7 Tips Mengatasi Stres Untuk Anak Remaja, Yuk Terapkan!

Resa Azzahra 0 Komentar

Banyak remaja mengalami manifestasi dari stres yang diantaranya berupa depresi, kecemasan. Sebaiknya kenali cara mengatasi stres berikut ini!

Indiffs – Stress dapat menyerang semua orang tanpa mengenal usia. Maka tak heran jika sekarang, banyak remaja yang mengalami stres. Tapi, tidak perlu khawatir karena sebenarnya stres merupakan hal normal yang pernah dialami oleh setiap orang. Karena perubahan ini terjadi secara cepat, banyak remaja mengalami manifestasi dari stres yang diantaranya berupa depresi, kecemasan, pola makan dan tidur tidak teratur, serta berbagai hal lainnya. Masalah-masalah ini pun akan sangat mengganggu kesehatan fisik dan emosi. Untuk itu, sebaiknya kenali cara mengatasi stres yang bisa dilakukan oleh anak remaja, seperti beberapa tips berikut ini:

1. Tidur Yang Cukup

Tidur dapa memengaruhi fungsi otak anak. Anak remaja dikenal begadang semalaman menonton drama, bermain game atau bermain media sosialnya. Tetapi penting untuk berbicara dengan anak tentang mendapatkan istirahat malam yang baik untuk membantu mengatasi stres nya. Saat tidur, otak dapat bersantai dan memprogram ulang, tetapi jika anak mama hanya tidur selama lima jam atau kurang, ini berisiko pada peningkatan kecemasan dan tingkat stres, bahkan bisa merasa gelisah dan putus asa.

2. Makan Sehat

Dengan memakan makan sehat juga termasuk hal yang harus dibiasakan oleh anak remaja setiap hari guna meningkatkan kesehatannya tidak terkecuali kesehatan mental. Pasalnya, jika terlalu banyak makan makanan asin dan manis tidak hanya dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik tetapi juga bisa menyebabkan fluktuasi dalam cara anak merasakan dan menghadapi stres. Untuk itu, sebaiknya dorong anak remaja Anda untuk menghentikan kebiasaan makan makanan asin dan manis secara berlebihan.

3. Olahraga

Dengan berolahraga dapat membantu membakar adrenalin yang dibuat selama masa-masa stres. Berolahraga meskipun sekadar berjalan cepat atau lari berpotensi membuat anak remaja Anda merasa lebih baik tatkala mereka dilanda stres. Kedua, olahraga mampu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan yang mana hal ini bisa sekaligus memudahkan anak untuk mengatasi stres emosional dan fisik. Untuk itu, hal ini sangat bagus untuk menghilangkan stres karena beberapa alasan.

4. Mengikuti Yoga

Apabila anak tidak tertarik untuk berolahraga, maka, mungkin bisa untuk menyarankan anak mengikuti yoga. Yoga yang dikenal baik untuk kesehatan fisik dan mental. Sehingga berlatih yoga akan membantu anak remaja belajar bagaimana merilekskan pikiran dan tubuhnya dengan pose sederhana. Selain itu, belajar yoga juga bisa dilakukan di rumah saja, ada banyak video di online yang dapat ditonton anak untuk membantunya berlatih yoga.

5. Hindari Minum Kafein Berlebih

Minuman kafein tak hanya didapatkan dari kopi saja, namun juga bisa dari teh hitam, teh hijau, soda, cokelat hitam, dan minuman berenergi. Jadi lihatlah sekeliling rumah untuk melihat apa yang anak minum sepanjang hari, dan bicarakan dengannya tentang mengganti minuman tersebut dengan air, untuk membantu tubuh dan mengatasi kecemasan nya. Jika melihat anak kurang mengkonsumsi air putih, namun lebih banyak mengkonsumsi minuman kafein, ini harus segera dikurangi. Kelebihan kafein dalam minuman, dapat meningkatkan perasaan cemas.

6. Luangkan Waktu Untuk Hobi

Saat anak meluangkan waktu untuk kegiatan yang membuatnya bahagia, maka itu bisa membantunya secara keseluruhan. Bicara lah dengan remaja tentang bagaimana ia ingin menghabiskan waktu untuk melakukan apa yang diinginkan. Untuk itu, sebaiknya ada dorongan dari orang tua untuk meluangkan waktu, paling tidak dengan melakukan kegiatan favorit anak supaya membantunya lebih bersantai. Lihat apakah kegiatan favorit anak, apakah itu kerajinan tangan, membaca atau olahraga.

7. Menulis Jurnal/Diary

Pertimbangkanlah untuk memberikan anak remaja Anda sebuah jurnal yang menarik supaya mereka bersemangat untuk mengisinya. Karena anak remaja Anda menuliskan hal-hal yang membebani pikirannya ke dalam sebuah jurnal, itu akan memberikan izin ke otak mereka untuk melupakan hal-hal yang membebani tersebut sementara waktu. Plus, menulis Diary juga dapat menjadi terapi untuk membaca entri lama dan memikirkan seberapa jauh anak telah melangkah sejak itu.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru