Fenomena Embun Es yang Terjadi di Dieng, Inilah Penyebabnya!

Admin 0 Komentar

Fenomena embun es kembali terjadi di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dengan suhu mencapai minus 1 derajat celcius.

indiffs – Fenomena embun es atau yang dikenal dengan sebutan embun upas mulai muncul di Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, seiring dengan penurunan suhu udara di wilayah itu. Suhu wilayah setempat mencapai minus 1ΒΊ C.

Embun upas merupakan embun dingin dan beku yang turun ketika muncul fenomena suhu udara menjadi sejuk, penduduk Dieng menyebut embun es ini sebagai embun racun (upas dalam bahasa Jawa) karena membuat daun layu hingga tanaman kentang mati.

Kemunculan fenomena alam embun es Dieng ini selalu menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Biasanya embun es ini muncul saat musim kemarau antara bulan Juli hingga Agustus, bahkan September.

Sebelum berkunjung ke Dieng, menghimbau bagi wisatawan untuk lebih mempersiapkan diri sebelum berlibur ke dataran tinggi Dieng ini. Karena, saat musim kemarau seperti saat ini suhu udara di dataran tinggi Dieng lebih dingin dibanding bulan-bulan sebelumnya.

Penyebab Fenomena Embun Es

Penyebab terjadinya fenomena embun es tidak lepas dari fenomena alamiah yaitu suhu udara dingin. Suhu udara dingin ini biasanya terjadi di puncak musim kemarau, yaitu Juli-September. Periode ini akan ditandai pergerakan angin dari arah timur, yang berasal dari Benua Australia.

“Pada bulan Juli, wilayah Australia berada dalam periode musim dingin,” tutur Miming.

“Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan Monsoon Dingin Australia,” imbuhnya.

Angin Monsoon Dingin Australia ini bertiup menuju wilayah Indonesia melewati perairan Samudera Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut relatif lebih dingin. Hal itulah yang menyebabkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia, terutama bagian selatan khatulistiwa (Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara), terasa lebih dingin.

Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hinga Nusa Tenggara turut berpengaruh juga ke suhu dingin yang terjadi di malam hari. Sebab tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.

Tak hanya itu, langit yang cenderung bersih awannya (clear sky) juga akan menyebabakan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar. Sehingga hal itu membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.

Demikianlah mengenai penyebabnya fenomena Embun Es yang terjadi di dataran tinggi Dieng.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru