7 Cara Untuk Mencegah Tindakan Bullying, Perlu Diketahui!

Resa Azzahra 0 Komentar

Bully ialah tindakan yang tak aneh dalam lingkungan. Hal ini dapat menganggu mental anak. Maka ketahui Cara Mencegah Bullying berikut ini

INDIFFS.COM – Kasus bullying sudah sering sekali terdengar. Bahkan, ada juga yang sampai berakhir dengan kematian. Oleh karena itu, kita wajib untuk menghentikan nya dengan cara mencegah tindakan bullying yang sering terjadi. Bullying harus dihentikan sekarang juga, karena hal ini akan berdampak sangat luas sekali mulai dari prestasi akademis, kehidupan sosial, kesehatan mental dan fisik anak, bahkan keselamatan nyawa anak.

Jenis bullying pun sangat beragam, mulai dari gangguan secara fisik, verbal, sosial hingga cyber bullying. Terlebih anak-anak zaman sekarang yang sudah sangat dekat dengan dunia digital, cyber bullying sangat rentan sekali terjadi melalui media sosial. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan cara mencegah bullying dengan baik di sekolah, di sosial media maupun rumah.

Cara Mencegah Bullying

Beberapa cara untuk mencegah terjadinya bullying ini perlu kita ketahui dan terapkan kepada anak sebagai upaya pencegahan perundungan. Berikut beberapa cara yang dapat diketahui:

1. Berikan Edukasi Tentang Bullying

Salah satu yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi tentang bullying. Hal ini bisa di terapkan mulai dari rumah dan ruang lingkup yang ada di sekitarnya. 

Orang tua tentunya memiliki kewajiban untuk menjelaskan pada anak tentang apa itu bullying, agar si anak tidak menjadi korban atau tumbuh menjadi salah satu pelakunya.

Selain itu, disarankan untuk selelu memastikan kondisi anak dengan memintanya bercerita tentang keseharian nya di sekolah. Agar anak terhindar dari perilaku bullying.

2. Megetahui Ciri-Ciri Bullying

Untuk mengetahui apakah sang anak menjadi korban dari perilaku bullying, sebaiknya kita perlu mengetahui beberapa ciri-cirinya. Karena sang anak cenderung akan canggung atau terdiam untuk menceritakan hal buruk yang sudah terjadi padanya. Ciri dari bullying bisa kita ketahui ketika kita berbicara tentang sekolah, ia bahkan akan menghindari topik tersebut. Perlakuan nya menjadi aneh, sering sakit kepala atau badan dan nilai menjadi menurun.

3. Buat Komunikasi yang Baik Dengan Anak

Salah satu alasan yang membuat anak diam ketika mereka menjadi korban bullying bisa jadi karena takut untuk mengatakan kepada orang tua dan keluarganya. Oleh karena itu, sebagai orang tua kita harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan anak, agar mereka selalu terbuka tentang hal apapun yang mereka rasakan.

4. Bangun Karakter Baik Sejak Dini

Korban bullying biasanya adalah sosok tertutup, pemalu dan kurang pandai dalam bergaul. Ada baiknya orang tua mulai mengajarkan sosialisasi pada anak agar mereka pandai dalam bergaul dengan mengajak anak berjalan-jalan di sekitar rumah agar ia bisa bertemu dengan anak se usianya dan menjalin sebuah pertemanan. Karena apabila si anak pandai bergaul dan beradaptasi terhadap lingkungan baru, percayalah mereka tidak akan menjadi korban bullying.

5. Tidak Melakukan Kekerasan pada Anak

Bentuk sebuah keluarga yang tidak selalu menggunakan kekerasan. Kehangatan dan keharmonisan keluarga akan mencegah anak menjadi pelaku bully. Karena kehangatan yang ia peroleh dalam keluarga akan membentuk karakter dirinya saat bersosialisasi terhadap orang lain.

6. Berikan Perhatian

Untuk mencegah anak terhindar dari aktivitas bully, orang tua harus memberikan perhatian kepada anak. Jangan sampai anak merasa kehilangan perhatian dari orang tuanya dan mencari perhatian dengan membully orang lain. Untuk itu, sebaiknya orang tua luangkan waktunya untuk memberikan perhatiannya setiap hari.

7. Ajari Anak Membela Diri

Untuk mencegah tindakan bully, ada baiknya orang tua mengajari anak untuk membela diri. Minimal ia harus memberitahukan orang terdekatnya batas perilaku yang ia terima. Karena cara ini akan membuat anak menjadi lebih berani bertindak dan tidak diam ketika dibully. 

Demikianlah beberapa cara mencegah tindakan bully yang bisa menjadi referensi untuk menerapkanya pada anak. Semoga dapat membantu.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru