Gejala Covid XXB Yang Sudah Masuk Ke Indonesia, Waspadai!

Wiwin Indriani 0 Komentar

Subvarian XXB merupakan mutasi dari Covid-19 yang memicu terjadinya lonjakan kasus corona di berbagai negara. Berikut ini gejala Covid XXB

INDIFFS.COM – Subvarian XXB merupakan mutasi dari Covid-19 yang memicu terjadinya lonjakan kasus corona di berbagai negara. Lalu bagaimana gejala Covid XXB? Simak berikut.

Sejak pertama kali ditemukan di India pada Agustus 2022 lalu, sebanyak 24 negara melaporkan temuan Omicron varian XBB. Virus Covid19 subvarian omicron XXB ini sudah masuk ke Indonesia. Hal ini disampaikan langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Budi, pemerintah masih terus mengamati perkembangan kasus ini. Perlu kita ketahui, sebelumnya Singapura melaporkan temuan kasus mutasi SARS-Cov Omicron subvarian XXB di negaranya.

“Singapura sekarang kasusnya naik lagi ke 6.000 per hari karena ada varian baru yang namanya XXB. Varian ini juga sudah masuk ke Indonesia. Kita amati terus,” tutur Budi dalam acara FMB9, Jumat (21/10/22).

XXB di anggap memiliki kemampuan menghindari perlindungan antibodi dari varian Covid yang baru muncul ini, menurut sebuah studo pra-cetak dari para peneliti di China.

Studi tersebut mengatakan bahwa jenis baru Omicron, dan XXB khususnya, adalah jenis yang paling hebat menghindari antibodi yang diuji, jauh melebihi BA.5 dan mendekati tingkat SARS-CoV1.”

Artinya, vaksin dan sebelumnya memiliki Covid-19 tidak di anggap menawarkan tingkat perlindungan yang sama terhadap XXB seperti yang mereka lakukan dengan jenis Covid-19 sebelumnya.

Gejala Covid XXB

Kasus pertama Covid-19 sub-varian XXB di Indonesia merupakan hasil transmisi lokal. Kasus pertama ini di alami seorang perempuan 29 tahun asal Surabaya, Jawa Timur yang baru saja pulang dari Lombok, Nusa Tenggara Timur. Pasien pertama positif sub-varian baru ini mengalami gejala yang sama dengan kasus Covid-19 sebelumnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), itu dapat mencakup:

  • Batuk
  • Demam atau kedinginan
  • Kehilangan rasa penciuman
  • Hidung mampet dan pilek
  • Sesak nafas
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Nyeri otot atau tubuh

Pasien pertama yang terkonfirmasi subvarian XXB  telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober lalu. Ia sempat menjalani isolasi. Gejala subvarian XXB cenderung lebih ringan dari varian sebelumnya. Para ahli pun sepakat bahwa gejala yang muncul akibat subvarian satu ini umumnya ringan.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap penyebarannya. Subvarian ini di sebut lebih menular dibandingkan subvarian lainnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus XXB, kemenkes RI melakukan beberapa langkah strategis. Salah satunya melakukan testing dan tracing terhadap 10 kontak erat. hasilnya, seluruh kontak erat di nyatakan negatif Covid-19 varian XXB.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menegaskan meski varian baru XXB cepat menular, namun tingkat fatalitasnya tidak lebih para dari varian Omicron. Dari data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dalam 7 hari terakhir juga di laporkan terjadi kenaikan kasus di 24 provinsi.

“Saya memohon masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan. Dan melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala Covid-19,” ungkapnya.

“Segera lakukan booster bagi yang belum, untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat Covid-19,” kata Jubir Syahril

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konten Terkait

Konten Terbaru