Fakta Menarik Cilacap, Kabupaten yang Berpotensi Akan Tsunami

Hani Hnsa 0 Komentar

Kabupaten ini menyimpan berbagai fakta menarik yang tak banyak orang tahu. Penasaran apa fakta menarik Cilacap? Yuk, simak di bawah ini!

IndiffsFakta Menarik Cilacap – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan masyarakat akan ancaman gempa bumi dan tsunami di sepanjang selatan Pulau Jawa, khususnya di Cilacap. Karena nya, ia meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiap-siagaan guna mengantisipasi skenario terburuk.

Kabupaten Cilacap merupakan sebuah wilayah administrasi yang berada di selatan Provinsi Jawa Tengah. Sejarah kabupaten ini sudah dimulai lama sebelum masa kemerdekaan Indonesia, yaitu pada saat penjajahan Belanda.

Pemerintah Hindia Belanda melalui besluit Gubernur Jenderal tanggal 21 Maret 1856 Nomor 21 menetapkan Onder Regentschap Cilacap ditingkatkan menjadi Regentschap (Kabupaten) Cilacap. Disamping lokasinya yang strategis, kabupaten ini ternyata menyimpan berbagai fakta menarik yang tak banyak orang tahu. Penasaran apa fakta menarik Cilacap? Yuk, simak di bawah ini!

Alcatraz Versi Indonesia

Berbatasan dengan Samudra Hindia, Cilacap memiliki Pulau Nusakambangan. Pulau ini terkenal dengan penjara berkeamanan tingkat tinggi hingga dijuluki Alcatraz-nya Indonesia. Alcatraz merupakan penjara dengan keamanan super ketat di Amerika Serikat yang tidak lagi dioperasikan sejak 21 Maret 1963.

Kendati terdapat penjara atau lembaga pemasyarakat, masyarakat umum masih bisa mengakses beberapa kawasan Pulau Nusakambangan, terutama kawasan yang jauh dari lembaga pemasyarakat seperti Pantai Karang Balong dan Pantai Karangpandan.

Terdapat Kilang Minyak Terbesar di Indonesia

Banyak yang mengira jika kilang minyak terbesar di Indonesia berada di Balongan, Indramayu, Jawa Barat (Jabar). Namun hal itu salah, kilang minyak terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara berada di Cilacap. Kilang minyak milik Pertamina itu mampu menghasilkan 348.000 barel minyak perhari.

Kilang Pertamina di Cilacap ini memasok 34% kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional, atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Selain itu, kilang minyak di Cilacap juga menjadi satu-satunya kilang di Indonesia yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur.

Tempat Berbagi Industri Besar

Cilacap diberkahi dengan berbagai sumber daya alam, sehingga banyak industri besar yang berdiri di kabupaten ter-luas di Jateng ini. Banyak pabrik yang mengolah hasil tambang dan hasil alam yang didirikan di Cilacap.

Beberapa perusahaan besar yang mendirikan pabriknya di Cilacap antara lain Pertamina, pabrik semen Dynamik milik PT Solusi Bangun Indonesia, pabrik gula rafinasi, hingga pabrik pengolahan ikan. Selain beridir pabrik-pabrik besar, Cilacap juga memiliki tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang tersebar di wilayah Karangkandri, Adipala dan PLTU S2P Cilacap. Total keseluruhan listrik yang dihasilkan PLTU di Cilacap itu mencapai 7.700 Mega Watt.

Kabupaten Ter-luas di Jawa Tengah

Kabupaten Cilacap merupakan kabupaten terluas di Jawa Tengah dengan luas wilayah 225.360,840 Ha atau 2.252 kilometer persegi. Luas wilayah ini yang terbagi menjadi 24 kecamatan 269 desa dan 15 kelurahan. Kabupaten Cilacap memiliki motto “Jala Bhumi Wijayakusuma Cakti” yang artinya “Kemampuan membudidayakan bumi, laut, air untuk kemakmuran”. Hal ini karena dengan luas wilayah yang dimiliki juga menyimpan kekayaan alam yang melimpah.

Wisata Sejarah Benteng Pendem

Di dalam kawasan wisata Teluk Penyu, terdapat sebuah benteng tua yang menjadi objek wisata. Kusbatterij Op De lantong Te Tjilatjap atau dikenal dengan Benteng Pendem karena bentuk benteng ini sebagian tertimbun oleh pasir.

Benteng ini merupakan peninggalan masa kolonial Belanda yang dibangun antara tahun 1861-1879 yang difungsikan sebagai penjara dan benteng pertahanan Pantai Selatan Pulau Jawa. Benteng ini tertimbun karena faktor alam setelah sempat tidak dihuni selama beberapa tahun. Benteng yang dieksplorasi merupakan 60% dari bangunan aslinya, sementara 40% sisanya masih tertimbun.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru