7 Fakta Menarik Santa Claus, Tokoh Ikonik Saat Perayaan Natal

Hani Hnsa 0 Komentar

Santa Claus atau Sinterklas identik dengan perayaan Natal dan populer di kalangan umat Katolik dan Kristiani di berbagai belahan dunia.

INDIFFS.COM – Saat perayaan Natal tiba, anak-anak di penjuru dunia selalu menunggu sosok Santa Claus. Seorang kakek berjenggot putih lebat, berdahi lebar, serta memiliki kemurahan hati karena gemar memberi pernak-pernik hadiah Natal kepada mereka.

Natal, figur paling ikonik yang menggambarkan suasana hari raya tersebut adalah Sinterklas (Santa Claus). Sinterklas dikenal sebagai sosok yang gemar memberikan hadiah kepada anak-anak saat Natal.

Fakta Menarik Santa Claus

Sinterklas digambarkan sebagai kakek berjanggut putih dan mengenakan jubah merah. Ia juga identik dengan penampilannya yang bertubuh besar dengan perut yang buncit. Lantas, apakah kamu tahu bahwa Sinterklas itu sebenarnya tidak selalu buncit? Atau ternyata dia tidak selalu mengenakan jubah merah?

Melansir dari berbagai sumber, berikut deretan fakta menarik terkait Santa Claus (Sinterklas):

1. Memiliki Banyak Nama Panggilan

Santa Claus dalam kebudayaan populer juga memiliki banyak nama panggilan berbeda di tiap wilayah atau negara tertentu. Di Indonesia sendiri sosok yang digambarkan sebagai pria tua berjenggot putih dengan topi beanie ini populer dengan nama Sinterklas.

Namun, tak hanya Indonesia negara-negara lain juga memiliki sebutan-sebutannya sendiri. Termasuk Father Christmas di Amerika Serikat, Kris Kringle di Kanada, Papa Noël di Prancis, Weihnachtsmann di Jerman, Dun Che Lao Ren di China, hingga Babbo Natale di Italia.

2. Nama Santa Claus Berasal dari Belanda

Cerita bermula ketika warga Belanda bermigrasi ke koloni dunia baru. Mereka saat itu membawa cerita legenda Sinterklas yang berasal dari bahasa Belanda untuk Saint Nicholas.

Pada akhir 1700-an, kisah Sinterklas yang murah hati mencapai budaya pop Amerika. Seiring berjalannya waktu, nama itu berkembang menjadi Santa Claus.

3. Sinterklas Tidak Sepenuhnya Fiktif

Kita mengenal Sinterklas sebagai karakter yang mengantarkan hadiah setiap malam Natal, tetapi ternyata sosok aslinya jauh seperti cerita-cerita. Kisah Sinterklas berasal dari tahun 280 Anno Domini (A.D.).

Saint Nicholas atau kita kenal sebagai Sinterklas merupakan biarawan yang melakukan perjalanan ke perdesaan untuk membantu orang miskin dan orang sakit. Ia terkenal sebagai pelindung anak-anak dan pelaut pada zaman Renaissance. Saint Nicholas menjadi salah satu orang suci paling populer di Eropa.

4. Bukan Berasal dari Kutub

Selama ini banyak yang mengira bahwa Santa Claus tinggal dan datang pada saat perayaan Natal dari Kutub Utara. Namun, sosok Santa sebenarnya merupakan legenda dan tradisi dalam cerita rakyat bagi sebagian besar masyarakat di Eropa.

Adapun, tren budaya populer yang memperlihatkan bahwa Santa berasal dari kutub berasal dari kartunis Jerman bernama Thomas Nast yang membuat gambar Natal untuk majalah Harper’s Weekly pada 1866. Dari sinilah Santa identik dengan fantasi bahwa dia berasal dari Kutub Utara.

5. Seorang Santo yang Tidak Ada di Alkitab, Namun Paling Terkenal

Santo Nicholas adalah seorang Santo non-Alkitab yang paling popular di dunia, terbukti dengan banyaknya gereja di dunia yang mendedikasikan dirinya untuk sosok Santo satu ini. Seperti 2.000 gereja di Prancis dan Jerman, serta 400 gereja di Inggris. Para seniman juga paling sering menggambarkan Santo Nicholas dibandingkan dengan orang suci dalam Alkitab lainnya, kecuali Maria.

6. Perutnya Tidak Selalu Buncit

Pada 1809, ada seorang penulis bernama Washington Irving yang membantu membentuk citra Sinterklas dalam bukunya yang berjudul ‘Knickerbocker’s History of New York’. Dalam novel itu, Saint Nicholas digambarkan sebagai sosok pria yang kurus serta merokok di atas atap dalam sebuah gerobak yang mengantarkan hadiah kepada anak-anak yang baik dan kemudian beralih ke yang buruk.

7. Jenazah Menjadi Rebutan Para Pelaut Italia

Pada tahun 1087, beberapa orang melakukan ekspedisi khusus untuk menemukan makam-makam orang suci Kristen. Dalam ekspedisi itu mereka berhasil menemukan makam Santo Nicholas, namun jenazah tersebut diusik oleh para pelaut Italia yang akhirnya merampas jenazah tersebut. Para pelaut itu membawa jenazah menuju kota Bari, Italia, dan menyimpannya hingga hari ini.

Demikian deretan fakta menarik terkait Santa Claus atau Sinterklas yang menjadi ikon ikonik Hari Natal.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru