Deretan 7 Film Ini Cocok Di Saksikan Pada Hari Pahlawan Besok!

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Inilah deretan film yang mengisahkan perjuangan para pahlawan terdahulu, yang pastinya cocok disaksikan pada peringatan Hari Pahlawan besok!

INDIFFS.COM – Pada tanggal 10 November, tiap tahun masyarakat Indonesia pasti memperingati Hari Pahlawan. Biasanya menjelang peringatan ini, banyak film bertema Hari Pahlawan yang beredar dan menjadi incaran masyarakat.

Terlebih karena menonton film pahlawan ini, menjadi sebuah dokumenter perjuangan para pahlawan terdahulu ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dengan menonton film-film bertema pahlawan ini, menjadi sebuah bentuk untuk mengenang jasa para pahlawan.

Selain itu, film ini cocok ditonton untuk anak-anak sekolah, agar menjadi salah satu alternatif untuk mereka mengetahui sejarah bangsa Indonesia zaman dahulu.

Rekomendasi Film Bertema Hari Pahlawan

Melansir dari berbagai sumber, berikut deretan film yang cocok disaksikan untuk memperingati Hari Pahlawan, pada 10 November 2022 besok!

1. Jenderal Soedirman

Film Jenderal Soedirman merupakan film Indonesia yang telah rilis pada tahun 2015 silam. Film ini menceritakan tentang kiprah salah satu tokoh pahlawan Indonesia, yaitu Soedirman.

Disutradarai oleh Viva Westi, film ini bermula saat Belanda menyatakan secara sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menyatakan penghentian gencatan senjata. Kala itu, Soekarno dan Mohammad Hatta juga ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka.

Mendengar kabar tersebut, Jenderal Soedirman yang pada waktu itu sedang sakit paru-paru akut nekat melancarkan perang gerilya terhadap Belanda. Dibalik sakitnya, Ia berupaya melakukan perjalanan 7 bulan lamanya.

Bersama 12 rekannya, Jenderal Soedirman merencanakan taktik perang tak terduga untuk melumpuhkan pos-pos penjagaan Belanda. Kala itu, Soedirman membuat Jawa menjadi medan perang gerilya yang luas, membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu.

2. Battle of Surabaya

Disutradarai oleh Aryanto Yuniawan, film ini dibuka dengan megah menampilkan peristiwa pengeboman kota Hiroshima oleh sekutu yang kemudian memaksa jepang untuk menyerah.

Yang mana Battle of Surabaya adalah film animasi 2D, drama, aksi dan sejarah Indonesia produksi MSV Pictures. Film ini menceritakan tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan pejuang arek-arek Suroboyo dan TKR dalam peristiwa pertempuran dahsyat 10 November 1945 di Surabaya.

3. Kartini

Disutradarai oleh Hanung Bramantyo, film kartini ini berkisah tentang Kartini yang tumbuh dan menyaksikan sang ibu, Ngasirah menjadi orang yang terbuang di rumahnya sendiri. Ngasirah adalah orang biasa dan tidak punya darah ningrat di tubuhnya.

Sehingga posisinya tidak dianggap penting dalam keluarga dan dia menjadi seorang pembantu. Sementara sang ayah Raden Sosroningrat sejatinya sangat menyayangi Kartini. Namun ia pun tidak berdaya melawan budaya yang telah dijalankan selama turun-temurun.

Melihat hal itu, Kartini tergerak untuk bisa menyetarakan hak bagi kaum perempuan, baik itu orang biasa maupun ningrat. Salah satu yang menjadi fokus Kartini untuk menyetarakan hak perempuan adalah dengan menjamin pendidikan bagi perempuan.

4. Soekarno

Hanung Bramantyo merupakan sutradara dari film soekarno yang telah rilis pada tahun 2013. Ini menceritakan tentang perjuangan sang proklamator Indonesia yaitu Ir. Soekarno atau Bung Karno.

Kala itu, Bung Karno remaja mulai sadar bahwa negaranya sedang dijajah. Hasil tanaman dan rempah-rempah yang sangat melimpah, separuhnya harus diserahkan kepada Belanda.

Dari penindasan tersebut, Bung Karno mulai berpikir dan belajar berpidato untuk disampaikan ke khalayak orang banyak dengan tujuan melawan penjajahan Belanda. Bung Karno pun giat berlatih pidato, dan sampai puncaknya.

Dengan kegigihan dan semangat dalam melawan penjajahan belanda, Soekarno berhasil membacakan pidato kemerdekaan Indonesia dan dikenal sebagai proklmator Indonesia.

5. Guru Bangsa: Tjokroaminoto

Film yang disturadari oleh Garin Nugroho ini menceritakan tentang kisah perjuangan HOS Tjokroaminoto bersama Sarekat Islam. Film in bermula seorang putra bangsawan asal Jawa di Ponorogo yang memiliki latar belakang keislaman yang kuat bernama Tjokroaminoto.

Tjkroaminoto muda telah merasakan keprihatinannya terhadap kondisi pribumi pada masa penjajahan. Keprihatinannya ditunjukkan terutama pada kaum buruh dan masyarakat pribumi lainnya yang tersiksa akibat dari perlakuan pemerintah kolonial belanda yang terus saja merendahkan dan menyiksa dengan semena-mena.

Hal inilah yang membuat hati kecilnya selalu resah hingga ia tumbuh dewasa. karena alasan ini pula ia memutuskan untuk meninggalkan kampung halamannya dan melepas seluruh gelar kebangsawanannya.

Berkat keberanian dan jiwa kepemimpinannya yang kuat, Tjokroaminoto kemudian diakui oleh banyak kalangan dapat membebaskan rakyat indonesia dari cengkraman penjajah.

6. Sang Kiai

Film yang disutradarai oleh Rako Prijanto ini menceritakan tentang, awal mula kedatangan Jepang di Indonesia yang memorak-porandakan keadaan masyarakat pribumi. Sehingga membuat Nusantara semakin tercekik akan kemiskinan. Selain itu, Jepang mengambil banyak jalan untuk menarik simpati rakyat, salah satunya dengan jalan agama.

Pada film ini mengisahkan seorang pemuka agama, tokoh besar yang disegani dan memiliki pengikut yang sangat banyak yaitu KH Hasyim Asyari. Beliau juga dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang dan organisasi Nahdhatul Ulama.

Awal kedatangan Jepang disambut dengan antusiasme dan kebahagiaan yang tinggi dari Rakyat karena dianggap telah membebaskan Indonesia dari belenggu Belanda. Namun seiring berjalannya waktu, Jepang mulai menunjukkan sifat tamaknya yang berambisi untuk menguasai kekayaan alam Nusantara.

7. Hati Merdeka

Film ini disutradarai oleh Yadi Sugandi dan Conor Allyn, serta menjadi sekuel terakhir dari trilogi film Merdeka. Film ini mengisahkan keadaan Indonesia pada tahun 1949 silam, yang meski sudah memproklamirkan kemerdekaan, namun masih mendapatkan serangan dari pasukan Belanda.

Demikian beberapa rekomendasi film yang cocok disaksikan untuk memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2022.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru