Alasan Anak Menjadi Keras Kepala, Orang Tua Harus Tahu!

Resa Azzahra 0 Komentar

Sebenarnya ada beberapa alasan mengapa anak menjadi keras kepala. Hal ini salah satunya dilakukan hanya untuk mendapatkan apa yang mereka mau

INDIFFS.COM –  Keras kepala adalah sikap untuk menantang segala jenis perubahan, ada beberapa alasan mengapa anak menjadi keras kepala. Secara umum, hasil yang diharapkan dari anak yang keras kepala adalah penolakan atau tanggapan negatif, meskipun hal ini dibuat untuk kepentingan yang terbaik untuk anak. Karakter seperti ini terkadang bisa membuat orang tua marah.

Ada beberapa alasan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan tingkah laku seperti itu pada anak-anak dan sangat penting untuk memahaminya sebagai prioritas. Hal ini karena mengetahui alasan perilaku tersebut akan membantu untuk mencegah anak-anak dari mengikuti sifat buruk.

Alasan Anak Menjadi Keras Kepala

Pasalnya, bahwa tidak semua anak tubuh menjadi keras kepala. Beberapa dari mereka terbiasa dengan tingkah lakunya yang seperti ini karena berbagai alasan. Mungkin ada beberapa tindakan tertentu yang menimbulkan sikap keras kepala mereka. Berikut ada beberapa alasan mengapa anak menjadi keras kepala.

  • Mengharapkan Kembali

Anak-anak memang mendapatkan sifat keras kepala sebagai bagian dari kepribadian mereka terutama karena faktor untuk mendapatkan sesuatu. Ini karena terkadang anak-anak berpikir bahwa hanya dengan keras kepala mereka bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Misalnya, seorang anak mungkin terprovokasi untuk menunjukkan sikap keras kepala ketika anak itu menemukan bahwa hanya tingkah laku seperti itu yang dapat membuat orang tua memenuhi keinginannya. Jadi begitu teori yang ditemukan itu terbukti membuahkan hasil yang positif, anak itu akan mulai menerapkan trik keras kepala yang sama sebagai alat untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

  • Mempertahankan Identitas

Anak-anak jenis tertentu sangat menghargai identitas mereka dalam hal pemikiran, kesukaan, kepercayaan, dan lainnya. Anak-anak seperti itu tidak dapat memposisikan diri mereka dalam situasi di mana seseorang tidak setuju dengan kepercayaan atau keinginan mereka. Hal ini karena orang atau anak lain yang berbeda dengan mereka menyiratkan tidak setuju dengan siapa mereka. Jadi, pada saat-saat seperti itu, mereka menjadi sangat keras kepala sampai-sampai mereka bahkan tidak mau memikirkan pandangan orang lain. Ini juga semacam menghindar dari rasa sakit.

Namun, sifat keras kepala seperti itu dapat menghambat pertumbuhan seorang anak dan secara buruk mempengaruhi pergaulan mereka dengan anak-anak lain.

  • Menghilangkan Rasa Sakit

Anak-anak memang merasakan sakit ketika orang tua mencoba mengendalikan mereka dengan segala cara yang mungkin.

Misalnya, tidak mengizinkan anak bermain bola di ruang TV bisa jadi sangat mengontrol mereka. Terkadang, orang tua memiliki niat positif di balik mengapa mereka ingin mengontrol tindakan seperti melempar bola ke TV dapat merusaknya. Namun, dalam perspektif anak, tindakan pengendalian seperti itu dipandang sebagai penghindaran kebebasan dan mereka mulai merasakan sakitnya.

Rasa sakit seperti itu akan menyebabkan penumpukan sifat keras kepala seperti ketika orang tua mencoba mengendalikan mereka, anak akan menjadi gelisah dan bereaksi secara negatif. Kegagalan untuk bebas merumuskan keputusan individu dapat menyakiti anak-anak yang menghargai kehendak bebas dan inilah alasan mengapa mereka menggunakan kekeras kepalaan untuk menghilangkan rasa sakit tersebut.

  • Menunjukkan Balas Dendam

Biasanya anak menunjukkan keras kepalanya untuk menunjukkan balas dendam mereka kepada anak-anak lain atau orang yang telah menyakiti mereka sebelumnya. Oleh karena itu, mereka hanya membuat ia kesel setiap kali mereka mendapatkan kesempatan.

Itulah beberapa alasan mengapa anak menjadi keras kepala yang bisa orang tua ketahui, semoga bermanfaat!

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru