Contoh Puisi Peringatan Isra Miraj 1444 H, Bikin Menyentuh Hati!

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Berikut kumpulan puisi tentang Isra Miraj yang membangkitkan cinta pada Rasul yang dapat dibacakan pada peringatan Isra Mi'raj.

INDIFFS.COM – Banyak cara untuk memperingati peringatan Isra’ Mi’raj di tahun 2023 atau 1444 H ini. Salah satunya ialah dengan membacakan dan menyampaikan puisi yang bertema Isra Miraj tersebut.

Karena, dengan membacakan puisi tentang Isra’ Mi’raj, pendengar akan lebih tersentuh hatinya dan rasa cinta pada Allah dan Rasul-Nya semakin meningkat karena rangkaian kata-kata yang indah.

Selain itu, puisi ini juga berisi banyak hikmah yang dapat dipetik dari kejadian Isra dan Mi’rajnya Rasulullah.

Contoh Puisi Isra Miraj

Bagi kamu yang sedang mencari inspirasi puisi tentang Isra Mi’raj jangan khawatir! Berikut telah kami sajikan kumpulan puisi tentang peringatan Isra’ Mi’raj 2023 singkat dan menyentuh hati:

1. Contoh Teks Puisi I

Judul: Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW (27 Rajab)

Ketika bulan menutup matanya
Sedangkan mentari mulai biaskan cahaya
Bersama pelangi iringi pagi dengan senyuman
Kudengar suara burung riuh asik bersahutan
Bagai menyambut datangnya isra mi’raj silam

Hari dimana dua kejadian dalam satu malam
Isra suatu perjalanan dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsha
Mi’raj diangkatnya sang Rosul ketempat tertinggi Sidratul Muntaha.

Menerima firmanNYA mengerjakan shalat lima waktu
Menyebarkannya keseluruh umat-umat Beliau
Bahwa shalat adalah bentuk komunikasi kepada ALLAH SWT

Ijinkanlah aku mengajak saudara berzikir dan Sholawat.
Kepada Nabi kita Muhammad SAW yang menyayangi kita
Hingga ajal menjemput pun “Umatku..Umatku…Umatku”tak pernah lupa.

Bahkan rasa sakit sakratul maut diambilnya demi umatnya
Mari kita dirikan shalat lima waktu untuk kita juga

2. Contoh Teks Puisi II

Judul: Cahaya Isra

Sebelum sosokmu hijrah ke Madinah
Engkau hadiahi kami sebait kisah
Tentang perjalanan semalam yang bersejarah
Antara masjidil Haram dan Aqsha

Sebuah ujian keimanan untukku
Ya Rasulullah kumengimani peristiwa-peristiwamu
Cahaya isra akan mengalir di dalam hela napasku
Meyakini semuanya tanpa ragu

Masjidil Haram awal perjalananmu nan suci
Bersama malaikat Jibril yang turut menyertai
Menunaikan perintah Rabbul Izzati
Isra wal mi’raj di malam hari

Perjalananmu adalah mukjizat
Kekuasaan Allah amatlah hebat
Dengan waktu yang teramat singkat
Kau tembus langit yang di jaga para malaikat

Engkau melihat surga dan neraka
Bertemu para malaikat juga ambiya
Terus menuju Sidrotul Muntaha
Bertemu Allah Yang Maha Kuasa

3. Contoh Teks Puisi III

Judul: Ketika Itu

Ketika itu….
Ada sekeping hati yang berduka
Ketika itu ….
Ada sudut hati yang menangis

Paman yang selalu membela
Dan istri yang tercinta
Telah pergi untuk selama-lamanya

Ketika itu…
Tahun ‘amul Huzni
Baginda yang mulia
Bermuram durja

Lalu sang maha pemilik hati
Mengutus para malaikatnya
Ketika itu…..
Perjalanan dimulai

Sebagai penghibur lara dan menunjukkan kebesaran-Nya
Dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha
Diteruskan ke Sidratul Muntaha
Bertemu Allah Ta’ala

Ketika itu.
Perintah ruku’ dan sujud lima kali sehari semalam
Dari hamba-Nya untuk sang pencipta
Itulah hadiah yang terindah

4. Contoh Teks Puisi IV

Manusia Paling Mulia

Engkau ya Rasulku
Berjalan mengarungi separuh malam
Menjelajahi alam semesta raya
Oleh kuasanya Sang Kuasa

Dari Makkah hingga Palestina
Kemudian naik ke Sidhratil Muntaha
Bertemu kekasih sejati
Dan bingkisan perintah nan suci

Oleh karenanya
Engkau adalah manusia terutama
Paling harum dan mulia
Diantara semua ciptaanNya

Ya Allah
Kuatkanlah hati hamba
Tuk melukis namaMU
Dikelakuan jiwa dan raga

5. Contoh Puisi Part V

Aku yang Lalai dalam Shalat

Andai shalat masih lima puluh rakaat
sungguh aku tidak akan sanggup
Bani Israil sudah jadi bukti sulitnya taat
Di saat dunia semenjana terdamba umat

Aku yang lalai dalam shalat
Masih jauh dari sempurnanya niat
Khusyuknya gerak belum mampu saban saat
Padahal raga ini begitu sempurna dalam sehat

Rasulku Isra’ Mi’raj menjemput shalat
Bersyukur Allah ringankan menjadi lima rakaat
Dengan tidak mengulangi hikmat
Sepuluh kebajikan terjamin atas tiap waktu shalat

Tapi aku masih lalai dalam shalat
Rukuk ini masih terlalu cepat
Sujud ini masih asal tunduk berbuat
Tengadah tangan ini masih asal ingat
Padahal nikmat mengalir setiap saat

Ampuni hamba-Mu ini Ya Allah
Atas segala lalai menunda taubat
Padahal aku tidak tahu kapan akan sekarat
Tapi masih sangat sedikit ingat akhirat

Ya Allah yang Maha Kasih lagi Maha Sayang
Teguhkanlah hati hamba atas agama-Mu
Husnul khotimah-kan hamba saat ajal menjelang
Izinkanlah hamba untuk masuk ke dalam surga-Mu

6. Puisi Part VI

Judul: Cahayamu

Hadirmu bagai purnama menerangi malam
Bagai bintang indah berkerlip
Pelangi memberi warna
Bagai gemunung mengkokoh jiwa
Batu karang teguh berdiri
Bagai air sejuk mengalir
Merasuk jiwa-jiwa lara
Jiwa-jiwa dalam kegelapan
Jiwa-jiwa alam kebimbangan

Cahayamu menuntunku
Menuju jalan Ilahi
Menuju kesucian hakiki
Dalam pelukan Rabb

Duhai junjungan jiwa
Telah kau beri kami cahaya
Dari kegelapan dunia
Telah menjadi tuntunan umat
Pada langkah kami dibelantara kehidupan

Nah, itulah kumpulan puisi yang bertema Isra Miraj yang bisa dijadikan sebagai referensi. Semoga dengan membacanya para pendengar akan lebih tersentuh hatinya dan rasa cinta pada Allah dan Rasul-Nya.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru