8 Cara Ampuh Mengatasi Kebiasaan Ngiler Saat Tidur

Wiwin Indriani 0 Komentar

Ngiler saat tidur dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Lakukan cara-cara berikut untuk mengatasinya

Indiffs – Ngiler terjadi karena air liur di mulut terakumulasi dan secara tidak sadar menetes karena otot-otot wajah yang rileks dapat menyebabkan mulut terbuka. Memproduksi air liur berlebih dikenal juga sebagai sialorrhea atau hypersalivation. Nah, bagi kamu yang ingin menghilangkan kebiasaan ngiler saat tidur, kamu dapat mencoba caranya berikut ini!

Cara Mengatasi Kebiasaan Ngiler

Meskipun meneteskan air liur saat tidur adalah normal, namun dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, air liur yang berlebihan dapat menyebabkan bibir pecah-pecah, bau mulut, dehidrasi, dan perasaan malu. Maka dari itu, lakukan cara-cara berikut yang dilansir dari beberapa sumber untuk mengatasinya:

1. Ubah Posisi Tidur

Tindakan termudah yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi kebiasaan ngiler saat tidur adalah mengubah posisi tidur. Apabila kamu terbiasa tidur miring atau tengkurap, cobalah beralih ke posisi terlentang. Saat mengubah posisi tidur, kamu mungkin perlu mendapatkan bantal baru untuk tidur dengan nyaman.

Orang yang tidur di samping biasanya menggunakan bantal yang lebih tebal daripada yang digunakan untuk tidur terlentang, sedangkan yang tidur tengkurap menggunakan bantal yang jauh lebih tipis, atau tanpa bantal sama sekali. Jika kamu mengalami kesulitan untuk tetap telentang sepanjang malam, letakkan bantal tambahan di sepanjang sisi tubuh kamu untuk membantu tetap pada posisinya.

2. Membersihkan Hidung

Hidung tersumbat adalah salah satu alasan kamu memiliki kebisaan ngiler saat tidur. Hidung tersumbat menyebabkan kamu bernapas melalui mulut. Sebelum tidur, sebaiknya kamu mandi dengan air panas. Lalu gunakan juga minyak kayu putih untuk membantu agar kita bisa bernapas lega. Selain itu, menggunakan minyak kayu putih sebelum tidur dapat membantu tidur kamu nyenyak.

3. Obati Gangguan Pencernaan GERD

Gastrointestinal reflex disorder (GERD) adalah gangguan pencernaan di mana isi perut kamu mengalir kembali ke esofagus dan bisa merusak lapisan tersebut. GERD menyebabkan disfagia (kesulitan menelan) atau membuat kamu merasa seperti memiliki benjolan di tenggorokan. Perasaan ini menyebabkan air liur yang berlebihan bagi sebagian orang.

4. Gangguan Menelan

Disfagia adalah istilah untuk setiap kondisi yang menciptakan kesulitan dalam menelan. Jika kamu meneteskan air liur berlebihan, air liur kamu mungkin menjadi gejala peringatan. Parkinson, distrofi otot, dan bahkan beberapa penyakit yang dapat menyebabkan disfagia dan menyebabkan kesulitan menelan ludah kamu.

5. Gunakan Perangkat Mandibula

Perangkat mandibula adalah jenis alat yang Anda pakai di mulut saat Anda tidur. Mereka dirancang untuk membantu mengurangi air liur, mendengkur, dan menggertakkan gigi dengan menjaga bibir Anda tetap tertutup dan lidah serta gigi Anda di tempat yang tepat.

6. Minum Air Putih dan Irisan Lemon

Air liur memang memainkan peran penting melindungi tubuh dari infeksi, namun jika berlebihan tentu akan membuat tidak nyaman. Untuk mengatasinya, minumlah lebih banyak air putih dan menggigit irisan lemon. Rasanya yang asam selain menyegarkan juga efektif mengurangi produksi air liur berlebih.

7. Berobat Ke Dokter

Jika liur yang keluar selama tidur malam sangat berlebihan sampai tampak seperti banjir, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Apalagi jika sampai disertai gejala lain misalnya kesulitan bernapas atau pembengkakan bibir atau wajah. Ngiler yang parah bisa menyebabkan iritasi dan kerusakan kulit.

Produksi air liur yang terlalu banyak juga berisiko menyebabkan kamu tersedak saat tidur yang bisa membahayakan. Ketika menarik napas, liur yang menggenang dapat mengalir masuk ke dalam paru-paru dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi paru-paru yang disebut pneumonia aspirasi.

8. Cobalah Terapi Wicara

Terapis wicara dapat mengajari kamu latihan yang memperkuat otot lidah dan rahang, meningkatkan stabilitasnya. Dengan terapi wicara, kamu mungkin bisa menelan lebih baik, bernapas lebih baik dengan mulut tertutup, dan mengurangi air liur

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru