Fakta Stadion Kanjuruhan yang Menjadi Kandang dari Arema FC

Wiwin Indriani 0 Komentar

Ada sejumlah fakta Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur yang saat ini menjadi kandang Arema FC sebuah klub liga 1.

INDIFFS.COM – Stadion Kanjuruhan yang menjadi kandang dari Arema FC, sebuah klub liga 1 yang berjuluk Singo Edan. Stadion ini berlokasi di Jalan Trunojoyo, Krajan, Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Ada sejumlah fakta Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Fakta Stadion Kanjuruhan

Stadion Kanjuruhan saat ini menjadi sorotan dunia setelah adanya Tragedi Kanjuruhan yang menelan ratusan korban usai laga Arema FC vs Persebaya pada 1 Oktober 2022. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini beberapa fakta terkait Stadion Kanjuruhan:

1. Namanya dari Kerajaan Hindu Di Malang

Nama Kanjuruhan diambil dari kerajaan Hindu, yang konon sempat ada di Kota Malang, pada abad 8 Masehi. Kanjuruhan diduga telah berdiri pada abad ke-8 Masehi (masih sezaman dengan Kerajaan Taruma di sekitar Bekasi dan Bogor sekarang). Bukti tertulis mengenai kerajaan ini adalah Prasasti Dinoyo. Rajanya yang terkenal adalah Gajayana. Peninggalan lainnya adalah Candi Badut dan Candi Karangbesuki.

2. Dibangun dengan Biaya Lebih dari RP35 Miliar

Stadion Kanjuruhan adalah salah satu stadion sepak bola yang terletak di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia. Stadion ini dibangun sejak tahun 1997 dengan biaya lebih dari RP35 miliar hal ini karena Stadion Kanjuruhan memiliki berbagai fasilitas unggul, termasuk lapangan sepak bola berstandar nasional, lengkap dengan lintasan atletik dan tribun penonton.

3. Diresmikan Oleh Presiden Megawati Soekarno Putri

Stadion Kanjuruhan dibangun pada tahun 1997 dan selesai pada tahun 2004. Hingga pada 9 Juni 2004, stadion ini diresmikan penggunaannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Pembukaan digelar dengan pertandingan kompetisi Divisi Satu Liga Pertamina tahun 2004, antara Arema Malang melawan PSS Sleman. Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Arema 1-0.

4. Tribun Penonton Berkapasitas 40.000

Stadion Kanjuruhan memiliki kapasitas bangku penonton lebih dari 40.000. Kapasitasnya bertambah pada awal musim 2014 dengan penambahan tribun berdiri. Tribun tersebut berada di sekeliling lintasan tepi lapangan dan memiliki pagar pemisah antara tribun dengan lapangan.

Penambahan tribun otomatis menambah kapasitas penonton stadion, menjadi mencapai 45.000 orang. Kapasitas ditambah untuk mengatasi situasi jika Aremania atau pendukung Arema membeludak pada laga-laga big match.

5. Fasilitas Standar FIFA

Stadion Kanjuruhan telah dilengkapi fasilitas standar FIFA termasuk dengan sistem lampu sorot (flood-light). Sistem lampu sorot berdaya 320 kiloWatt, dengan kuat penerangan rata-rata sebesar 1200 lux disesuaikan dengan standar FIFA untuk mengakomodasi pertandingan yang diselenggarakan pada malam hari.

6. Ronaldinho Main Di Kanjuruhan

Pada Juni lalu, mantan bintang Brasil Ronaldinho juga pernah bermain di Stadion Kanjuruhan dalam laga uji coba antara Arema, Persik, dan Rans. Ronaldinho saat itu bermain untuk tim Rans. Sayangnya, mantan pemain Barcelona tersebut tidak bermain maksimal karena pertandingan berjalan ke arah serius, bukan sebagai laga fun games.

7. Ikon Patung Singa Raksasa

Memasuki Stadion Kanjuruhan, pengunjung akan disambut oleh patung kepala singa raksasa yang mengenakan mahkota. Patung yang dibangun dari anggaran CSR (Corporate Social Responsibility) berada di halaman sisi barat stadion, menghadap ke utara. Patung singa dari bahan aluminium itu memiliki tinggi sekitar 7 meter dan menjadi ikon baru Stadion ini.

8. Penambahan Tribun Berdiri

Pada awal musim 2014, stadion ini mengalami penambahan satu tribun, yakni tribun berdiri. Penambahan tribun ini praktis menambah kapasitas stadion menjadi benar-benar mencapai 45 ribu penonton. Ketua Panpel Arema, Abdul Haris, menyatakan jika penambahan tribun ini dimaksudkan untuk mengantisipasi membludaknya Aremania pada laga-laga tertentu bertajuk big-match.

9. Dilengkapi Sejumlah Fasilitas

Salah satu stadion sepak bola terbesar di Indonesia ini memiliki sejumlah fasilitas. Selain memiliki kapasitas lebih dari 40.000 bangku penonton, Stadion Kanjuruhan juga memiliki lapangan sepak bola berstandar nasional yang dilengkapi lintasan atletik. Stadion dilengkapi 28 unit toilet di tribun ekonomi dan 18 toilet di gedung stadion, serta memiliki sistem lampu sorot berdaya 320 kilowatt dan kuat penerangan rata-rata sebesar 1.200 lux atau sesuai dengan standar Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Ada pula videotron yang digunakan sebagai papan skor dan penunjuk waktu pertandingan. Tak hanya di dalam lapangan sepak bola, Stadion Kanjuruhan juga punya fasilitas lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk kolam renang outdoor dan indoor berstandar internasional yang diresmikan pada 2018. Terdapat pula taman rekreasi keluarga yang mencakup kolam renang anak dengan kedalaman sekitar 60 sentimeter, taman Lalu Lintas yang dapat digunakan sebagai wisata edukasi, serta fasilitas penunjang lain, seperti mushala dan ruang konferensi pers.

10. Tragedi Kanjuruhan

Pada 1 Oktober 2022 akan dikenang sebagai hari terkelam dalam sepak bola Indonesia. Pada tanggal tersebut, 125 suporter tewas menjadi korban kerusuhan yang terjadi seusai laga Arema vs Persebaya. Tragedi Kanjuruhan memancing reaksi luas. Dunia internasional juga berduka atas peristiwa tersebut. Salah satunya ditunjukkan La Liga dengan mengadakan ‘hening cipta’ untuk mendoakan korban suporter di Stadion Kanjuruhan.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru