8 Fakta Unik Suku Bajo, Jadi Inspirasi Film Avatar 2: Way of Water

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Siapa sangka Suku Bajo yang memiliki fakta unik bisa menjadi inspirasi di film Avatar 2, tepatnya menjadi Suku Metkayina di film Avatar 2.

INDIFFS.COM – Siapa sangka, ternyata film Avatar: The Way of Water  yang tengah tayang di bioskop terinspirasi dari Suku Bajo yang ada di Indonesia. Suku itu dikenal dengan nama Bajau, Badjaw, Sama, atau Same.

Sutradara James Cameron sendiri mengaku melakukan banyak riset untuk menciptakan karakter Suku Metkayina. James Cameron juga meneliti bahwa budaya dari suku-suku yang hidup berdampingan dengan laut, dan ia terinspirasi dengan Suku Bajo.

Menurut James Cameron suku ini terlihat menarik karena mampu hidup di atas air di rumah panggung. Bahkan bisa menyelam hingga dalam waktu hingga 13 menit, tanpa bantuan alat napas atau tabung oksigen apapun di dalam air.

Itulah mengapa sang sutradara James Cameron , memilih tempat ini menjadi untuk menciptakan karakter Suku Metkayina di film Avatar 2.

Fakta Menarik Suku Bajo

Merangkum dari berbagai sumber, dibawah ini merupakan sejumlah fakta menarik terkait Suku ini.

1. Tidak Memiliki Kewarganegaraan

Siapa sangka ternyata suku yang satu ini merupakan kelompok pengembara yang tidak memiliki kewarganegaraan. Meski aslinya berasal dari daerah Filipina Selatan. Namun negara itu pun bahkan tidak mengakui status legalitas kewarganegaraan suku ini.

Lebih dari itu, suku yang satu ini tersebar di tiga Negara. Diantaranya, Indonesia, Malaysia dan Filipina.

2. Lahir Hingga Mati Berada di Perahu

Orang Bajau menghabiskan seluruh kehidupannya di atas perairan dengan menggunakan perahu. Mulai dari melahirkan, menjalani kehidupan hingga mati, semua terjadi di perahu mereka.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka akan ikan. Kemudian hasilnya akan ditukar dengan barang milik penduduk di daratan Indonesia.

3. Beragama Islam

di samping karakteristiknya yang unik sebagai nomaden atau pengembara laut tersebut, masyarakat Bajau ternyata beragama Islam. Bahkan, ketika ada kerabat yang meninggal masyarakat Bajau tetap melakukan tradisi penguburan jenazah terutama masyarakat Bajau yang beragama Islam.

Mereka semua melakukan ritual layaknya orang Islam pada umumnya seperti memandikan jenazah hingga prosesi penguburan.

4. Erat dengan Maritim

Bukan hanya mencari ikan, sebagian masyarakat Bajau juga telah belajar budidaya beberapa komoditas bahari seperti lobster, ikan kerapu, atau udang.

Bahan kehidupan masyarakatnya yang begitu sederhana dan berkutat pada lingkup bahari, kerap membuat mereka lupa dan tidak terlalu memperhatikan terkait hal permukiman tetap.

5. Perahu Terparkir di Depan Rumah

Karena memang, secara kehidupan mereka hidup dan tinggal di laut dan transportasi sehari-harinya ialah perahu. Nah, biasanya perahu-perahu inilah yang sering terparkit di depan Rumah mereka.

Karena hidup nomaden, pemerintah membangun Taman Nasional Kepulauan Togean untuk mengatasi masalah permukiman, ekonomi, pendidikan. Hal ini agar anak-anak Bajau bisa lanjut sekolah hingga jenjang perguruan tinggi.

6. Tak Dapat Baca dan Tulis

Ini menjadi salah satu fakta unik yang belum banyak diketahui oleh orang-orang. Bahkan, sebagian besar dari mereka tidak bisa berbahasa Indonesia secara fasih.

Namun, mereka malah menggunakan bahasa seperti melayu Malaysia. Mereka juga dikenal tidak terlalu mementingkan pendidikan formal. Sebagai konsekuensinya, mereka tak mengenal huruf dan tak bisa baca tulis.

7. Tidak Tahu Umur Mereka

Kehidupannya yang sering berpindah-pindah dari perairan satu ke perairan lainnya membuat suku Bajau tidak begitu mementingkan pendidikan bagi keturunannya. Al hasil mereka tidak bergitu mempermasalahkan jumlah umur yang dimiliki.

Mereka juga tidak menghitung jumlah umur bahkan mungkin mereka tidak pernah mengingat kapan mereka lahir. Bagi mereka laut telah memberikan segalanya yang mereka butuhkan dan itulah yang terpenting dalam kehidupan mereka.

8. Bisa Menyelam 70 Meter Sekali Nafas

Satu hal yang unik adalah bahwa anak-anak suku Bajau telah dilatih untuk bertahan hidup di laut. Bahkan, sejak dini mereka diajari cara berenang dan menyelam, mereka juga di latih cara menangkap ikan di lautan lepas.

Mengutip dari Indonesia.go.id, Suku tersebut memiliki keahlian menyelam lautan hingga kedalaman 70 meter, hanya dengan sekali tarikan napas.

Mereka sama sekali tidak memerlukan baju khusus dan alat bantu pernapasan. Mereka hanya memakai kaca mata renang yang terbuat dari kayu untuk mencegah air masuk ke mata.

Itulah sejumlah fakta menarik dan unik dari Suku Bajo, Indonesia yang menjadi inspirasi di Film Avatar 2: Way of Water. Bagaimana pendapatmu?

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru