Adab Ketika Bepergian Dalam Islam, Agar Diberi Keselamatan

Admin 0 Komentar

Mungkin terdengar selepe, namun adab bepergian ini perlu kita ketahui sebagai umat Islam, agar senantiasa dilindungi dalam perjalanan kita.

INDIFFS.COM – Adab bepergian patut untuk kita praktikkan. Dalam Islam, adab ini perlu diketahui agar mendapatkan keselamatan hingga tempat tujuan. Meski terdengar sepele, adab ini wajib dipahami oleh setiap umat Muslim.

Islam sendiri mengajarkan kita adab ketika safar (bepergian jauh), hal ini untuk menjaga diri dari bahaya serta memohon perlindungan Allah SWT sepanjang perjalanan agar diberikan keselamatan.

Dalam Islam, ada anjuran yang sebaiknya kita lakukan selama melakukan perjalanan. Berikut ini adab atau anjuran yang hendaknya di perhatikan:

1. Menjelang Berangkat

Ketika akan bepergian, usahakan Shalat Safar 2 rakaat berdasarkan hadist Ibnu Mas’ud. Demikian juga ketika kembali dari perjalanan, seseorang harus berdoa dua rakaat di masjid sebelum duduk. Ucapkan selamat tinggal atau berpamitan kepada semua keluarga. Jangan lupa, saat meninggalkan rumah sebaiknya bertawakal pada Allah dengan mengucapkan.

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakal kepadanya dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin Allah SWT.”

Setelah itu , ucapkan takbir ketika menaiki kendaraan sebanyak tiga kali dan melafalkan doa naik kendaraan.

  • Kendaraan Darat

Berikut ini doa untuk naik kendaraan darat:

وَاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَسُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِين

“Maha Suci Zat yang menundukkan kendaraan ini kepada kami, padahal kami tidak menguasai sebelumnya. dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

  • Kendaraan Laut

Berikut ini doa untuk naik kendaraan laut:

بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْم

“Dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

2. Tidak Sendirian

Seorang Muslim ketika ingin berpergian jauh atau safar dimakruhkan pergi sendirian, hendaknya bersafar bersama beberapa orang. Sehingga lebih aman dan dapat saling mengingatkan kebaikan, serta melarang kemungkaran pada saat perjalanan. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dalam hadits riwayat Bukhari bersabda:

لو يعلمُ الناسُ ما في الوَحْدَةِ ما أعلَمُ، ما سار راكبٌ بليلٍ وَحْدَه

“Andaikan orang-orang mengetahui akibat dari bersafar sendirian sebagaimana yang aku ketahui, maka mereka tidak akan bersafar di malam hari sendirian.”

3. Selama Perjalanan

Selama dalam perjalanan hendaknya kita mengisi waktu tersebut dengan amalan yang baik. Diantara amalan yang baik kita bisa berzikir, membaca al-Qur’an, buku dan berbicara baik.

Dari Abu Darda’, dia berkata; Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “hendaknya kamu selalu mengucapkan:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

“Maha suci Allah, dan segala pujian bagi Allah, dan tidak ada ilah kecuali Allah dan Allah Maha besar.”

Selama dalam perjalanan, kita wajib melaksanakan shalat fardhu dengan cara menjamak qashar jika waktu sudah lewat dengan shalat Dzuhur dijamak dengan Ashar menjadi 2 rakaat – 2 rakaat dan shalat Maghrib dijamak dengan Isya, di mana shalat maghrib tetap 3 rakaat dan Isya 2 rakaat.

Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Daud:

عَنْ يَحْيَى بْنِ يَزِيدَ الْهُنَائِيِّ قَالَ سَأَلْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ عَنْ قَصْرِ الصَّلَاةِ فَقَالَ أَنَسٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَرَجَ مَسِيرَةَ ثَلَاثَةِ أَمْيَالٍ أَوْ ثَلَاثَةِ فَرَاسِخَ شَكَّ شُعْبَةُ يُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ

“Dari Yahya bin Yazid al-Huna’I, dia berkata: saya bertanya kepada Anas bin Malik tentang meng-qashar shalat, maka Anas menjawab; ‘apabila Rasulullah SAW bepergian sejauh perjalanan tiga mil atau tiga farsakh –Syu’bah ragu- maka Beliau shalat dua raka’at.” [HR. Abu Daud, HN 1015].

Cara menjamak qashar saat dalam perjalanan:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ اللَّهُ تَعَالَى الصَّلَاةَ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحَضَرِ أَرْبَعًا وَفِي السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ وَفِي الْخَوْفِ رَكْعَةً

“Dari Ibnu Abbas, dia berkata: “Allah Ta’ala telah mewajibkan shalat lewat lisan Nabi kalian ketika menetap (tidak bepergian) sebanyak empat raka’at, di waktu bepergian dua raka’at dan dalam kondisi takut (dalam Perang) satu raka’at.” [HR. Abu Daud, HN 1056].

4. Segera Kembali Ketika Urusan Selesai

Apabila sudah menyelesaikan urusan yang menjadi maksud kepergian, hendaklah kita segera pulang ke rumah. Seperti hadist Bukhori Dari Abi Hurairah Rasulullah SAW bersabda:

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فَإِذَا قَضَى أَحَدُكُمْ نَهْمَتَهُ فَلْيُعَجِّلْ إِلَى أَهْلِهِ

“Apabila salah seorang dari kalian telah menyelesaikan urusan (saat bepergian), hendaklah dia segera kembali kepada keluarganya.” [HR. Bukhari, HN 2779].

Pada saat kembali dan sesampainya di rumah, maka bertakbirlah sebanyak 3 kali dan membaca:

آيِبُونَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَائِبُونَ عَابِدُونَ حَامِدُونَ لِرَبِّنَا سَاجِدُونَ صَدَقَ اللَّهُ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

“Kita kembali, insya Allah sebagai hamba yang bertaubat, beribadah, memuji-Nya dan yang sujud untuk Rabb kita. Allah Maha Benar dengan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya.” [HR. Bukhari, HN 2854 dari Abdullah RA].

Demikianlah beberapa adab ketika bepergian dalam islam. Semoga dengan membaca artikel ini dapat menambah wawasan dan selalu diberikan keselamatan oleh Allah SWT.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru