Adab Makan Seorang Muslim yang Dianjurkan Rasulullah

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Berikut beberapa adab sebelum makan yang penting untuk di perhatikan oleh umat muslim, sebagaimana sesuai dengan anjuran Rasulullah.

Indiffs – Makanan dan minum merupakan kebutuhan dasar yang pasti diperlukan dalam situasi dan kondisi apa pun. Bahkan, keduanya merupakan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya. Dan tak hanya itu kemuliaan seseorang hamba dapat diraih salah satunya memiliki adab yang baik dalam berjalan, berpakaian, makan dan minum dan bahkan adab adab tersebut di contohkan oleh Rasulullah SAW. Berikut salah satunya adab makan menurut anjuran Rasulullah SAW:

Memakan Makanan yang Halal

Wajib bagi seorang muslim untuk memakan makanan yang halal, dan menjauhi makanan yang haram. Hal ini sebagai mana terdapat firman Allah SWT, dalam Quran Surat Al Baqarah ayat 168,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Artinya: “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” 

Mencuci Tangan Sebelum Makan

Mencuci tangan sebelum makan  dilakukan agar tangan kita tetap bersih dan terhindar dari kuman yang menempel, sebagai mana terdapat pada hadist berikut.

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا قَيْسٌ عَنْ أَبِي هَاشِمٍ عَنْ زَاذَانَ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ
قَرَأْتُ فِي التَّوْرَاةِ أَنَّ بَرَكَةَ الطَّعَامِ الْوُضُوءُ قَبْلَهُ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَرَكَةُ الطَّعَامِ الْوُضُوءُ قَبْلَهُ وَالْوُضُوءُ بَعْدَهُ
وَكَانَ سُفْيَانُ يَكْرَهُ الْوُضُوءَ قَبْلَ الطَّعَامِ قَالَ أَبُو دَاوُد وَهُوَ ضَعِيفٌ

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Qais  dari Abu Hasyim dari Zadzan dari Salman ia berkata, “Aku membaca dalam Taurat bahwa berkah makanan adalah dengan berwudhu sebelum makan. Lalu aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi SAW, maka beliau bersabda: “Berkah makanan adalah dengan berwudhu sebelum makan dan setelah makan.” Sedangkan Sufyan tidak menyukai wudhu sebelum makan.” Abu Daud berkata, “Hadis tersebut adalah dla’if.”

Membaca Basmallah Sebelum Makan

Perlu diingatkan bahwa sebelum memulai aktivitas dalam kebaikan diharuskan untuk berdoa dan membaca basmallah, salah satunya sebelum melakukan makan. Hal ini sebagai mana tertuang dalam hadist berikut, 

عَنْ عُمَرَ بْن أَبِي سَلَمَةَ قَالَ: كُنْتُ غُلاَمًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ. فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طِعْمَتِي بَعْدُ. 

Dari Umar ibn Abu Salamah, dia berkata: Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah ﷺ, tanganku bersileweran di nampan (saat makan). Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku:

Wahai anak muda, bacalah Bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah (makanan) yang dekat denganmu. Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari 4957)

Membaca Doa Sebelum Makan

Alangkah baiknya, kita sebelum memakan makanan kita membaca basmallah dan membaca doa sebelum makan, sebagai mana Imam Nawawi Mengatakan,

روينا في كتاب ابن السني عن عبد اللّه بن عمرو بن العاص رضي اللّه عنهما عن النبيّ صلى اللّه عليه وسلم أنه كان يقول في الطعام إذا قُرِّبَ إليه : ” اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا فِيما رَزَقْتَنا وَقِنا عَذَابَ النَّارِ باسم اللَّهِ “

Artinya: “Telah diriwayatkan dalam kitab Ibnus Sunni dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa ketika makanan didekatkan kepadanya, beliau bisa mengucapkan “Allahuma baarik lanaa fii maa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar, bismillah.”

Makan dengan Menggunakan Tangan Kanan

Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk makan menggunakan tangan kanan, hal ini sebagai mana sabda Nabi yang tertuang dalam Hadist Riwayat Muslim,

إذا أَكَلَ أحدُكُم فليأكلْ بيمينِهِ . وإذا شرِبَ فليشربْ بيمينِهِ . فإنَّ الشَّيطانَ يأكلُ بشمالِهِ ويشربُ بشمالِهِ 

Artinya: “jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” 

Tidak Makan Sambil Berdiri

Adab makan selanjutnya yang harus di perhatikan pada saat makan ialah, tidak makan sambil berdiri. Sebagaimna hal ini tertuang dalam hadist riwayat berikut,

عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا

Artinya: Dari Nabi SAW bahwasanya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. “Qatadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), “Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?” Anas menjawab: “Itu lebih parah dan lebih jelek.” (HR Muslim).

Tidak Meniup Makanan yang Panas

Apabila kamu dihidangkan dengan makanan yang panas, sebaiknya kamu tidak meniup nya. Hal ini tertuang pada potongan hadist riwayat berikut,

Dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا أَتَى الخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ…

Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan… (HR. Bukhari 153).

Lantas Mengapa hal ini tidak boleh dilakukan? Sebagai mana Imam Nawawi mengatakan,

والنهي عن التنفس في الإناء هو من طريق الأدب مخافة من تقذيره ونتنه وسقوط شئ من الفم والأنف فيه ونحو ذلك

Larangan bernafas di dalam gelas ketika minum termasuk adab. Karena dikhawatirkan akan mengotori air minum atau ada sesuatu yang jatuh dari mulut atau dari hidung atau semacamnya. (Syarh Shahih Muslim, 3/160)

Tidak Berlebihan dalam ketika Makan

Allah sangat tidak menyukai orang yang berlebihan, termasuk pada saat makan. Hal ini sebagaimana tertuang dalam haidst berikut,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas”.

Demikianlah adab makan seorang muslim yang dianjurkan Rasulullah Saw.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru