Harga Pertalite Naik Diperkirakan Jadi Rp 10.000 per Liter di 2023

Hani Hnsa 0 Komentar

Celios Bhima Yudhistira menghitung jika harga Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10 ribu per liter, maka inflasi tembus 6 persen-,65 %.

Indiffs – Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menghitung apabila harga Pertalite naik dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10 ribu per liter, maka inflasi diperkirakan tembus 6 persen-65 persen secara tahunan. Berapa harga pertalite naik di SPBU Pertamina? Yuk, simak.

Sri Mulyani menyebut, pemangkasan anggaran subsidi tersebut dibuat lantaran pemerintah sudah menghitung proyeksi harga keekonomian minyak mentah dunia pada tahun depan.

Adapun bila mengacu pada asumsi dasar ekonomi makro 2023, harga minyak diperkirakan sebesar USD 90 per barel, lebih rendah dari outlook 2022 sebesar USD 95-105 per barel.

Namun, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, pemerintah cenderung masih terlalu optimistis dengan hitungan tersebut. Pasalnya, sejumlah lembaga internasional memprediksi harga minyak mentah dunia bisa berdiri di kisaran USD 95 per barel.

Bila asumsi itu terjadi, bisa saja harga Pertalite terkerek dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter di tahun depan.

“Saya kira harga minyak ke depan paling tidak di atas USD 95 per barel. Kalau pun menang harus ada kenaikan, saya kira paling tidak Pertalite-nya di angka Rp 10.000 (per liter), terus juga Solar subsidi pun di angka Rp 8.000 (per liter). Ini cukup enggak cukup masih ada ruang fiskal di APBN kita,” ucap Mamit, mengutip dari Liputan6.com.

Secara kuota, ia tidak terlalu khawatir itu akan kekurangan. Sebagai contoh solar, dimana komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu sudah merestui kuota nya ditambah menjadi 17 juta KL untuk tahun ini.

“Makanya kuncinya revisi Perpres. Kalau revisi Perpres berbicara bahwa penggunaan Pertalite hanya untuk kendaraan roda dua, angkutan umum pelat kuning, saya kira ini akan lebih secure,” ungkapnya.

“Begitu juga untuk solar subsidi. Misalnya hanya untuk angkutan umum dengan pelat kuning. Terus dibatesin, solar ini hanya untuk kendaraan roda empat, per hari 100 liter aja, itu bisa lebih aman lagi,” pungkas Mamit.

Sebagai BBM subsidi, penyaluran maupun harga Pertalite dan Solar subsidi ditentukan dengan kuota yang ditetapkan pemerintah. Untuk itu, perlu ada pembatasan sehingga penyaluran BBM lebih tepat sasaran.

Karena harga Pertalite belum menyesuaikan dengan harga minyak dunia, maka pemerintah saat ini masih menyusun revisi Perpres Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Dalam revisi tersebut, nantinya disebutkan kriteria kendaraan yang masih diizinkan untuk menikmati harga Pertalite dan solar subsidi.

Secara bertahap, pemilik kendaraan yang bisa mendapatkan harga Pertalite subsidi Rp 7.650 harus tercatat dalam aplikasi MyPertamina. Di mana pemerintah sejauh ini belum memutuskan apakah perlu menaikkan harga bensin Pertalite.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru