9 Cara Menjadi Istri Sholeha Sesuai Ajaran Islam, Ketahui!

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Menjadi Istri yang sholeha menjadi idaman bagi semua wanita, dan berikut beberapa cara menjadi istri yang sholeha sesuai ajaran islam.

INDIFFS.COMCara Menjadi Istri Sholeha – Sebaik baiknya perhiasan Dunia ialah istri yang sholeha. Istri yang sholeha ialah yang mampu menghadirkan kebahagiaan di depan mata suaminya, walau hanya sekadar dengan pandangan mata kepadanya. Seorang istri diharapkan bisa menggali apa saja yang bisa menyempurnakan penampilannya, memperindah keadaannya di depan suami tercinta.

Mendapatkan istri sholeha merupakan idaman setiap lelaki, karena memiliki istri yang solehah lebih baik dari dunia beserta isinya. Menjadi istri shalehah memiliki keutamaan serta kemuliaan, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khatthab Radhiyallahu ‘anhu,

 أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرٍ مَا يَكْنِزُ ا رْملَْءُ، ا رْملَْأَةُ الصَّالِحَةُ إِذَا نَظرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ، وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ، وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ .

“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shaleha yang bila dipandang akan menyenangkan nya, bila diperintah akan menaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (HR. Abu Dawud )

Itulah mengapa pentingnya menjadi istri yang sholeha, lalu bagaimana cara menjadi seorang istri yang sholeha dalam ajaran Islam? Agar mendapatkan kebahagiaan Dunia dan Akherat.

Selalu Bersyukur

Cara menjadi istri yang sholeha ialah dengan menerapkan prinsip selalu bersyukur. Perlu diketahui bahwa rezeki sudah ada yang mengaturnya, dan tidak mengeluh terhadap pendapatan suami yang tidak memenuhi harapan mu. Perintah bersyukur ini sebagaimana firman Allah SWT, 

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu,dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran: 145)

Bertutur Kata yang Lemah Lembut

Sebagai seorang wanita sebaiknya menjaga tutur kata, dan jangan sesekali berkata kasar terhadap suami. Ketika kamu berbicara lembut, tentunya suami akan menghargai kamu sebagai istrinya. 

Mendahulukan Perintah Suami dari Orang Tua

Memang menaati perintah orang tua menjadi hal yang utama, namun jika setelah menikah yang menjadi prioritas utama adalah suami. Sebagai mana tertuang dalam hadist riwayat berikut,

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam bersabda, “Andai boleh kuperintahkan seseorang untuk bersujud kepada yang lain tentu kuperintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya,” (HR. Tirmidzi no 1159, dinilai oleh Al-Albani sebagai hadis hasan shahih).

Berdasarkan hadits di atas maka seorang istri berkewajiban untuk lebih mendahulukan hak suami daripada orangtuanya jika tidak mungkin untuk menyelaraskan dua hal ini.

Menutup Aurat

Sebagai muslimah, salah satu perintah Allah SWT adalah menutup aurat selain muhrim nya. Suami adalah yang paling berhak akan istrinya. Perintah menutup aurat ini terdapat pada Quran Surat Al Ahzab: 59, 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbab nya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Tampil Cantik Hanya untuk Suami

Tidak harus berdandan tebal, cukup dengan berpakaian rapi, menjaga kebersihan diri, rambut tersisir dengan baik, dan memberikan senyuman manis saat suami pulang, itu sudah lebih dari cukup. Ini juga sebagai bentuk penghargaan dan perhatian untuk suami, yang mungkin sudah merasa penat dengan rutinitas hariannya. 

Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, “Sebaik-baik wanita adalah seorang istri yang membahagiakan suaminya ketika dia memandangnya, menaatinya ketika dia memerintahkannya, dan tidak menentangnya dalam urusan diri dan hartanya sehingga menyebabkan kebencian nya.” (HR Ahmad, Nasa’i, dan Hakim).

Pandai Menjaga Rahasia Suami

Cara menjadi istri yang sholeha selanjutnya ialah senantiasa menjaga rahasia suami. Konflik memang selalu terjadi dalam urusan rumah tangga, namun bila konflik ini terjadi sebaiknya kamu simpan saja berdua dan jangan sampai orang lain mengetahuinya. Dan menjadi istri shalehah selalu menjaga aib suaminya, lagi pula tidak pantas mengumbar aib suami sendiri. Sebagaimana dalam sebuah hadist diceritakan sebagai berikut:

Asma binti Yazid RA menceritakan bahwasanya ia pernah berada di sisi Rasulullah SAW ketiak kaum lelaki dan wanita juga sedang duduk. Rasulullah SAW kemudian bertanya;

“Barangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?” Maka semua orang yang ada di sana diam, tidak menjawab. Kemudian Asma binti Yazid RA menjawab; “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Rasulullah SAW pun bersabda: “Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.” (HR. Ahmad).

Tidak Mudah Marah

Sebagai istri yang baik hendaknya jangan mudah terpancing emosi, serta tidak mudah untuk menghakimi suami. Istri shalehah akan bertutur kata lembut dan memaafkan perbuatan salah suami, kemudian memberitahukannya dengan cara baik-baik bahwa perbuatan suami itu ialah salah sehingga, suami bisa mawas diri dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Dengan demikian, perselisihan pun bisa dihindari.

Bersegera Ketika Melayani Suami

Kebersamaan akan mempererat dalam hubungan rumah tangga. Dan bagi seorang istri ialah wajib untuk melayani suami, terkecuali dalam keadaan tertentu yang tidak memungkinkan untuk istri memenuhinya (sesuai syar’i). Sebagaimana dalam hadist berikut yang artinya,

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim).

Menjaga Harga Diri dan Kehormatan dengan Sebaik baiknya

Ketika istri tidak sedang bersama dengan suaminya, sebaiknya istri menjaga kehormatannya dengan baik. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda yang artinya,

“Sebaik-baik wanita ialah jika kau pandang ia menyenangkan mu, jika kau perintah ia mentaati mu, jika kau tinggalkan ia menjaga mu dalam hal harta dan menjaga dirinya.”

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru