Doa Ziarah Kubur, Lengkap dengan Arab, Latin dan Terjemahan

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Pada saat melakukan ziarah kubur dianjurkan untuk membaca doa yang berdasarkan anjuran nabi yang sesuai dengan urutan doa ziarah kubur.

Indiffs – Mendatangi dan membacakan doa ziarah kubur ini dianjurkan oleh Mazhab Syafii dan memiliki hukum untuk laki-laki adalah sunnah. Sementara untuk perempuan juga dianjurkan (sunnah) dengan syarat tidak menimbulkan fitnah. Misalnya saat ziarah kubur menangis sekeras-kerasnya, jika seperti ini bisa terjadi maka hukumnya makruh.

Berziarah kubur dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Mengingat banyak hikmah yang terkandung di dalamnya. Salah satu hikmah berziarah kubur adalah untuk mengingatkan kita akan kehidupan akhirat yakni sebuah fase masa depan yang keabadiannya kekal. Dengan begitu kita tidak lantas merasa senang dengan kehidupan duniawi. Rasulullah SAW bersabda:

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ

Artinya: “Dulu aku melarangmu melakukan ziarah kubur. Sekarang, lakukanlah ziarah kubur, karena akan mengingatkan kalian terhadap akhirat.” (HR. Muslim).

Berziarah kubur memang dianjurkan selama itu tidak mengundang pada kesyirikan, namun berdoalah kepada Allah SWT dan janganlah berdoa pada kepada orang yang telah tiada.

Sebagaimana Firman Allah SWT,

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

Artinya : “Sesungguhnya Allah tidak akan memberi ampun terhadap dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan memberi ampun terhadap dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.” (QS. An Nisaa : 116)

Namun perlu di perhatikan pula doa yang dibaca ketika kita sedang ziarah kubur ke makam, berikut akan kami paparkan.

  • Membaca Salam Saat Memasuki Makam

Hal ini sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Serta mencontohkan kepada kita semua saat ziarah kubur untuk mengucapkan salam:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn​​​​​​​

Artinya: “Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian. (HR Muslim)

  • Membaca Istighfar Sebanyak 7x

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْه

Astaghfirullahal ‘adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyum wa atubu ilaih

Artinya: “Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung, tiada tuhan selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat pada-Nya.”

  • Membaca Surat Al Fatihah

Membaca Alfatihah ini dilakukan untuk menghadiahi Nabi Muhammad SAW, Guru-guru, Orang tua yang sudah meninggal (ahli kubur).

 بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ . اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ . الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ . مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ . اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ . اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ . صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim . Alhamdu lillaahi Rabbil ‘aalamiin . Ar-Rahmaanir-Rahiim . Maaliki Yawmid-Diin. Iyyaaka na’budu wa lyyaaka nasta’iin . Ihdinas-Siraatal-Mustaqiim . Siraatal-laziina an’amta ‘alaihim ghayril-maghduubi ‘alaihim wa lad-daaalliin.

Artinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. ‘ Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. ‘ Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. ‘ Pemilik hari pembalasan. ‘ Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. ‘ Tunjukilah kami jalan yang lurus. ‘ (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

  • Membaca Surat Al Ikhlas Sebanyak 3x

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . قُلْ هُوَ اللهُ اَحَدٌ . اَللهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ . وَلَمْ يَكٌنْ لَهُ كُفُوًا اَحَدٌ

bismillāhir-raḥmānir-raḥīm . al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn . ar-raḥmānir-raḥīm . māliki yaumid-dīn . iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn . ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm . ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Dialah yang maha esa. Allah adalah tuhan tempat bergantung oleh segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya.”

  • Membaca Surat Al Falaq

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَاثاتِ فِى الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim . qul a’ụżu birabbil-falaq . min syarri mā khalaq . wa min syarri gāsiqin iżā waqab . wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad . wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan yang menguasai waktu subuh dari kejahatan makhluk-Nya. Dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus nafasnya pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki apabila ia mendengki.”

  • Membaca Surat An Nas

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . قُلْ اَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . اِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُوْرِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim . qul a’ụżu birabbin-nās . malikin-nās . ilāhin-nās . min syarril-waswāsil-khannās . allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās . minal jinnati wan-nās.

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada tuhan manusia, raja manusia. Sesembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia. Dari setan dan manusia.’’

  • Membaca Kalimat Tahlil

لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

Laa ilaaha illallah

Artinya, “Tiada tuhan yang layak disembah kecuali Allah.”

  • Membaca Doa yang Dikhususkan Untuk Ahli Kubur

Untuk Laki-laki

اللهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu,

“Ya Allah ampunilah dirinya, kasihanilah dirinya, afiatkan dirinya, dan maafkanlah dirinya.”

Untuk  Perempuan

اللهُمَّ اغْفِرْ لَها وَارْحَمْها وَعَافِها وَاعْفُ عَنْها يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ

Allahummaghfìrlaha war hamha wa ‘aafìha wa’fu anha yaa rabbal a’lamiin,

“Ya Allah ampunilah dirinya (perempuan), kasihanilah dirinya, afiatkan dirinya, dan maafkanlah dirinya, wahai Tuhan sekalian alam.”

Doa yang di Khususkan untuk Ahli Kubur

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

“Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.”

“Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.”

Artinya : “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim).

Itulah doa yang dilakukan pada saat ziarah kubur, semoga kita yang berziarah kubur mendapatkan lindungan Allah SWT serta syafaat di hari akhir kelak. Aamiin yaa Rabbal a’lamiin.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru