran Mars yang paling dekat dengan Bumi dan Jupiter yang menempel dekat dengan Bulan.

INDIFFS.COM – Fenomena langit bulan Desember dimulai langsung saat pembukaan bulan di tanggal 1 lewat kehadiran Mars yang paling dekat dengan Bumi dan Jupiter yang menempel dekat dengan Bulan.

Ada total 6 fenomena langit yang akan terjadi di bulan Desember 2022. Namun ada dua diantaranya sudah terjadi pada 1 dan 2 Desember lalu. Berikut adalah fenomena langit yang akan terjadi hingga akhir Desember mendatang.

Jupiter Menempel Bulan (1 Desember)

Jupiter berada dekat dengan Bulan pada hari Kamis, 1 Desember dan dilihat setelah Matahari terbenam. Jupiter bersama dengan Merkurius, Venus, Mars dan Saturnus adalah planet yang cukup terang untuk dilihat dengan mata telanjang. Kelima planet ini lebih terang daripada bintang yang paling terang di langit.

Sebagai catatan, sebenarnya Jupiter tidak menempel atau dekat dengan Bulan, tetapi berada dekat ketika dilihat dari Bumi karena keduanya berada dalam posisi berdekatan dalam perspektif pengamat di Bumi.

Hujan Meteor Pheonicid (2 Desember)

Hujan meteor Pheonicid berlangsung dari 28 November hingga 9 Desember dan puncaknya pada 2 Desember. Hujan Meteor yang tampaknya keluar dari rasi Pheonix ini memiliki laju meteor per jam yang beragam saat mencapai maksimum. Namun demikian, pengamat dapat melihat setidaknya 12 meteor per jam selama malam puncak hujan meteor.

Hujan meteor Pheonicid berasal dari puing-puing komet D/1819 W1 (Blanpain) terlihat sejak Matahari terbenam hingga sekitar pukul 02:43 WIB. Waktu terbaik saat melihat puncak hujan meteor ini berada di titik tertinggi langit.

Oposisi Mars Terhadap Matahari (8 Desember)

Pada 8 Desember mendatang, Matahari, Bumi dan Mars akan sejajar. Saat itu, Mars berada di sisi berlawanan dengan Matahari, sebuah fenomena yang disebut “Oposisi”. Saat itu, sang Planet Merah akan berada 82,2 juta kiometer dari Bumi.

Fenomena tersebut dapat dilihat di Indonesia pada pukul 12.35 waktu setempat. Mars dan satelit alaminya dapat dilihat dari cakrawala timur laut saat Matahari terbenam, jadi siapkan teleskopnya. Pastikan cuaca cerah dan bebas polusi cahaya dan bidang pandang bebas dari penghalang karena fenomena ini terjadi rata-rata tiap 2,14 tahun sekali.

Hujan Meteor Geminid (14 Desember)

Hujan meteor Geminid akan aktif mulai 4 Desember 2022 sampai 17 Desember dengan tingkat puncak hujan meteor terjadi pada 14 Desember 2022.
Selama ini, pengamat bisa melihat hujan meteor Geminid di konstelasi Gemini. Hujan meteor baru terlihat sekitar pukul 20:04 WIB setiap malam, saat titik pancarannya naik di atas ufuk timur.

Hujan meteor ini akan tetap aktif hingga fajar menyingsing sekitar pukul 05:07 WIB. Pancuran tersebut kemungkinan akan menampilkan tampilan terbaiknya pada sekitar pukul 02:00 WIB.

Pancaran hujan meteor akan muncul pada ketinggian puncak 50 derajat di atas cakrawala dan diperkirakan pengamat dapat melihat hingga 92 meteor per jam. Badan induk yang menciptakan hujan meteor Geminid sendiri diidentifikasi sebagai asteroid 3200 Phaethon.

Hujan Meteor Leonis Minorid (19 Desember)

Seperti namanya, hujan meteor Leonis Minorid turun di langit konstelasi Leo Minoris. Aktif pada 4 Desember – 4 Februari 2023, hujan meteor dari sisa debu komet C/1739 K1 (Zanotti) ini akan mencapai puncak kederasannya pada 19 Desember mendatang.

Hujan meteor ini bisa disaksikan mulai 23.30 dari arah timur laut hingga meredup di utara pada 05.30 subuh (20 Desember). Sedikit lebih banyak dari sebelumnya, hujan meteor ini akan turun dengan intensitas 4–5 meteor/jam. Jadi, pastikan kamu mengamati langit malam 19 Desember dengan saksama, ya!

Hujan Meteor Ursids (21-22 Desember)

Hujan meteor Ursids merupakan fenomena hujan meteor tahunan dengan frekuensi 10 meteor per jam. Meski tak semasif hujan meteor Geminids, hujan meteor Ursids sempat beberapa kali memukau peneliti dengan intensitas lebih dari 100 meteor per jam.

Pengamat hanya perlu mencari tempat tergelap untuk dapat mengamati hujan meteor yang terjadi pada 21 hingga 22 Desember ini. Pada tahun ini, meteor yang paling redup bahkan dapat dilihat oleh mata telanjang. Hujan meteor Ursids berasal dari komet 8P/Tuttle dan dilihat di arah konstelasi Ursa Minor.

Nah itulah beberapa fenomena yang akan terjadi di bulan Desember. Semoga dapat menambah wawasan ya!

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru