Australia Klaim Pulau Pasir di NTT, Masyarakat Adat Timor Marah

Hani Hnsa 0 Komentar

Australia klaim Pulau Pasir di NTT tengah menjadi sorotan. Masyarakat adat Laut Timor mengancam mengajukan gugatan terhadap Australia.

INDIFFS.COM – Australia klaim Pulau Pasir di Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah menjadi sorotan. Sengketa Pulau Pasir di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menjadi sorotan setelah masyarakat adat Laut Timor mengancam mengajukan gugatan jika Australia tak angkat kaki dari pulau itu.

Pemegang Mandat Hak Ulayat Masyarakat Adat Laut Timor, Ferdi Tanoni, mengancam melayangkan gugatan kepemilikan Pulau Pasir oleh Australia ke Pengadilan Commonwealth Australia di Canberra.

Kalau Australia tidak mau keluar dari gugusan Pulau Pasir, kami terpaksa membawa kasus tentang hak masyarakat adat kami ke Pengadilan Commonwealth Australia di Canberra,” ujar Ferdi dikutip dari Antara.

Ferdi yang juga Ketua Yayasan Peduli Timor Barat itu berkata, selama ini walaupun selalu didesak untuk keluar dari gugusan Pulau Pasir, pemerintah Australiaa terkesan acuh tak acuh. Bahkan, terakhir ada aktivitas pengeboran minyak bumi di kawasan gugusan pulau tersebut.

Pulau Pasir sendiri saat ini dinamai Australiaa dengan nama Kepulauan Ashmore dan Cartier. Pulau-pulau itu tidak berpenghuni, kecil, dan hanya dipenuhi karang dan pasir.

Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama, menyerukan para pemuda Indonesia untuk menggeruduk kedubes Australia di Jakarta atas klaim sepihak ini.

Sebab menurutnya apa yang dilakukan Australia sama saja mencoreng kehormatan kedaulatan Indonesia.

Kami pemuda Indonesia akan kepung Kedubes Australia sampai mereka menarik segala aktivitas di gugusan Pulau Pasir dan meminta maaf kepada Rakyat dan Negara Indonesia,” tegas dia.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa Pulau Pasir yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Pulau Rote NTT tersebut merupakan wilayah kedaulatan Indonesia, yang dibuktikan dengan adanya makam para leluhur masyarakat Rote dan aneka ragam artefak.

Klaim Australia didasarkan pada nota kesepahaman (MoU) nelayan Indonesia dengan Australia tahun 1974. Namun sebenarnya di 1997, RI-Australia kembali meneken MoU terbaru soal penentuan batas-batas wilayah di kawasan Pulau Pasir.

Kepulauan ini terdiri dari koral dan pasir dengan sedikit rumput, dan tidak berpenghuni. Ashmore disebut sebagai karang (reef), bukan pulau. Cartier disebut sebagai pulau. Gugusan Karang Ashmore punya luas 583 km persegi, karang terbesar punya luas 1,12 km.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru