Beberapa Adab Menjenguk Orang Sakit, Perlu Diperhatikan!

Admin 0 Komentar

Menjenguk orang sakit termasuk amal salih yang dapat mendekatkan kita kepada Allah. Dan perlu diperhatikan beberapa adab menjenguk orang sakit

IndiffsAdab Menjenguk Orang Sakit – Sakit memang tidak enak bagi siapa saja. Namun, hikmah sakit dalam Islam bisa jadi renungan bagi Anda yang mau memahaminya. Memang, rasa sakit dapat membuat orang menyerah dengan penyakitnya. Hal ini membuat mereka jadi mudah mengeluh karena merasa putus asa. Karena itu kita sebagai makhluk sosial alangkah baiknya menjenguk serta memberi dorongan dan semangat kepada orang sakit tersebut.

Namun, penting juga diketahui agar tidak mengganggu kenyamanan orang yang sedang sakit baik saat berada di rumah sakit maupun di rumah pasien. Islam mengajarkan umatnya untuk menjenguk saudara, teman, maupun kerabatnya yang sedang sakit dan mendoakannya agar segera disembuhkan oleh Allah SWT.

Menjenguk orang sakit itu hukumnya sunnah, tetapi sangat dianjurkan. Selain memiliki keberkahan serta pahala yang besar, menjenguk orang sakit memperkuat hubungan antar sesama dan menjaga tali silaturahmi. Ketika seorang muslim menjenguk orang yang sakit, dianjurkan menerapkan adab-adab yang diajarkan Islam.

Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW, yang artinya:

“Hak seorang muslim terhadap muslim lainya ada enam. Sahabat bertanya: Apa saja, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Bila engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam, bila ia mengundangmu maka hadirilah, bila ia meminta nasihat maka nasihatilah, bila ia bersin dan memuji Allah (mengucap: alhamdulillah) maka jawablah (dengan mengucapkan: yarhamukallah), bila ia sakit maka jenguklah, dan bila ia meninggal dunia maka antarkanlah (jenazahnya hingga makam).” (HR Muslim).

Berikut diantaranya adab menjenguk orang sakit yang perlu diperhatikan:

1. Mendoakannya

Adab menjenguk orang sakit pertama yang harus dilakukan seorang muslim adalah membacakan doa menjenguk orang sakit. Ini merupakan adab yang paling utama. Sebab, seorang muslim dianjurkan untuk saling mendoakan antara sesama manusia.

Adapun bacaan doa ketika menjenguk orang sakit adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.

Artinya: “Ya Allah Tuhan manusia. Hilangkanlah segala penyakit, sembuhkanlah, Engkaulah Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali dengan kesembuhan Mu, kesembuhan yang tidak dihinggapi penyakit lagi.”

2. Membawa buah tangan

Ketika menjenguk orang yang sakit, hendaklah kedatangan kita memberikan kesenangan dan keringanan hati bagi orang yang sakit.

Sebagai bentuk keprihatinan juga dukungan moral serta motivasi dan doa, ada baiknya ketika menjenguk orang sakit membawa buah tangan. Hal ini juga disunahkan dan sudah menjadi tradisi di masyarakat Indonesia.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR Bukhari).

3. Duduk di dekat kepala orang yang sakit

Melansir dari inews.id, Adab menjenguk orang sakit berikutnya yakni duduk di dekat kepala si sakit sambil mengusap kepala dan membacakan doa. Ibnu Abbas berkata:

 كَانَ رَسُوْلُ اللهِ إِذَا عَادَ الْمَرِيْضَ جَلَسَ عِنْدَ رَأْسِهِ، ثُمَّ قَالَ سَبْعَ مِرَارٍ: أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمَ أَنْ يَشْفِيَكَ، فَإِنْ كَانَ فِيْ أَجَلِهِ تَأْخِيْرٌ عُفِيَ مِنْ وَجَعِهِ،

“Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila menjenguk orang sakit beliau duduk di dekat kepala orang tersebut. Kemudian beliau berucap sebanyak tujuh kali. “Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, pemilik ‘Arsy yang besar untuk menyembuhkanmu. Maka apabila dalam ajalnya yang datang kemudian, semoga dia diselamatkan (dibebaskan) dari rasa sakitnya.”(H.R Bukhari)

4. Meletakkan tangan pada wajah dan perut orang yang sakit 

Adab menjenguk orang sakit berikutnya yakni meletakan tangan pada wajah dan perut orang sakit.

عَنْ عَائِشَةَ بِنْتِ سَعْدٍ : أَنَّ أَبَاهَا قَالَ : اشْتَكَيْتُ بِمَكَّةَ ، فَجَاءَنِي رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - يَعُودُنِي ، فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَى جَبْهَتِي ، ثُمَّ مَسَحَ صَدْرِي وَبَطْنِي ، ثُمَّ قَالَ : " اللَّهُمَّ ، اشْفِ سَعْدًا ، وَأَتْمِمْ لَهُ هِجْرَتَهُ

Artinya: “Dari Aisyah binti Sa’d dari Ayahnya, bahwa ia berkata; “Aku pernah menderita rasa sakit yang amat berat ketika di Makkah, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang menjenguk dan beliau mengusap wajah dan perutku sambil berdo’a:“Ya Allah, sembuhkanlah penyakit Sa’d dan sempurnakanlah hijrahnya.” (H.R Bukhari).

Memberikan Semangat dan Menunjukan kepedulian

Pada saat menjenguk orang sakit hendaklah membawa kesan positif dengan memberikan semangat serta tunjukan bahwa kita benar-benar peduli pada kondisinya. Tanyakan tentang perkembang kesehatan dan hal lainnya untuk menunjukkan simpati kepadanya.

Dari Ibnu Sinni Rasulullah saw. bersabda:

“Di antara kesempurnaan menjenguk adalah engkau meletakkkan tangannya pada bagian tubuh orang yang sakit sambil bertanya “Bagaimana keadaanmu pagi ini? Atau bagaimana keadaanmu sore ini?” (dari orami.co.id)

5. Memberikan yang diinginkan

Adab menjenguk orang sakit ini pernah ditunjukkan oleh Rasulullah. Dilansir dari orami.co.id menjelaskan,

Pada kitab Sunan Ibnu Majah menceritakan bahwa Rasulullah saw pernah menjenguk seorang lelaki kemudian beliau bertanya:

“Apakah engkau menginginkan sesuatu? Mau kue?” lelaki itu menjawab “Ya”.

Rasulullah SAW. pun mencarikan kue untuknya.

6. Melarang untuk berharap kematian

Orang yang rasa sakit yang ia derita, sering kali orang yang sakit parah ini akan putus asa dan berharap kematian padanya. Pada hal perihal kematian hanya Allah yang maha mengetahui. Tetapi lebih untuk selalu mengingat Allah SWT, bahwa semuanya adalah kehendak-Nya. Sebagaimana yang ditunjukkan Rasul ketiak mengunjungi pamannya.

“Wahai paman! Janganlah engkau mengharap kematian. Sebab bila selama ini engkau berbuat baik, kemudian (umurmu) ditangguhkan, maka itu adalah kebaikan yang ditambahkan kepada kebaikanmu dulu, dan itu baik bagimu.”

“Bila selama ini engkau berbuat tidak baik, kemudian (umurmu) ditangguhkan, lalu engkau diberi kesempatan untuk bertaubat dari kesalahanmu, maka itu pun baik pula bagimu. Maka, janganlah engkau mengharap kematian.” (HR. Ahmad dan Hakim).

sumber: orami.co.id

Nah, itulah beberapa adab menjenguk orang sakit yang diajarkan dalam agama islam. Mendoakan kesembuhan untuk mereka yang sedang sakit karena itu lebih utama.

Wallahua’lam.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru