7 Dampak Buruk Membentak Pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Inilah dampak buruk yang akan terjadi jika orang tua selalu membentak pada anak, dimana akan mempengaruhi tumbuh kembang dan kesehatan mental

INDIFFS.COM – Ada kalanya perilaku anak yang tidak patuh membuat orang tua kesal, hingga pada akhirnya membentak anak. Bahkan mungkin ada yang sampai memukulnya. Padahal hal itu akan memberikan dampak buruk akibat orang tua membentak anak.

Terlebih membentak bisa mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan mental anak. Alih-alih membuatnya sadar, melainkan akan membuatnya terpuruk. Untuk itu, cobalah memarahi nya dengan cara yang baik dan lebih positif. Karena dengan cara ini akan membuat anak lebih mengerti dan memahami jika perbuatan yang dilakukannya salah.

Dari pada membentak nya yang justru akan memberikan efek atau dampak negatif. Dimana, ini akan memicu tumbuhnya sikap agresif, memperburuk perilaku, hingga mengubah perkembangan otak anak.

Dampak Buruk Membentak Anak

Berikut ada beberapa dampak buruk atau bahaya jika terlalu sering membentak pada anak:

1. Membuat Anak Lebih Agresif

Alasan pertama mengapa orang tua tidak boleh sering memarahi anak, ini akan menumbuhkan sikap padanya yang lebih agresif atau kasar. Hal ini terjadi karena anak dapat meniru apa yang dilakukan orangtuanya. Jika kamu sering membentak dan memarahi mereka, kemungkinan mereka juga dapat meniru perilaku buruk ini.

Bahkan sebuah penelitian menyatakan bahwa membentak anak hanya akan membuat mereka lebih agresif, baik secara fisik maupun verbal.

2. Tumbuh Menjadi Anak yang Pemarah

Dampak buruk selanjutnya jika kamu terlalu sering memarahi anak, kemungkinan ia akan tumbuh menjadi seorang yang pemarah. Hal ini terjadi karena anak yang sudah sering dibentak dan dikasari cenderung akan mudah marah. Ini juga membuat anak akan meluapkan emosi mereka dengan bentakan, bahkan terkadang juga dengan main fisik kepada orang lain.

3. Menjadikan Anak Merasa Tidak Berharga

Jika orang tua terlalu sering membentak dan memarahi anak ini akan membuat dirinya merasa tidak berharga. Ini terjadi lantaran ia saking seringnya merasakan bentakan seorang orang tua, jadi olah-olah ia merasa tidak berharga. Karena memang semua manusia termasuk anak, tentu merasa ingin disayangi dan dihargai, apalagi oleh orang terdekat nya, terutama orangtua.

4. Memperburuk Perkembangan Anak

Dampak buruk selanjutnya ialah akan mempengaruhi perkembangan anak, terutama akan mengubah perkembangan otak. Tentunya ketika anak dimarahi, pikirannya akan berantakan. Selain itu juga, segala hal yang sifatnya kasar dalam memarahi anak dinilai mampu mengubah perkembangan otak anak.

Bahkan sejumlah ahli mencoba untuk membuktikan hal ini dengan melakukan pemindaian MRI kepala terhadap para partisipan yang pernah mengalami kekerasan verbal dari orangtuanya dan yang tidak menerimanya.

5. Menyebabkan Anak Depresi

Alasan selanjutnya mengapa orang tua jangan membentak anak ialah akan membuat anak depresi. Dimana depresi ini sering ditandai dengan rasa sedih yang berkepanjangan. Bahkan bisa kehilangan minat terhadap kegiatan-kegiatan yang biasanya kita lakukan dengan senang hati.

Tentunya ini akan muncul ketika anak mulai tumbuh dewasa nanti. Tentunya ini sangat berakibat buruk bagi anak, karena hal ini akan memberikan memori yang tidak baik pada anak.

6. Membuat Anak Menjadi Anti Sosial

Anti sosial ini merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan pengabaian terhadap orang lain. Tentunya gangguan sosial ini akan muncul pada anak jika terlalu sering dibentak.

Karena memang, pasalnya memarahi dan membentak anak bukanlah cara mendisiplinkan yang baik. Justru malah sebaliknya, yang akan mengganggu kesehatan mental dan fisik anak.

7. Membuat Anak Menjadi Tertutup

Dampak buruk terlalu sering membentak anak ialah bakal membuat anak menjadi tertutup. Ini juga sering terjadi, dimana tanpa disadari anak akan menutup diri dari lingkungan sosialnya. Hal ini juga menyebabkan anak akan kesulitan berteman dan sulit percaya dengan orang lain.

Ini terjadi karena, anak juga merasa tidak nyaman untuk bercerita masalahnya pada orang tua, dan ini berakibat hubungan orang tua dan anak menjadi semakin jauh.

8. Tumbuh Menjadi Anak yang Pendendam

Kekerasan dan bentakan yang diterima oleh anak, baik secara fisik maupun verbal, akan tersimpan dalam memori otak anak. Hal ini akan menimbulkan rasa kecewa yang mendalam atas perbuatan orang tuanya. Bahkan terkadang seorang mampu anak menyimpan rasa sakit hati dan dendam akan perbuatan orang tuanya.

Itulah beberapa dampak buruk yang akan terjadi apabila orang tua sering membentak pada anak. Bukan hanya mengganggu kesehatan mental namun ini juga akan mempengaruhi pertumbuhan fisik anak.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru