Bikin Haru! Inilah Kumpulan Puisi Hari Ibu yang Menyentuh Hati

Hani Hnsa 0 Komentar

22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu Nasional. Tak sedikit individu memperingati Hari Ibu dengan cara memberikan puisi hari ibu.

INDIFFS.COM – Tanggal 22 Desember mendatang diperingati sebagai Hari Ibu Nasional di Indonesia. Tak sedikit individu memperingati Hari Ibu dengan cara memberikan puisi hari ibu. Hari istimewa ini dijadikan hari Nasional sejak 1959 oleh Presiden Soekarno.

Hari Ibu biasanya merupakan momentum untuk memperingati besarnya peran dan cinta kasih seorang ibu kepada anak dan keluarganya. Untuk itu, jarang sekali orang melewatkan momen ini, terlebih bagi anak-anak yang sudah merasakan menjadi seorang ibu.

Puisi Hari Ibu

Melansir dari berbagai sumber, berikut kumpulan puisi hari Ibu yang bisa kamu jadikan referensi:

  • Teruntuk Bunda

Dengan lembut engkau mengangkatku saat aku jatuh
Mengikatkan tali sepatu untukku
Mengantarku ke tempat tidur
Menempatkanku terlebih dahulu di atas semua
Terima kasih..
Untuk semua yang kita bagikan
Mimpi, tawa, dan air mata
Aku mencintaimu dengan caraku
Dan itu semakin dalam setiap tahun

  • Hari Ibu

Ibu itu berarti lebih dari bunga dan hadiah.
Hari Ibu berarti mengucapkan terima kasih dari dalam lubuk hati terdalam.
Mencintaimu? Selalu.
Menyayangimu? Selalu.
Engkau adalah ibuku tercinta,
Temanku untuk hari ini hingga selamanya.
Selamat Hari Ibu.

  • Ibu yang Kucintai

Ibu, yang kucintai
Engkau telah mengubahku
Dari bukan siapa-siapa
Menjadi insan berharga

Perjuanganmu tak terbayar
Doamu betapa tulusnya
Bagai bahtera yang berlayar
Menghantarku ke tujuan.

  • Setetes Air Mata

Setetes air mata seorang ibu
Gejolak hati yang seakan akan ingin menjerit
Air mata terus mengalir
Membasahi kedua pipinya
Yang sangat lembut

Di malam yang sunyi gelap gurita
Kedinginan yang merada di tubuhnya
Hati yang terluka terhanyut dalam kesedihan
Seorang ibu terus
Meneteskan air mata
Dan ia mulai bertanya
Kepada seorang anak

Ia mulai mengucapkan
Kata-kata dengan lisan
Mulutnya seakan akan ingin marah
Penderitaan yang dirasakan

Ia mulai berbaring
Dan meneteskan air mata
Apa yang ia rasakan
Dan mulai merenung dan diam
Tanpa kata-kata

  • Air Mata Ibu

Kalau engkau menangis,
Ibundamu yang meneteskan air mata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya

Kalau engkau bersedih,
Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan
Menangislah banyak-banyak untuk Ibundamu

Dan jangan bikin satu kalipun untuk membuat Tuhan
Naik pitam kepada hidupmu
Kalau Ibundamu menangis, para malaikat menjelma
Butiran-butiran air matanya

Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda
Membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu

Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
Sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
Menutup pintu surga bagimu

  • Maafkan Aku, Ibu

Akulah sang pengukir mimpi
Yang menghendaki pergi berasal dari sunyi
Yang hanyut oleh gelisah
Dan ditelan rasa bersalah
Ibu, kaulah matahariku
Terang dalam gelapku

Kau tuntun aku di jalur berliku
Yang penuh oleh batu
Ucapanmu bagaikan kamus hidupku
Aku berteduh dalam naungan do’amu
Memohon ampunan darimu

Karena ridho Allah adalah ridhomu
Aku senang memilikimu Ibu
Karena engkau sinar hidupku
Kaulah kunci berasal dari kesuksesanku
Ibu, maafkan aku

  • Bunda dalam Cahaya

Dia wanita bernama cahaya
Hatinya memancar
Tergurat dalam doa-doa
Tangan kecilnya mengantar kami
di gerbang cahaya

Dia berjalan dengan cinta
Dia berjalan menerjang luka
Bahkan dia menempuh tanpa
batas rasa

Dialah Ibu dari segala cahaya
Ibu dari semua luka kami
Ibu dari jejak yang terukir
dalam tinta sejarah.

  • Jasamu Ibu

Jasamu teramat besar untukku
Engkau rela gantung nyawa saat mengeluarkanku
Darah dan lelahmu menjadi saksi biru hebatnya cintamu.

Sampai menjadi abu sekalipun
Kutetap tiada bisa membayar lunas jasamu
Engkau terlalu besar berkorban untukku.

Wahai ibu maafkan aku
Aku berbuat salah
Menyakiti hatimu dengan tingkahku
Aku minta maaf ibu.

Engkau adalah segalanya untukku
Gunung uang tidak akan bisa membelimu
Tidak, tidak ada materi yang bisa menukarmu.

Ibu jika nanti aku sukses
Aku berjanji akan membahagiakanmu
Tidak akan aku biarkan hidupmu merana
Akan kujaga kau hingga ujung nyawaku.

Demikian kumpulan puisi ibu yang menyentuh hati dan bisa menjadi referensi. Puisi Ibu diatas hanya secuil di antara banyak cara yang bisa dilakukan sebagai bukti cinta kita kepada Ibu. Jangan lupa berikan ungkapan kasih sayang ini kepada ibu tercinta, ya!

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru