Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala, Jangan Dibentak!

Dini NHaH 0 Komentar

Sifat anak yang keras kepala dan suka melawan seringkali membuat orang tua kesal, tetapi jangan mendidik nya dengan cara dibentak ya.

indiffsCara mendidik anak yang keras kepala atau suka melawan tentu tidak mudah untuk setiap orangtua. Ketika misalnya anak malas mandi, anak susah makan, atau kabur dari kebiasaan tidur siang mungkin membuat orangtua meluapkan emosinya dengan marah-marah.

Padahal, cara paling ampuh untuk menghadapi anak yang keras kepala bukanlah dengan marah-marah atau membentak anak, tetapi justru dengan memberikan perhatian secara penuh.

Menghadapi anak yang keras kepala memang membutuhkan kesabaran yang lebih dari biasanya, tapi tidak perlu dengan cara tarik urat apalagi menjewer dan mencubit. Salah satu cara untuk menghadapi anak yang keras kepala adalah menanggapi luapan emosinya.

Ini bukan berarti kamu menyerah dengan setiap permintaan si kecil. Kamu bisa bersikap tegas sekaligus menunjukkan kasih sayang terhadapnya.

Berikut adalah cara efektif dalam mendidik anak yang keras kepala dan suka melawan tanpa harus marah-marah:

1. Dengarkan dan Hindari Berdebat

Komunikasi merupakan jalan dua arah. Jika ingin anak mendengarkan ucapan Moms, maka Moms sebaiknya lebih dulu mendengarkan keinginan anak. Anak yang berkemauan keras mungkin memiliki pendapat yang kuat dan cenderung suka membantah.

Anak dengan sifat keras kepala juga mungkin akan mudah emosi terutama saat ia merasa tidak didengar. Jadi, dengarkan apa yang menjadi keinginan anak dan lakukan percakapan terbuka tentang apa pendapat Moms.

2. Jadikan Anak sebagai Teman

Melarang anak untuk tidak melakukan suatu hal cenderung membuatnya membangkang. Misalnya, saat mereka ingin terus menonton televisi dan melupakan pekerjaan rumahnya.

Jika hal ini terjadi, cobalah temani anak menonton televisi sejenak. Mereka dapat merasa ditemani dan menganggap kamu sebagai teman. Setelah itu, barulah kamu bisa bertanya mengenai pekerjaan rumah secara perlahan.

3. Tidak Memaksa

Ketika Moms cenderung memaksa si kecil melakukan sesuatu, biasanya ia akan menolak dan melawan. Hal tersebut termasuk dalam bentuk pertentangan, salah satu ciri umum dari anak keras kepala.

Sebetulnya mendidik anak yang keras kepala dengan cara baik ini tidak akan membantu, malah akan membantu si kecil melawan. Sebaliknya, jika Moms menunjukkan perhatian dengan apa yang dilakukannya, maka ia akan lebih nyaman dan merespons dengan lebih tenang.

4. Memberi Anak Pilihan

Pada dasarnya, anak-anak memiliki jalan pikirannya sendiri dan tidak suka diberi tahu tentang apa yang harus dilakukan.

Ambil contoh, kamu menyuruh si kecil untuk tidur saat ia sedang asyik menonton TV. Jawaban yang mungkin kamu dengar adalah kata “tidak”.

Ini sama halnya bila kamu memberikan mainan yang tak disukai oleh si kecil, maka jawabannya mungkin akan sama. Cara mendidik anak yang keras kepala ini bisa dengan menggunakan trik-trik khusus dengan memberikannya pilihan.

Misalnya, saat kamu menginginkan si kecil tidur dan melepaskannya dari TV, coba berikan si kecil pilihan buku cerita buku cerita mana yang akan ia pilih untuk didongengkan sebelum tidur.

5. Cobalah Turut Berpikir dari Sisi Pandang Anak

Jangan terburu-buru stres saat menghadapi anak keras kepala, Moms. Lihatlah masalah yang dihadapi dari sudut pandang anak dan cobalah untuk memahami mengapa ia berperilaku seperti itu.

Misalnya jika Moms berjanji untuk mengajak anak ke taman namun mendadak tidak jadi karena hujan, maka Moms perlu menjelaskan secara detail pada anak. Sebab meski alasannya jelas, kemungkinan besar anak hanya akan melihatnya sebagai janji yang dilanggar.

Nah, ketika Moms bisa menjelaskan alasannya dengan perlahan, anak mungkin bisa lebih menerima hal tersebut dan tidak marah.

Demikianlah cara mendidik anak yang keras kepala yang dapat dilakukan oleh orang tua. Jika Moms butuh bantuan, jangan ragu untuk mengajak Papa dan anggota keluarga lain untuk ikut terlibat, ya.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru