Berlibur Sekaligus Menambah Wawasan? Ke Candi Cangkuang Aja

Admin 0 Komentar

Candi ini berdiri di sebuah pulau kecil yang berada di tengah tengah Situ Cangkuang & Terdapat Sejarah Didalamnya Yang Akan Menambah Wawasan

IndiffsCandi Cangkuang merupakan peninggalan bersejarah agama Hindu dari abad ke-17 yang di dalamnya terdapat patung Siwa Hindu. Candi ini berdiri di sebuah pulau kecil yang berada di tengah tengah Situ Cangkuang. Nama Cangkuang berasal dari nama pohon Cangkuang (Pandanus Furcatus) yang memang banyak tumbuh di sekitar makam Embah Dalem Arif Muhammad, tokoh penyebaran agama Islam di daerah ini.

Banyak jejak peninggalan Dalem Arief yang masih bisa disaksikan sampai sekarang di Museum Situ Cangkuang. Masjid Kampung Pulo juga merupakan salah satu peninggalannya yang masih berdiri tegak. Makamnya hingga saat ini masih sering dijadikan tujuan ziarah oleh warga dari berbagai daerah.

Di museum ini, pengunjung bisa menyaksikan kitab-kitab tulisan tangan Dalem Arief. Ada juga Al-Quran dan catatan khutbah Jumat yang seluruh dibuat di kulit kayu. Pengunjung yang ingin mengetahui sejarah mengenai menyebar nya agama Islam di Cangkuang bisa menyempatkan untuk berkunjung kemari.

Candi Cangkuang dibangun pada abad ke-8 yang kemudian ditemukan lagi pada 12 Desember 1966. Setelah ditemukan, Candi ini kemudian digali dan diteliti pada 1967 – 1968, selanjutnya dipugar pada rentang 1974 – 1976. Obyek wisata ini berada sekitar 16 kilometer ke arah utara Kota Garut atau 48 kilometer dari Bandung.

Perahu rakit

Perahu rakit – Liputan6

Tempat ini menjadi bagian yang menyatu dari objek wisata Situ Cangkuang dan di tetapkan sebagaimana budaya dan situ bersejarah. Pengunjung yang datang akan dapat belajar memahami potongan sejarah, adat istiadat dan tentunya akan menambah wawasan menjadi lebih luas.

Yang menarik dari keberadaan candi ini adalah lokasinya yang terletak di pulau di tengah danau. Selain itu, Candi Cangkuang justru berdampingan dengan sejarah penyebaran Islam di daerah sekitarnya. Selain dikelilingi alam yang cantik, candi ini juga dilingkupi suasana adat yang kental.

Untuk mengunjungi candi ini, pengunjung hanya perlu membeli tiket masuk ke kawasan danau wisata ini. Harga tiket untuk usia dewasa hanya perlu bayar Rp 5.ooo dan anak-anak Rp 3.000. Sedangkan jam operasional, dibuka setiap hari dari jam 07.30-17.00 WIB.

Fasilitas yang terdapat di sekitar candi ini sudah lengkap dan memadai, terdapat area parkir yang sudah tersedia, toilet, kios beragam makanan, suvenir untuk oleh-oleh dan musholah untuk beribadah. Untuk dapat menyembarangi danau, pengunjung dapat menggunakan perahu rakit yang sudah ada. Lokasi tempat ini berada di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru