6 Penyebab Seseorang Merasa Lelah Ketika Bangun Tidur

Wiwin Indriani 0 Komentar

Terdapat beberapa penyebab tubuh merasa lelah ketika bangun tidur yang perlu diketahui agar bisa mengatasinya.

INDIFFS.COM – Tidur yang baik, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, ada juga sebagian orang yang justru merasa kelelahan saat bangun tidur. Hal ini bisa terjadi karena terdapat beberapa penyebab yang mengakibatkan seseorang merasa lelah saat ia bangun tidur. Jika kamu mengalami hal seperti ini, simak penyebabnya dibawah ini yuk.

Penyebab Merasa Lelah Saat Bangun Tidur

Berikut ini adalah beberapa penyebab tubuh merasa lelah ketika bangun tidur yang perlu kamu ketahui agar bisa mengatasinya.

1. Inersia Tidur

Pada beberapa kasus, rasa pening atau kelelahan saat bangun tidur di pagi hari terbilang wajar. Kondisi ini merupakan bagian normal dari proses bangun tidur. Sebab, otak biasanya tidak langsung ‘bangun’ setelah tertidur semalaman. Otak membutuhkan transisi secara bertahap untuk masuk ke mode ‘terjaga’.

Nah selama masa transisi ini, kamu mungkin akan merasa pusing atau bingung. Inersia tidur ini memperlambat keterampilan motorik dan kognitif. Itulah sebabnya terkadang seseorang merasa lelah atau tidak mungkin melakukan apa pun setelah bangun tidur.

Umumnya, inersia tidur ini akan segera membaik selama 15 hingga 60 menit. Ada beragam kondisi yang bisa memicunya seperti kurang tidur, bangun dengan tiba-tiba, memasang alarm lebih awal dari biasanya, hingga kerja shift yang dapat mengacaukan ritme sirkadian tubuh (siklus bangun tidur tubuh).

2. Lingkungan yang Tidak Nyaman

Kondisi tempat tidur dapat mempengaruhi kualitas tidurmu. Apabila kondisi sekitar yang kurang nyaman, maka akan membuat kualitas tidurmu berkurang, sehingga tubuh akan terasa lelah saat bangun tidur. Maka dari itu, pastikan kamu memperhatikan beberapa hal ini untuk menjaga kenyamanan lingkunganmu sebelum tidur, seperti:

Kasur: Kondisi kasur yang baik untuk digunakan adalah yang tidak terlalu keras dan tidak terlalu empuk. Sebuah penelitian menunjukan, tidur di kasur yang pas akan membuat tidur kamu lebih nyaman dan nyenyak. Kamu juga perlu memperhatikan usia kasurmu, dianjurkan untuk mengganti kasur setiap 9/10 tahun sekali.

Suhu kamar: Tidur di suhu yang sesuai, yakni di antara 16-19 derajat akan membuat tidur kamu lebih nyenyak. Kamu juga bisa menggunakan kaus kaki untuk membantu melebarkan pembuluh darah dan menyesuaikan termostat internal.

Suara keras: Suara latar belakang ternyata dapat berdampak pada kualitas tidurmu juga. Nah, agar memiliki kualitas tidur yang baik, sangat disarankan untuk mengurangi suara latar belakang saat tertidur.

3. Terlalu Banyak atau Kurang Tidur

Beberapa riset menunjukkan bahwa kebiasaan tidur terlalu banyak atau justru kurang tidur bisa menjadi penyebab seseorang merasa lelah saat bangun tidur. Kebiasaan ini juga bisa membuat seseorang merasa masih mengantuk saat bangun tidur. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk memenuhi kebutuhan waktu tidur yang ideal, yakni 7-9 jam per hari.

4. Olahraga Terlalu Keras

Berolahraga sebelum tidur bisa mempengaruhi jam tidurmu dan jika jaraknya terlalu dekat bisa membuatmu sulit tidur. Namun olahraga di pagi hari juga dapat membuatmu kesulitan tidur terutama jika dilakukan terlalu keras.

Olahraga ini membuat tubuh menjadi tegang dan sulit rileks untuk mulai tertidur. Olahraga secara berlebih bisa menimbulkan masalah pada kelenjar adrenal dan hormon menjadi tidak seimbang yang berujung pada kelelahan bahkan hingga pagi hari usai tidur.

Maka dari itu, usai berolahraga terutama yang sangat keras, usahakan untuk beristirahat. Istirahat selama satu atau dua hari dan lakukan olahraga yang ringan untuk memulihkan tubuh seperti berjalan atau yoga.

5. Anemia

Kurang darah atau anemia bisa menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Hal inilah yang kemudian bisa menjadi penyebab penderita anemia menjadi mudah merasa lelah, termasuk saat bangun tidur.

Apabila mengalami anemia, kamu juga mungkin akan merasakan gejala lainnya, seperti pusing, kulit pucat, pandangan berkunang-kunang, sulit konsentrasi, dan lemas.

6. Kekurangan Cahaya Matahari

Kondisi yang satu ini umumnya terjadi di negara empat musim. Ketika memasuki musim dingin, tubuh sedikit mendapatkan paparan cahaya matahari yang berperan penting terhadap fungsi otak dan tubuh. Paparan sinar matahari yang minim akan membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon melatonin.

Hal sebaliknya berlaku, semakin banyak sinar matahari, maka semakin sedikit pula hormon melatonin yang diproduksi oleh tubuh, sehingga kita akan semakin terjaga. Melatonin ini menjadi tanda peringatan bahwa sudah saatnya memasuki waktu istirahat atau tidur. Jika kamu mengabaikan peringatan ini, maka tubuh akan lebih sulit untuk tertidur nantinya.

Artinya, mereka yang tinggal di negara empat musim, khususnya saat musim dingin, bisa saja merasa ngantuk saat sedang bekerja (contoh, pukul 16:00) karena hormon melatonin sudah diproduksi. Saat mereka melawan perasaan kantuk tersebut, maka tubuh cenderung lebih sulit tertidur di malam harinya. Imbasnya sudah jelas, tidur pun jadi tidak berkualitas sehingga menimbulkan rasa lelah keesokan harinya.

Nah itulah beberapa penyebab tubuh merasa lelah saat bangun tidur yang perlu diwaspadai, semoga bermanfaat.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru