Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan: Arab, Latin dan Artinya

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Niat puasa qadha Ramadhan ini perlu diketahui bagi setiap umat muslin, terutama para wanita karena beberapa kondisi seperti menstruasi.

INDIFFS.COM – Niat puasa qadha ini penting diketahui bagi setiap muslim, terutama perempuan. Pasalnya pada saat bulan ramadhan, sebagian perempuan terjeda oleh haid atau menstruasi. Alhasil mereka harus mengqodho dan mengganti puasanya.

Adapun, puasa qadha ialah puasa yang dilaksanakan untuk membayar utang puasa bagi yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Puasa ini juga berlaku bagi orang yang puasanya terhambat karena halangan atau uzur saat bulan Ramadhan.

Hukum Membayar Puasa Ganti Ramadan

Sebelum membahas terkait bacaan niat puasa ganti Ramadan, ada baiknya kamu mengetahui hukumnya terlebih dahulu. Yang mana Hukum membayar utang puasa Ramadan adalah wajib.

Hal ini juga sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 185:

وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”

Bacaan Niat Puasa Qadha

Adapun berikut merupakan bacaan niat puasa Qodho Ramadhan yang bisa dipahami dan dihafal:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhaa’I fardhi syahri Ramadhaana lillâhi ta’alaa.

Artinya: “Aku berniat untuk meng-qadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Cara Membayar Fidyah bagi Tidak Mampu Menjalankan Puasa

Bagi beberapa orang yang tak mampu untuk menjalankan ibadah puasa qodho dengan kriteria tertentu, diperbolehkan tidak berpuasa serta tidak harus menggantinya di lain waktu.

Namun, sebagai gantinya mereka diwajibkan untuk membayar fidyah. Adapun kriteria orang yang dapat membayar fidyah adalah sebagai berikut:

1. Orang Tua (Lansia)

Lansia yang sudah tidak sanggup menjalankan puasa tidak diwajibkan untuk berpuasa. Kewajiban ini digantikan dengan membayar 1 mud fidyah dikalikan jumlah puasa yang ditinggalkan.

2. Orang Sakit Parah

Orang sakit yang kemungkinan sembuhnya kecil dan tidak sanggup berpuasa tidak ada kewajiban untuk berpuasa, baik dalam bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Namun, mereka wajib membayar fidyah.

Lain halnya dengan mereka yang sakit ringan atau masih sangat berkemungkinan sembuh. Orang dalam kategori ini wajib menggantikan puasanya dengan puasa di lain waktu.

3. Ibu Hamil atau Menyusui

Ibu hamil atau menyusui tidak diwajibkan berpuasa, khususnya jika mengkhawatirkan keselamatan janin. Di kemudian hari, ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkan, baik karena khawatir akan keselamatan dirinya atau anaknya.

4. Orang Mati

Orang mati yang wajib dibayarkan fidyahnya adalah mereka yang meninggal bukan karena uzur dan belum sempat menggantikan puasa. Menurut qaul jadid (pendapat baru Imam Syafi’i), wajib fidyah yang dikeluarkan adalah sebesar satu mud makanan pokok untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.

5. Orang yang Menunda Qadha Ramadan

Hutang puasa harus lunas sebelum Ramadan selanjutnya tiba. Jika kamu menundanya dan tak terbayar hingga Ramadan datang, maka wajib membayar fidyah sebanyak satu mud dikalikan jumlah utang puasa.

Menurut Al-Ashah, fidyah ini berlaku kelipatan. Misalnya utang puasa di tahun 2020 belum terbayarkan hingga bertemu Ramadhan 2022, maka kewajiban fidyah digandakan menjadi dua mud.

Itulah bacaan niat puasa qodho lengkap dengan hukum dan pengganti bagi yang tidak mampu berpuasa. Nah, bagi kamu yang mampu dan memiliki utang puasa Ramadhan, harap menyegerakan untuk membayarnya dengan puasa Qadha Ramadhan.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru