Fakta Fenomena Solstis 21 Desember, Apakah Benar Berbahaya?

Admin 0 Komentar

Dibalik mitos bahaya keluar ketika fenomena solstis. Berikut ini ada beberapa fakta tentang fenomena solstis 21 Desember. Apakah berbahaya?

INDIFFS.COM – Fenomena Solstis yang dikabarkan terjadi 21 Desember, kini menjadi perbincangan warganet, lantas apa fakta menurut para ahli soal tak boleh keluar rumah saat siang hari? Apakah benar-benar berbahaya. Kabarnya pun kini beredar cepat dan disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab perihal larangan untuk keluar rumah pada siang haru saat peristiwa itu terjadi.

Solstis adalah fenomena astronomis biasa, istilah ini datang dari bahasa latin “Solstitium” Sol berarti Matahari dan Stitium diartikan tempat berhenti. Fenomena ini hanya kan terjadi 2x dalam setahun, yakni pada bulan Juni dan Desember. Solstis disebut juga Titik Balik Matahari.

Fakta Fenomena Solstis

Untuk mengetahui tentang fakta dibalik berita tentang Solstis itu sendiri. Berikut ini beberapa diantaranya:

  • Dampak Fenomena Solstis

Fenomena Solstis yang dirasakan oleh manusia tidak terlalu bahaya, karena yang dinarasikan seperti pada imbauan dan fenomena ini tidak ada hubungannya dengan peristiwa bencana. Sebab silotis merupakan fenomena murni astronomis yang dapat memengaruhi iklim dan musim di Bumi. Secara umum hanya berdampak pada gerak semua harian matahari ketika terbut dan terbenam. Dampak lainnya hanya pada panjang siang dan makam serta pergantian musim.

Saat fenomena ini terjadi, tidak ada larangan bagi masyarakat untuk keluar rumah. Sebab, solstis tidak berkaitan dengan aktivitas berbahaya apapun.

  • Penyebab Fenomena Solstis

Solistis disebabkan oleh simbu rontasi Bumi yang miring 23,44 derajat terhadap bidang tegak lurus ekliptika atau sumbu kutub utara-selatan. Pada solistis bulan ini (Desember) terkadang Kutub Selatan dab Belahan Bumi Selatan condong ke Matahari dan Kutub Urara serta Belaham Bumi menjauhi Matahari.

  • Waktu Terjadinya Solstis Desember

Telah disebutkan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Indonesia, fenomena Solistis 21 Desember, pada pukul 10.27 WIB/ 11.27 WITA/ 12.27 WIT. Sedangkan 21 Juni lalu pukul 16.13 WIB / 17.13 WITA / 18.13 WIT.

Perbedaan tanggal dapat disebabkan karena pergeseran titik perihelion titik terjauh bumi dari matahari terhadap solstis. Semakin dekat solstis Juni dengan perihelion, maka solstis Juni dan Desember pun akan terjadi di tanggal yang lebih awal. Sementara semakin dekat solstis Desember dengan perihelion, maka solstis Juni dan Desember pun akan terjadi di tanggal lebih akhir.

  • Mitos Jika Fenomena ini Berbahaya

Fenomena yang kerap disebut titik balik matahari merupakan peristiwa yang terjadi ketika matahari tampak mencapai ekskursi paling utama atau selatan relatif terhadap ekuator langit atay pada bola langit. Kejadian ini terjadi sebanyak 2 kali dalam setahun dan merupakan fenomena biasa, sebab ini merupakan peristiwa alam yang terjadi secara berkala karena adanya per putaran bumi di sekitar matahari. 

Demikianlah beberapa fakta terkait Solstis yang terjadi pada 21 Desember 2022. Semoga bermanfaat dan membantu ya!

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

[quads id=1]

Konten Terbaru