Adab Menerima Tamu Dalam Islam, Jadi Tuan Rumah yang Baik

Admin 0 Komentar

Menerima tamu sudah ada aturannya dalam Islam dikenal dengan adab menerima tamu. Adab ini penting diterapkan agar tercipta rasa nyaman.

Indiffs – Menerima tamu sudah ada aturannya yang sering dikenal dengan adab menerima tamu. Dalam Islam, manfaat silaturahmi dengan menerima kunjungan ataupun berkunjung dapat mempererat silaturahmi. Hal ini bermanfaat agar tercipta rasa saling nyaman antara tamu dan tuan rumah.

Mempererat tali silaturahmi dalam agama Islam sangat dianjurkan untuk memperkuat persaudaraan. Bahkan, dengan silaturahmi, banyak pendapat yang mengatakan akan mendekatkan kita dengan rezeki. Sebenarnya makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri dan tentunya membutuhkan bantuan dari orang lain. Untuk itu pentingnya adab menerima tamu menurut Islam yang dapat diperkuat dengan salah satu hadis HR. Bukhari berbunyi:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

Artinya:

Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari).

Untuk itu, apa sajakah adab menerima tamu? Yuk langsung saja simak dibawah ini:

1. Firman Allah SWT Tentang Adab Menerima Tamu

Bertamu yang baik adalah membawa kabar gembira. Hal ini terkandung di dalam surat al-Hijr ayat 51 – 54 yang berbunyi:

وَنَبِّئۡهُمۡ عَن ضَيۡفِ إِبۡرَٰهِيمَ ٥١ إِذۡ دَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَقَالُواْ سَلَٰمٗا قَالَ إِنَّا مِنكُمۡ وَجِلُونَ ٥٢ قَالُواْ لَا تَوۡجَلۡ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٖ ٥٣ قَالَ أَبَشَّرۡتُمُونِي عَلَىٰٓ أَن مَّسَّنِيَ ٱلۡكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ ٥٤

Artinya:
Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim; Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam

Ibrahim berkata: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu” Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim”;

Ibrahim berkata: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?” (QS. al-Hijr : 51-54)

2. Mengucapkan Salam atau Menjawab

Salam merupakan bagian dari adab menerima tamu yang wajib untuk diterapkan. Apabila tamu yang terlebih dahulu mengucapkan salam, maka kita sebagai tuan rumah wajib untuk membalas salam tersebut. Sebagai contoh, ketika tamu mengucapkan “Assalamualaikum” kamu bisa menjawabnya dengan menambahkan “warahmatullah” setelah “wa’alaikumsalam”.

3. Berpakaian Rapi dan sopan

Adab selanjutnya adalah berpakaian rapi dan sopan. Islam menganjurkan umatnya untuk tidak berlebihan dalam berpenampilan. Menerima tamu bisa dengan mengenakan pakaian bersih untuk menghormati tamu.

Akan tetapi, diutamakan agar tidak berlebihan dalam berpakaian. Allah Swt. berfirman dalam surat Al-A’raaf ayat 26 yang berbunyi:

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ قَدْ اَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُّوَارِيْ سَوْءٰتِكُمْ وَرِيْشًاۗ وَلِبَاسُ التَّقْوٰى ذٰلِكَ خَيْرٌۗ ذٰلِكَ مِنْ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ

Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat.”

4. Bersalaman Serta Menyambutnya

Ketika menyambut tamu dianjurkan untuk berjabat tangan atau bersalaman. Hal ini bisa dilakukan sesama perempuan atau sesama laki-laki untuk menunjukkan rasa hormat serta mempererat tali silaturahmi. Penting juga untuk menunjukkan raut muka ceria ketika menyambutnya.

Ketika bertamu, setelah mengucap salam sebaiknya dilanjutkan dengan bersalaman dengan tuan rumah yang sesama perempuan atau sesama laki-laki untuk menunjukkan hormat dan mempererat tali silaturahmi. Selain itu, penting untuk menunjukkan raut wajah ceria ketika menyambut dan saling rangkul. Hal ini sesuai anjuran Nabi Muhammad saw. sebagaimana hadis HR. At Tahawi yang berbunyi:

“Apabila kamu saling jumpa, maka saling mengucapkan salam dan bersalam-salaman, bila saling berpisah, maka berpisahlah dengan ucapan istigfar.”

5. Membuat Suasana Nyaman

IslamQA menjelaskan, secara umum orang-orang Arab mempunyai kebiasaan yang menarik perhatian dalam menyambut tamu. Umumnya orang Arab yang bertindak sebagai tuan rumah menerapkan istilah Ahlan wa Sahlan wa Marhaban, yang secara kiasan berarti:

Jadikan dirimu seperti di rumah sendiri. Semua yang Anda butuhkan telah ditemukan dan Anda dipersilakan.

6. Menyajikan Hidangan

Selain menyambut dengan keramahan, penting juga untuk menyediakan jamuan kepada tamu yang berkunjung seperti minuman dan makanan. Jangan sampai tamu yang berkunjung merasa kehausan atau kelaparan. Namun, hidangan yang disajikan usahakan untuk sesuai dengan kemampuan. Di sisi lain, berikan hidangan yang terbaik untuk tamu yang berkunjung ke rumah kita.

Allah Swt. berfirman yang mengisahkan Nabi Ibrahim a.s. bersama tamu-tamunya.

فَرَاغَ إِلىَ أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍ فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ آلاَ تَأْكُلُوْنَ

“Dan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daing anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka (tamu-tamu Ibrahim) sambil berkata: ‘Tidakkah kalian makan?” (QS. Adz-Dzariyat: 26-27)

7. Menerima Tamu Ketika Ada Mahramnya

Dalam bertamu juga penting untuk diperhatikan siapa yang menjadi tuan rumah, dan siapa saja yang berada di dalam rumah tersebut ketika kita sedang bertamu. Hal ini untuk menghindari adanya fitnah dalam bertamu. Contohnya, ketika seorang lelaki dewasa maka pastikan di rumah tersebut ada ayahnya atau suaminya atau seorang lelaki dewasanya untuk menghindari ikhtilat dan ‘fitnah’. Karena ikhtilat adalah perkara yang mendekatkan kita kepada zina dan maksiat. Jika menerima kunjungan dari lawan jenis dianjurkan untuk ditemani suami atau sebaliknya. Hal ini untuk mencegah fitnah saat laki-laki bersama dengan seorang wanita yang bukan mahramnya.

8. Mengantarkan Tamu Saat Pulang

Saat tamu hendak akan pulang sebaiknya, tuan rumah mengantarkan hingga ke depan pintu rumah atau halaman rumah, seperti yang sudah dijelaskan dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya merupakan perbuatan yang sunnah apabila seseorang (Tuan rumah) keluar bersama-sama tamunya sampai ke pintu halaman.” (HR.Ibnu Majjah)

Dan itulah adab bertamu menurut Islam, semoga ulasan ini bermanfaat ya 🙂

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru