7 Akibat Data Bocor yang Perlu Diketahui, No.6 Sering Dibiarkan!

Resa Azzahra 0 Komentar

Beberapa bulan lalu ada banyak kasus kebocoran data yang terjadi, untuk itu sebaiknya ketahui akibat dari data bocor agar data tetap aman.

INDIFFS.comKebocoran data merupakan salah satu masalah besar bagi semua orang dan terutama perusahaan di era pengelolaan Big data saat ini. Akibat data bocor ini sangat perlu diketahui. Pasalnya, dampak buruk bagi organisasi atau perusahaan yang mengalami kebocoran data adalah hilang nya kepercayaan publik, reputasi, denda atau hukuman.

Beberapa bulan lalu terjadi beberapa kebocoran data yang terjadi, maka sangat penting bagi kita untuk mengetahui akibat dari hal tersebut.

Karena bagi orang yang datanya dibocorkan adalah data yang digunakan sebagai bahan penipuan. Kebocoran data tentunya berbeda dengan pembobolan data. Kebocoran data biasanya terjadi secara tak sengaja, karena data security yang buruk untuk atau kelalaian pengguna. Sedangkan pembobolan data terjadi karena sengaja untuk membobol sistem sehingga data sensitif yang dapat di akses.

Pelanggaran data atau kebocoran data adalah pelepasan data sensitif, rahasia atau ter lindungi dari lingkungan yang tidak dipercaya. Pelanggaran data dapat terjadi akibat dari serangan peretas, pekerjaan orang dalam oleh individu yang saat ini atau sebelumnya dipekerjakan, atau kehilangan paparan data yang tidak disengaja.

Akibat data bocor

Dampak dari akibat data bocor, dapat melibatkan kebocoran informasi yang juga dikenal sebagai eksfilitrasi penyalinan atau transmisi data yang tidak sah, tanpa memengaruhi data sumber. Dalam hal ini, kebocoran ini menyebabkan hilangnya data sepenuhnya.

Dengan kata lain, dalam pelanggaran data, peretas atau karyawan melepaskan atau membocorkan data sensitif. Akibatnya, data tersebut bisa hilang, atau digunakan oleh pelaku untuk berbagai tujuan jahat. 

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab atau akibat dari kebocoran data tersebut. Berikut ini adalah penyebab umum kebocoran informasi atau data dalam organisasi:

1. Kebocoran dari orang dalam

Ancaman orang dalam termasuk karyawan yang tidak puas, mantan karyawan yang masih menyimpan kredensial ke sistem sensitif, atau mitra bisnis. Mereka mungkin dimotivasi oleh keuntungan finansial, informasi yang berharga secara komersial atau keinginan untuk membalas dendam.

2. Kehilangan atau pencurian

Organisasi atau perusahaan yang menyimpan informasi sensitif pada perangkat ponsel, komputer, Laptop dan alat elektronik lainnya. Setiap perangkat ini dapat dicuri secara fisik oleh penyerang, atau tanpa disadari hilang oleh staf organisasi, yang mengakibatkan pelanggaran.

3. Penipuan pembayaran

Penipuan pembayaran adalah upaya untuk membuat transaksi palsu atau ilegal. skenario umum adalah pelanggaran kartu kredit yang mengakibatkan penipuan, pengembalian palsu dan penipuan triangulasi yang dimana penyerang membuka toko online palsu dengan harga yang sangat rendah, dan menggunakan rincian pembayaran yang mereka peroleh untuk membeli di toko asli.

4. Pengungkapan yang tidak disengaja

Banyak kebocoran data yang tidak disebabkan oleh serangan, melainkan oleh paparan informasi sensitif yang tidak sengaja diungkapkan. Misalnya seperti karyawan yang mungkin melihat data sensitif dan menyimpannya ke lokasi yang tidak aman, atau staf yang mungkin salah mengekspos server internal sensitif ke internet.

5. Perangkat lunak perusak

Penggunaan Malware langsung dan tidak langsung sedang meningkat. Malware adalah perangkat lunak berbahaya, perangkat lunak yang dimuat tanpa maksud untuk membuka akses bagi peretas untuk mengeksploitasi suatu sistem dan kemungkinan sistem lain yang terhubung.

Dan sebaiknya berhati-hatilah dalam mengakses situs Web yang tidak seperti kelihatannya atau membuka email yang dicurigai asalnya. Karena keduanya merupakan metode populer untuk menyebarkan Malware!

6. Kredensial lemah alias kata sandi

Hal ini adalah penyebab yang umum terjadi, tetapi sering kali kata sandi yang lemah atau hilang, itulah kerentanan yang dieksploitasi oleh peretas oportunis. Karana sebagian besar data hilang diakibatkan oleh kata sandi yang lemah atau dicuri.

7. Terlalu banyak izin

Izin akses yang terlalu rumit adalah hadiah bagi peretas. Bisnis yang tidak menjaga dengan ketat siapa yang ada di dalam organisasi mereka, kemungkinan besar telah memberikan izin yang salah kepada orang yang salah ataupun telah meninggalkan izin kedaluwarsa untuk dieskploritasi oleh peretas yang tersenyum!

Dan itulah 7 akibat data bocor yang sangat perlu dan penting untuk diketahui.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru