7 Contoh Puisi Tentang Maulid Nabi, Bikin Menyentuh Hati!

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Puisi tentang Maulid Nabi Muhammad yang penuh makna serta menyentuh hati ini, bisa dijadikan sebagai referensi untuk memperingati Maulid Nabi

INDIFFS.COM – Berbagai cara yang dilakukan oleh umat muslim untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad ini. Biasanya sebagian masyarakat menghadirkan beberapa acara menarik serta perlombaan yang diselenggarakan. Salah satu perlombaan yang sering dilakukan oleh sebagian masyarakat pada perayaan Maulid Nabi ini ialah pembacaan puisi.

Maka tak jarang, orang-orang sibuk membuat dan mencari contoh puisi tentang Maulid Nabi. Namun, tidak perlu khawatir di bawah ini ada beberapa contoh puisi yang bisa kamu jadikan sebagai referensi.

Puisi Maulid Nabi

Kumpulan puisi bertema tentang Maulid Nabi Muhammad ini bisa kamu bacakan di acara perayaan Maulid Nabi, yang dikutip dari berbagai sumber.

Puisi Pertama

Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam

Karya: Bayangan Cermin

Tabuh rebana
Mengalun indah seirama
Sholawat salam junjungan kami
Nabi Muhammad saw.
Sepenuh hati

Sholawat ibu-ibu
Rancak rebana menggebu
Teriring lagu-lagu Islami syahdu
Terdengar sedari rumah
Merdu indah

Selatan masjid
Panggung pengajian megah
Peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw.
Selawat untuk beliau
Jamaah berduyun

Wahai umat
Hadir mari merapat
Rajin ibadah ucap selawat
Berharap syafaat
Nabi Muhammad saw.

Penuh kesantunan
Nabi akhir zaman
Suri tauladan memberi tuntunan
Mari pertebal iman
Jalankan kebaikan

Puisi Kedua

Muhammad Nabi Ku

Karya: Ozy V. Alandika

Ya Rasulullah
Tergerus hatiku saat mendengar lantunan shalawat atas namamu
Aku rindu sebagai umatmu
Muhammad Nabiku
Muhammad al-Mustofa
Muhammad akhirul anbiya
Muhammad penutupnya para Nabi

Dua belas rabiul awal adalah kisah yang dijanjikan
Kisah haru ketika purnama bersinar cerah
Mendinginkan hati menyejukkan jiwa
Mengabarkan kepada dunia
Bahwa sudah saatnya Islam menuju jaya

Muhammad Nabiku
Dengan sebaik-baiknya akhlak
Budi pekerti agung adalah suri tauladan
Menjadikan Al-Quran sebagai sebaik-baiknya pedoman

Muhammad Nabi dan Rasulku
Yang menangguhkan mukjizat demi menolong umatnya
Sungguh sempurna teladan dan sucinya hati
Dicintai umat, malaikat dan Ilahi

Puisi Ketiga

Nabi di Akhir Zaman

Oleh: Nadyrra Putry

Engkau datang menembus dinding kegelapan
Ketika jahiliyah menguasai zaman
Dan di dunia di landa kesuraman
Hadirmu menjadi lentera penerang jalan
Allah menunjuk mu memimpin umat Islam
Kepadamu ayat suci diturunkan
Yang kini terkumpul dalam kitab Al-Qur’an
Sebuah perintah-Nya yang harus engkau ajarkan

Engkaulah Nabi akhir zaman
Tuntunan mu menjadi suri tauladan
Mengajarkan kami keimanan
Membimbing kami menuju ketaqwaan
Ya Rasulullah Shollallahu Alaihi Wassallam
Kepadamu sholawat dan salam kami tujukan
Berharap syafaat mu di hari kemudian
Semoga kami umatmu mendapatkan pengampunan

Puisi Keempat

Rasulullah Menyuruh Kita

Karya: Taufik Ismail

Rasul menyuruh kita mencintai yatim piatu
Rasul sendiri waktu kecil tanpa ayah, tiada ibunda
Mencintai anak yatim piatu adalah mencintai Rasul kita

Rasul menyuruh kita mencintai orang miskin
Rasul sendiri tanpa harta, dia lelaki yang sungguh miskin
Mencintai orang miskin adalah mencintai Rasul kita

Rasul menyuruh kita mencintai orang lapar
Rasul sendiri ketat ikat pinggangnya, tak pernah longgar
Mencintai orang lapar adalah mencintai Rasul kita

Rasul menyuruh kita mencintai orang-orang tergilas
Rasul sendiri teladan ketegaran ketika ditindas
Mencintai orang tertindas adalah mencintai Rasul kita

Rasul menyuruh kita mencintai hewan, pohon dan lingkungan
Rasul sendiri lemah lembut pada kucing kesayangan
Mencintai satwa dan alam lingkungan adalah mencintai Rasul kita

Rasul menyuruh kita santun dalam beda pendapat
Rasul sendiri tidak marah bila beliau didebat
Santun dalam beda pendapat adalah mencintai Rasul kita

Kita cintai orang-orang lapar dan berkekurangan
Kita cintai orang-orang tertindas, dimanapun mereka
Kita cintai anak yatim dan piatu

Pada Rasulullah kita bersangatan cinta
Gemetar kami dalam dzikir
Gagap kami menyanyikan shalawat

Tiada cukup butir tasbih
Tiada memada kosakata
Dalam membalas cintanya
Secara sederhana

Puisi Kelima

Muhammad Nabiku

Karya: Hengki Kumayandi

Engkau penerang zaman
Saat gulita menyelimuti bumi
Saat huru-hara merajai hari
Saat kezaliman menyebar ke negeri-negeri

Engkau kabarkan pada kami
Tentang perintah-perintah untuk berbakti
Tentang keagungan-Nya Yang Maha Tinggi

Engkau perangi mereka yang memerangimu dan engkau menghalangimu menyebar kabar
Hingga cahaya Islam mampu menyebar
Engkau rangkul mereka-mereka yang tersesat
Kau ajak menghadap-Nya untuk bertobat

Sholawat untukmu
Salam untukmu
Nabi tercintaku

Puisi Keenam

Tangisku di Bulan Rabiul Awal

Karya: Ozy V. Alandika

Ya Nabi Salam Alaika
Aku menangis ketika membaca cerita
Engkau berdakwah di tengah siksa
Di saat kaum Quraisy menebar keji merajalela

Ya Nabiku Muhammad SAW
Demi langit, bumi dan segala isinya
Engkau benar-benar berbudi pekerti agung

Sabar dengan sebaik-baiknya sabar
Percaya dengan sebaik-baiknya dipercaya
Cinta dengan sebaik-baiknya mencinta
Peduli dengan sebaik-baiknya kepedulian

Ya Nabi Ya Rasulullah
Betapa tak sanggup aku mendengarmu dilempari batu
Padahal Engkau hanya berkisah tentang kebaikan
Mengajak mereka kaum Thaif dengan senyuman
Tersenyum rela dan penuh dengan kerendahan

Apalah daya ketika batu sudah digenggaman
Sandal Rasulku dipenuhi darah yang memerah
Mengalir hingga tumit-tumit kaki
Tanpa ada sedikit pun rasa benci

Ya Rasul Salam Alaika
Tangisku di bulan Rabiul Awal sungguh tidak ada artinya
Tapi Engkaulah teladan bagiku dan umat manusia
Aku akan terus bershalawat memuji dan mengagungkan namanya
Seraya berharap untuk bertemu dan bersama-sama di surga

Puisi Ketujuh

Renungan Maulid

Sebelum ia lahir dunia penuh dengan kegelapan
Ada banyak kezaliman melanda alam dunia
Jahiliyah menjadi kata yang tepat
Untuk menggambarkan, betapa buruknya kehidupan

Namun, Allah Subhanahu Wata’ala tidak akan tinggal diam
Membiarkan kezaliman merusak ciptaan-Nya
Diutuslah seorang Rasul, dari keturunan mereka
Di mana kelak ia akan memimpin umatnya

Untuk menyebarkan Islam ke penjuru dunia
Gelap dan terang selalu beriringan
Kelahiran Rasulullah merupakan pertanda
Akan datangnya cahaya yang menerangi kehidupan

Memberikan teladan dalam bersikap melalui keyakinan
Mengubah akhlak dengan contoh diri yang mutlak
Kini Rasulullah telah tiada
Menutup semua risalah para nabi

Dengan warisan keyakinan agama yang lurus
Agar kita semua selamat
Di dunia maupun di akhirat nanti

Demikian beberapa contoh puisi Maulid Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam yang bisa dijadikan sebagai referensi. Semoga dengan membacakan puisi tersebut dengan penuh penghayatan bisa menambahkan kecintaan kita kepada Beliau Nabi.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru