Inilah Gejala Leukimia, Mulai Memar Hingga Darah Sulit Membeku

Dini NHaH 0 Komentar

Leukimia sering kali sulit terdeteksi karena gejalanya menyerupai gejala penyakit lain, deteksi perlu dilakukan agar cepat ditangani.

indiffsPenyakit leukimia atau lebih tepatnya adalah kanker darah akibat tubuh terlalu banyak memproduksi sel darah putih abnormal. Leukimia dapat terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Pada awalnya, leukimia sering kali tidak menimbulkan tanda-tanda. Gejala leukimia pada dasarnya sulit untuk dikenali karena tidak memiliki ciri-ciri yang khas. Meski begitu, penting untuk mewaspadai setiap perubahan tubuh yang kamu alami untuk membantu mendeteksi penyakit ini.

Dibawah ini merupakan beberapa gejala penyakit leukimia yang harus diketahui:

1. Memar atau Berdarah

Gejala atau ciri-ciri yang kerap terjadi pada orang dewasa, yaitu ruam atau bintik-bintik merah di kulit, memar, atau pendarahan secara tiba-tiba dan tidak diketahui penyebabnya. Pendarahan bisa terjadi dari hidung (mimisan) atau gusi, pendarahan yang berkepanjangan dari luka, menstruasi yang berat, atau darah di dalam urin atau kotoran.

Kondisi ini bisa terjadi karena leukimia dapat mengganggu kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi trombosit yang dibutuhkan tubuh. Adapun trombosit yang cukup di tubuh dapat membantu darah membeku dari kondisi pendarahan.

2. Kerap Alami Infeksi dan Demam

Seperti yang disebutkan sebelumnya, leukimia terjadi karena tubuh memproduksi sel darah putih yang terlalu banyak. Sel abnormal ini kemudian mencegah kerja sel darah putih normal yang cukup untuk menjaga sistem kekebalan tubuh sebagaimana mestinya.

Alhasil, tubuh pengidap leukimia tidak bisa menghancurkan virus, bakteri atau jamur berbahaya yang masuk ke tubuh. Pengidap nya pun jadi rentan terkena infeksi, mengalami infeksi yang berulang, atau bahkan infeksi yang parah.

Adapun infeksi di dalam tubuh ini bisa menyebabkan gejala seperti flu, yaitu demam, menggigil, batuk, sakit tenggorokan, hingga suhu badan tinggi yang mencapai 38 derajat Celcius atau lebih. Suhu yang tinggi dan demam ini juga bisa menyebabkan pengidapnya mengalami keringat yang berlebihan, terutama pada malam hari.

3. Pembesaran Kelenjar Getah Bening

Kadang-kadang, sel-sel leukimia dapat menumpuk kelenjar getah bening dan menyebabkannya menjadi bengkak dan lunak.

Orang mungkin dapat merasakan pembesaran kelenjar getah bening yang tidak normal (limfadenopati) di ketiak (kelenjar getah bening aksila), leher (kelenjar getah bening serviks), atau selangkangan. Kelenjar getah bening yang tidak dapat diraba secara langsung juga dapat menimbulkan gejala. Misalnya, pembesaran kelenjar getah bening di dada (seperti kelenjar getah bening mediastinum) tidak dapat dirasakan tetapi dapat menyebabkan sesak napas, menggigil, atau batuk.

4. Nyeri Tulang dan Sendi

Nyeri tulang dan persendian paling sering terjadi di daerah di mana terdapat banyak sumsum tulang, seperti panggul atau tulang dada (sternum). Hal ini disebabkan oleh kepadatan sumsum dengan jumlah sel darah putih abnormal yang berlebihan.

Pada anak-anak, orang tua mungkin memperhatikan bahwa seorang anak pincang atau tidak berjalan dengan normal tanpa bentuk cedera apa pun untuk menjelaskan gejalanya.

5. Darah Sulit Membeku

Kanker darah terjadi karena sel-sel kanker menyerang trombosit darah yang penting untuk proses pembekuan darah. Hal ini yang membuat pengidap kanker darah sering mengalami pendarahan.

Umumnya jika seseorang terluka, darah yang keluar akan segera menggumpal dan aliran darah pun akan segera berhenti. Namun jika yang terluka dan berdarah adalah pengidap leukimia, aliran darah akan sangat sulit dihentikan.

Jika dilihat, darah yang dikeluarkan pun tidak berwarna merah pekat, melainkan merah muda.

Demikianlah beberapa gejala leukimia yang wajib diketahui, semoga bermanfaat.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru