Apa itu Asfiksia? Penyebab Utama Kematian di Tragedi Kanjuruhan

Resa Azzahra 0 Komentar

Asfiksia dilaporkan sebagai penyebab utama kematian pada tragedi Kanjuruhan. Lantas Apa itu Asfiksia? Simak penjelasannya berikut ini!

INDIFFS.COM – Polisi melaporkan ada sebagian besar kasus meninggal dunia di tragedi Kanjuruhan yang disebabkan oleh kondisi Asfiksia. Lantas apa itu Asfiksia? Disebutkan bahwa penyebab yang satu ini karena tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Kondisi ini bisa berbahaya dan berisiko pada kematian.

Saat menarik napas, oksigen akan masuk ke paru-paru melalui hidung dan mulut. Setelah itu, oksigen masuk ke dalam pembuluh darah kecil atau kapiler dan di bawa oleh sel darah merah menuju jantung untuk disebarkan ke seluruh tubuh. Bila proses ini terganggu maka terjadilah kondisi yang disebut asfiksia. 

Terlepas dari tragedi Kajuruhan, seseorang yang mengalami ini akan merasa sesak napas atau kesulitan untuk menarik maupun menghembuskan napas, sehingga membuat tubuh menjadi kekurangan oksigen dan membuat tubuhnya kekurangan oksigen. Sementara itu, karbon dioksida sebagai salah satu limbah sisa metabolisme, juga tidak dapat dikeluarkan dari tubuh. Dan ada beberapa gejala Asfiksia, yakni sebagai berikut:

  1. Kesulitan bernafas
  2. Otot menjadi lemah
  3. Detak jantung menjadi lambat
  4. Suara serak
  5. Sakit tenggorokan
  6. Kebingungan
  7. Penurunan kesadaran
  8. Mimisan
  9. Gangguan pendengaran

Gejala tersebut menjadi tanda jika kondisi tubuh sudah tidak normal dan perlu melakukan pengobatan. Dan terdapat beberapa kelompok yang mungkin berisiko lebih tinggi mengalami sesak napas, yakni:

  1. Penderita asma
  2. Individu dengan alergi
  3. Bayi
  4. Yang memiliki masalah pernapasan
  5. Yang mengalami kesulitan menelan.

Penyebab Asfiksia

Ada juga beberapa penyebab asfiksia, yakni sebagai berikut:

1. Tercekik

Saat seseorang tercekik meskipun tidak di sengaja akan sangat mungkin menyebabkan asfiksia. Pada anak-anak, biasanya hal ini terjadi karena posisi tidur yang salah, sehingga menyebabkan tertutup nya saluran pernapasan. Agar tidak terjadi seperti ini, perhatikan posisi tidur.

2. Asma

Asma adalah kondisi paru-paru yang terkadang membuat sulit bernapas jika seseorang mengalami serangan asma yang parah, mereka mungkin bisa mendapatkan cukup oksigen ke paru-paru mereka. Tanpa intervensi, ini dapat menyebabkan sesak napas atau asfiksia.

3. Tenggelam

Tenggelam terjadi ketika seseorang mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup air. Selama tenggelam, cairan masuk melalui mulut dan hidung orang tersebut, memotong suplai oksigen  tubuh. Tenggelam ini adalah salah satu penyebab besar kematian pada anak maupun remaja.

4. Polusi Asap

Polusi udara seperti sisa pembakaran, limbah pabrik atau kendaraan, banyak mengandung gas karbon monoksida. Jika di hirup terlalu banyak, gas ini dapat menyebabkan asfiksia dan keracunan. Sehingga, oksigen akan sulit untuk di salurkan ke berbagai jaringan tubuh. Hal ini membuat orang yang mengalami keracunan karbon akan mengalami kekurangan oksigen.

5. Paparan Zat Kimia

Selain karbon monoksida, ada beberapa zat kimia lain dalam asap juga dapat menjadi salah satu penyebab penyakit ini, yakni sulfur dioksida, klorin, amonia dan nitrogen dioksidan. Zat kimia tersebut bisa membuat saluran napas mengalami iritasi dan pembengkakan, sehingga menyumbat jalan napas.

6. Tersedak

Tersedak merupakan penyebab yang paling umum dialami, terutama jika sedang makan maupun minum yang sering kali tersedak. Sebaiknya jangan dianggap sepele, karena bisa saja hal ini membuat saluran pernapasan dan juga tenggorokan tersumbat. Paling banyak yang mengalami penyebab yang satu ini adalah bayi dan anak yang sering memasukkan benda ke mulut. 

Demikianlah beberapa gejala, faktor dan penyebab terjadinya asfiksia. Semoga dapat membantu dan menambah wawasan.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru