8 Kesalahan Saat Mengisi Daya Handphone, Sering Dilakukan

Admin 0 Komentar

Kesalahan saat mengisi daya handphone dapat membuat baterai menjadi cepat habis atau daya ponsel menurun secara drastis.

INDIFFS.COM – Kesalahan saat mengisi daya handphone atau Smartphone dapat membuat baterai menjadi cepat habis atau daya ponsel menurun secara drastis. Oleh sebab itu, kesehatan baterai perlu dijaga agar smartphone tetap bisa digunakan dengan maksimal. Namun sebelum itu perlu diketahui kesalahan-kesalahan yang dilakukan saat mengecas atau mengisi daya (charging) yaitu berikut ini.

Kesalahan Saat Mengisi Daya

Berikut ini ada beberapa kesalahan-kesalahan yang mungkin sering dilakukan saat mengisi daya handphone:

1. Menunggu Baterai hingga 0%

Kesalahan pertama yang mungkin sering dilakukan yaitu menunggu baterai habis total. Mengisi daya saat kapasitas baterai 0% berisiko mengurangi umur baterai smartphone. Sebaiknya charge kembali daya Smartphone ketika baterai dibawah 30% dan tidak kurang dari 15%

2. Mengisi Daya Smartphone dari 0% sampai 100%

Persentase optimum untuk baterai Li-on yang banyak digunakan sekarang adalah untuk menjaga mereka di kondisi 50% atau lebih. Pengisian dengan interval 40%-80% adalah kisaran yang direkomendasikan. Sementara pengisian sampai mencapai 100% tidak akan persis membunuh baterai kamu, tapi secara bertahap akan mengurangi umur baterai. Hal ini juga berlaku pada pengecasan ponsel di bawah 20%.

3. Tidak Menggunakan Charger yang Orisinil

Kesalahan saat mengisi daya yang berikutnya adalah tidak menggunakan pengisi daya orisinil. Karena, penggunaan adapter dan kabel yang abal-abal bisa merusak komponen baterai. Selain menggunakan adapter dan kabel charger orisinil, pengguna juga bisa membeli di gerai aksesoris yang terpercaya kualitasnya dan kompatibel dengan perangkatmu.

4. Kabel Charger Terlalu Panjang

Semakin panjang kabel charger akan mengakibatkan power yang mengalir dari sumber daya akan memberikan efek panas pada ponsel kalian. Coba kamu perhatikan, pada saat membeli powerbank, pasti kamu akan mendapatkan kabel yang lebih pendek. Itu guna menghindari daya yang hilang akibat efek panas, karena kabel yang panjang,

5. Sering Menggunakan Powerbank

Kebutuhan dalam menggunakan hp membuat kita bergantung pada powerbank, namun ternyata powerbank tidak baik untuk smartphone jika digunakan terlalu sering. Pasalnya, panas yang dipancarkan dari pengisian akan merusak baterai ponsel secara berkala.

Jadi, usahakan sebisa mungkin janganlah menggunakan powerbank. Cukuplah gunakan ketika lagi di luar atau memang di saat darurat, seperti pada saat mati lampu atau ditempat umum, yang memang tidak ada steker atau colokan listrik

6. Menggunakan Handphone Ketika Di Charger

Selain membuat baterai rusak, aktivitas ini akan membuat ponselmu menjadi cepat panas dan rusak. Disarankan, saat mengisi daya handphone tinggallah sejenak aktivitas berponsel. Dan jika ingin baterai ponsel lekas terisi maka kamu bisa non-aktifkan jaringan (airplane Mode).

Jadi, tak ada alasan kamu masih menggunakan ponsel ketika sedang di-charge. Karena saat ini pabrikan ponsel pun terus mengembangkan mekanisme pengisi daya, salah satunya dengan menghadirkan fitur fast charging atau pengecasan kilat.

7. Charger dalam Waktu Lama

Melakukan pengisian ulang baterai sambil mengistirahatkan aktivitas ponsel tentu baik dilakukan, contohnya pada malam hari. Tapi, jangan sampai aktivitas ini dilakukan terlalu lama, misalnya ketika ditinggal tidur. Karena saat ini dengansemakin canggihnya fitur pengisi daya handphone, maka waktu yang dibutuhkan relatif cepat, yakni hanya membutuhkan waktu 1 sampai 1 1/2 jam untuk melakukan pengecasan maksimal.

Jika ponsel terus terisi arus listrik dalam waktu lama, maka tak hanya baterai yang akan rusak, tapi juga merusak sirkuit elektronik di dalamnya, bahkan adapter ponsel bisa jadi sangat panas dan membahayakan. Banyak kasus yang mengabarkan jika ponsel terbakar atau meledak akibat di-charge terlalu lama, karena pemiik ponselnya tertidur.

8. Membiarkan Adapter Tertancap di Stopkontak

Smartphone sekarang ini mampu menghentikan pengisian daya ketika baterai sudah terisi penuh (0-100 persen). Namun, hal tersebut tidak mengindikasikan kabel pengisi daya juga berhenti menghantarkan listrik. Nah, untuk menjaga kesehatan dari kabel dan adaptor pengisi daya, segera cabut adaptor dari stopkontak untuk menghentikan aliran listrik.

Demikian kesalahan dalam mengisi daya yang perlu kita hindari, jengan dilakukan lagi yaaa.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru