Alasan Seseorang Memilih Bertahan dengan Pasangan yang Kasar

Wiwin Indriani 0 Komentar

Terdapat beberapa alasan seseorang memilih bertahan dengan sikap pasangannya yang selalu berperilaku kasar dibandingkan dengan meninggalkannya

INDIFFS.COM – Banyak orang merasa sangat bahagia dengan hubungan yang dijalin bersama pasangan. Namun, ada juga orang yang harus menahan kecewa atas apa yang dilakukan pasangannya. Meski tahu bahwa dirinya dalam bahaya, tetapi jalinan asmara tetap dijalankan. Namun sayangnya, banyak orang yang memilih bertahan dalam hubungan tersebut dibandingkan dengan meninggalkannya. Karena terdapat berbagai alasan ini yang menjadikan seseorang memilih untuk bertahan.

Alasan Seseorang Bertahan Dengan Pasangan Kasar

Berikut ini beberapa alasan mengapa seseorang tetap bertahan dengan pasangan yang selalu bersikap kasar padanya:

Ketergantungan Bersama

Kecanduan pada hubungan, sama seperti kecanduan dengan zat adiktif. Sayangnya, ketika seseorang tergantung secara emosional terhadap pasangannya, mereka cenderung tidak memiliki penghargaan diri. Hasilnya, mereka jadi mengabaikan persepsi, ide, dan perasaan mereka sendiri. Bagi mereka, keluar dari hubungan yang buruk adalah hal yang sulit.

Terlalu Mencintai Pasangan

Hal yang satu ini memang sering sekali menjadi alasan mengapa seseorang memilih bertahan pada hubungan yang tidak sehat. Pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah cinta itu buta. Karena terlalu mencintai pasangan, tentunya tidak bisa berpikir lebih logis. Sesakit apa pun luka di hati, ia merasa semuanya baik-baik saja. Seseorang merasa apa yang dirasakan dalam hubungannya tetap bahagia dan normal seperti hubungan orang lain pada umumnya.

Berharap Pasangannya akan Berubah

Alasan seseorang bertahan dengan pasangan kasar yang lainnya yaitu mengharapkan bahwa pasangannya pasti  akan berubah. Beranggapan seperti ini merupakan kesalahan terbesar. Memang ada kemungkinan, karena berharap juga tak ada salahnya. Tapi melangkah tegas dan realistis itu suatu keharusan. Sesuatu yang diharapkan itu harus mempunyai batasan, harus terlihat dari sekarang kapan saat itu tiba, jangan hanya mengawang-awang saja.

Menghindari Kesepian

Kesepian membuat seseorang merasa seperti dunia ini akan berakhir. Kepercayaan dan persepsi diri secara signifikan menurun. Orang dengan situasi tersebut, cenderung mengkonotasikan hubungan berkomitmen sebagai sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan sosial. Beberapa orang percaya, pasangannya dapat meningkatkan status dan reputasi sosial mereka. Oleh karena itu, tidak peduli seberapa kasarnya pasangan, dia membutuhkan kehadiran fisiknya di mata sosial.

Takut Memulai Hubungan yang Baru

Kemungkinan lain seseorang memilih bertahan pada toxic relationship adalah karena merasa takut untuk memulai hubungan baru dengan orang lain. Jika memulai hubungan baru, ia merasa khawatir jika bertemu pasangan yang toxic juga.

Bertahan dalam hubungan yang tidak lagi bikin bahagia hanya akan membuatnya merasa makin sakit, kecewa, bahkan trauma dan hilang kepercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya.

Harga Diri Rendah

Ketika seseorang terjebak dalam hubungan yang tidak sehat, tidak jarang mereka merasa bahwa harga dirinya terlampau rendah. Muncul pertanyaan dalam benak tentang kepastian diri dan nilai apa yang masih tersisa dalam diri. Orang-orang yang memilih bertahan dengan pasangannya yang kasar cenderung mengukur nilai diri berdasarkan pembenaran dari orang yang dicintainya.

Nah, itulah beberapa alasan kenapa seseorang memilih bertahan dengan pasangan yang selalu bersikap kasar dari pada meninggalkannya.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru