Etika Bermedia Sosial Dalam Islam, Yuk Perhatikan!

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Dalam Islam ada etika yang harus diperhatikan ketika bermedia sosial, apa saja yang harus diperhatikan? yuk simak artikel ini!

Indiffs – Secara dasarnya etika berkaitan dengan norma, namun etika disini adalah konsep atau perilaku manusia, tentang baik dan buruknya terhadap media sosial. Perkembangan teknologi yang semakin maju membuat kemudahan dalam mengakses informasi dari berbagai penjuru. Keberadaan media sosial juga ini tidak bisa terlepas dari segala sisi kehidupan masa kini.

Namun disisi lain, banyak kejelekan dibalik kemajuan tersebut. Islam sebagai agama akhir zaman selalu menuntun manusia pada kebaikan, pun dalam aktivitas bermedia sosial. Ada etika yang harus diperhatikan ketika bermedia sosial ini. Pasalnya, bermain media sosial ibarat menghunus sebuah pedang. Artinya jika kita salah mengayunkan pedang tersebut, maka kita sendiri yang akan tertebas.

Islam mendukung dengan tetap memperhatikan etika yang mengawal moral dan akhlak pada jalur yang benar. Berikut adalah beberapa etika yang harus diperhatikan dalam menggunakan media sosial:

Jadikan Sebagai Sarana untuk Menebar Kebaikan

Mereka yang memiliki pandangan menyebar manfaat melalui tulisan dan berwawasan luas tidak akan tergesa-gesa dalam memposting berita. Ladang pahala mengalir apabila setiap hal yang kita beritakan berkhazanah Islam dan menebar faedahnya.

Etika muslim dalam bermedia sosial dengan menjadikannya sebagai sarana pengumpul ilmu dan kebaikan. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memberi teladan dalam agama ini suatu kebaikan, maka baginya pahala setiap orang yang mengamalkannya hingga hari Kiamat tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.”

Mengingat Hisab atas Segala Perbuatan

Menyadari setiap perbuatan akan dihisab kelak di hari akhir, baik buruk nya perbuatan yang dilakukan pertimbangan suatu hari nanti di akhirat kelak.

Setiap kalimat, foto, video yang kita unggah, akan dipertanyakan kelak di akhirat. Allah berfirman, “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat Dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar Dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah: 7-8).

Mengingat Bahwa Ada ”CCTV” di Kedua Bahu

Merasa di awasi oleh malaikat utusan Allah berpikir bahwa setiap kali 24 jam perbuatan kita selalu diawasi. Begitu pula dengan aktivitas di media sosial. Like, komen, atau share kita akan disaksikan dan kelak serta akan dimintai pertanggungjawabkan. Apapun yang kita posting sadarilah Allah selalu mengawasi kita, dan ketahuilah Allah maha mengetahui.

Bertabayyun Sebelum Berpendapat

Tabayyun atau tabayun ini adalah upaya mencari kejelasan atau kebenaran akan suatu hal. Dikutip dari cimahi kota.id, Fenomena “jemari berbicara”, yaitu kebiasaan untuk asal share tanpa mencari kebenaran beritanya, kerap kali terjadi. Berita hoaks tersebar karena andil kedua ibu jari kita. Untuk itulah, mencari kebenaran berita menjadi hal wajib sebelum menyebarkannya.

“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang paling baik (benar). Sesungguhnya, setan menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia” (Q.S Al-Israa’ Ayat 53)

Jadikan Sebagai Washilah

Selanjutnya jadikanlah sebagai washilah atau penghantar juga sarana kepada kebaikan. Artinya, manfaatkanlah media sosial untuk menebar kebaikan.

Tidak Lalai

Inilah yang sering dilupakan orang ketika bermain di jejaring sosial. Sering lalai terhadap kewajiban yang diperintahkan oleh-NYA. Salah satunya ialah kewajiban sholat terkadang orang sering lupa bahkan lalai terhadap kewajiban yang satu ini.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru