Jenis-Jenis Orang Yang Gugur Mati Syahid Dalam Islam

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Sebab orang yang meninggal dalam mati syahid bukan karena jihad dalam berperangan saja. Namun ada beberapa diantaranya yang gugur mati syahid.

Indiffs – Setiap orang di dunia pasti akan menemui ajalnya. Hanya saja, tak satu pun yang tahu bagaimana cara kita meninggal kelak. Namun, sebagai umat muslim, tentu yang paling diinginkan adalah meninggal dalam keadaan mati syahid. Mati syahid in merupakan salah satu kemuliaan di dalam Islam.

Kemuliaan meninggal dalam keadaan syahid itu lantas bukan bermakna bahwa kematian sejatinya bernilai lebih baik dari kehidupan sehingga menjadikan umat muslim menjalani hidup dalam teologi maut segan hidup dan berani mati.

Kedudukan syahid diraih oleh orang yang gugur di medan juang dalam membela agama Islam. Mereka yang meraih derajat syahid di jalan ini akan diperlakukan bebas jenazahnya dari mandi dan shalat jenazah.

Mati Syahid

Sebenarnya derajat syahid yang mulia memiliki banyak jalan atau banyak pintu. Pada hadits berikut ini, Rasulullah saw menyebutkan tujuh pintu syahid yang memberikan kesempatan bagi banyak orang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَوْقَعَ أَجْرَهُ عَلَيْهِ عَلَى قَدْرِ نِيَّتِهِ، وَمَا تَعُدُّونَ الشَّهَادَةَ؟ قَالُوا الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ، وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْهَدَمِ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ، وَصَاحِبُ الْحَرَقِ شَهِيدٌ، وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدَةٌ

Artinya: “Rasulullah saw bersabda, ‘Sungguh Allah telah memberikan pahala kepadanya sesuai niatnya. Apa yang kalian tahu tentang orang-orang yang gugur sebagai syahid?’ Mereka menjawab, ‘Ya mereka yang gugur di jalan Allah.’ Rasulullah lalu menjelaskan, ‘Mati syahid ada tujuh jenis selain gugur di jalan Allah: (1) korban meninggal karena wabah tha’un (wabah pes) adalah syahid, (2) korban meninggal karena sakit perut juga syahid, (3) korban tenggelam juga syahid, (4) korban meninggal tertimpa reruntuhan juga syahid, (5) korban meninggal karena radang selaput dada (pleuritis) juga syahid, (6) korban meninggal terbakar juga syahid, dan (7) wanita meninggal karena hamil adalah syahid.” (HR An-Nasa`i).

1. Korban meninggal karena wabah tha’un (wabah pes)

Malansir dari mui.or.id, Seorang ulama besar Mazhab Syafi’i, Al-Imam An-Nawawi menafsirkan hadits tentang orang yang mati syahid karena tha’un (wabah) adalah syahid dalam hal pahala tapi tidak disikapi dengan hukum syahid di dunia. Jadi mereka tetap dimandikan, dishalatkan, namun di akhirat kelak mendapatkan pahala syahid. (Syarhul Muslim Lin Nawawi, Juz 2:142-143).

Mengapa disebut mati syahid? “Karena Allah Ta’ala dan malaikatnya ‘alaihimus salam menyaksikan orang tersebut dengan surga. Makna syahid di sini adalah disaksikan untuknya.” (Fath al-Bari, Ibnu Hajar, 6:42).

Lalu apakah Ibu Anda yang wafat termasuk syahid? Jika Ibu Anda wafat dalam keadaan sebagaimana disebutkan dalam hadits di bawah ini, maka insya Allah dia termasuk mati syahid. Dalam riwayat Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِى بَيْتِهِ صَابِراً مُحْتَسِباً يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ يُصِيبُهُ إِلاَّ مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلاَّ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ

“Tidaklah seorang hamba ada di suatu negeri yang terjangkit wabah di dalamnya, lantas ia tetap di dalamnya (tidak pergi-pergi), ia tidak keluar dari negeri tersebut (pulang kampung, mudik dan sebagainya) lalu bersabar (tidak mencaci-maki penyakit atau berputus asa) dan mengharapkan pahala dari Allah (bersikap ikhlas dan husnuzhan pada Allah), dan ia tahu bahwa tidaklah wabah itu terkena melainkan dengan takdir Allah (mryakini bahwa tidak bisa selamat atau celaka dari penyakit kecuali dengan izin Allah), maka ia akan mendapatkan pahala syahid.” (HR Bukhari, no 6619). Wallahu a’lam

2. Korban meninggal karena sakit perut juga syahid

Apakah setiap sakit perut pasti meninggal dalam keadaan syahid? Apa bedanya dengan mati syahid di peperangan? Dilansir dari islam pos, Syaikh prof. Abdullah bin Jibrin rahimahullah menjelaskan,

Sakit perut yang (dimaksud) adalah diare yang parah karena (salah) pencernaan atau campuran rusak (makanan dan enzim perncernaan) karena adanya sisa-sisa (bahan yang tidak dibutuhkan pencernaan) yang mempengaruhi lambung berupa campuran. Campuran ini bisa mengganggu kestabilan makanan di dalam perut. Lambung itu stabil (tidak bergerak cepat) kita serupakan sebuah serbet (yang stabil). Apabila campuran mengganggunya maka akan merusak juga makanan yang sampai ke lambung.

Dalam kitab Fathul Bari terdapat Bab: obat sakit perut dan terdapat hadits dalam shaihain dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau bersabda,

“Orang yang karena sakit perut adalah syahid, Orang yang karena sakit perut adalah syahid”

Yang dimaksud di sini adalah baginya pahala mati syahid. Akan tetapi mayatnya tidak diurus sebagaimana orang meninggal dalam keadaan syahid.

Maka jasadnya tetap dimandikan, dikafani dan dishalatkan, berbeda dengan syahid di medan peperangan maka ia dikubur dengan pakaian syahidnya di dunia, tidak dimandikan, tidak dishalatkan sebagaimana pendapat yang masyhur di kalangan ulama. Wallahu a’lam.

3. Korban tenggelam juga syahid

Melansir dari kanal islam.nu.or.id, dalam riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mengatakan sabda serupa dengan hadis riwayat Muslim. “Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia Syahid. Siapa yang mati tanpa dibunuh di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915).

Selain itu, dikutip pula hadis dari Jabir bin Atik Radhiyallahu’anhu, Rasulullah menjelaskan, “Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh: mati karena tha’un syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, wanita yang mati karena melahirkan syahid.” (HR. Abu Daud 3111 dan dihahihkan Al-Albani).

4. korban meninggal tertimpa reruntuhan juga syahid

Orang yang meninggal karena tertimpa benda keras, baik karena tertimpa pohon yang roboh, tertimpa batu yang longsor, tertimpa pesawat atau meteor, tertimpa rudal, tertimpa rumah karena gempa, tertimpa material dari gedung yang tinggi karena kecelakaan kerja, dan sebagainya disifati sebagai syahid. (sumber muhammadiyah.or.id)

5. Korban meninggal karena radang selaput dada (pleuritis) juga syahid

Derajat syahid memang memiliki banyak pintu. Pada riwayat Imam At-Thabarani, Rasulullah menyebutkan secara jelas bahwa pintu syahid tidak tunggal. Kalau tunggal, niscaya umat Nabi Muhammad saw yang mencapai derajat akan berjumlah sedikit.

عن ابنِ عَبَّاسً أَنَّ النَبِيَّ صلى الله عليه وسلم قال يَوْمًا لِأَصْحَابِهِ مَا تَعُدُّوْن الشُّهَدَاءَ فِيْكُمْ قَالُوْا مَنْ يَقْتُلْ فِي سَبِيْلِ اللهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا مُقْبِلًا غَيْرَ مُدْبِرٍ شَهِيْدٌ قال إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذَنْ لَقَلِيْلٌ المَقْتُول فِي سَبِيْلِ الله شَهِيْدٌ والمَرْءُ يَمُوْتُ عَلَى فِرَاشِه فِي سَبِيْلِ اللهِ شَهِيْدٌ والمَبْطُوْنُ شَهِيْدٌ واللَّدِيْغُ شَهِيْدٌ والغَرِيْقُ شَهِيْدٌ والشَّرِيْقُ شَهِيْدٌ والذي يَفْتَرِسُه السَّبُعُ شَهِيْدٌ والخَارُّ عَنْ دَابَّتِه شَهِيْدٌ وصَاحِبُ الهَرِمِ شَهِيْدٌ وصَاحِبُ ذَاتِ الجَنْبِ شَهِيْدٌ والنُّفَسَاءُ يَقْتُلُهَا وَلَدُها يَجُرُّهَا بِسُرُرِه إِلَى الجَنَّةِ الطبراني

Artinya: “Dari sahabat Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw suatu hari menguji sahabatnya, ‘Apa yang kalian tahu tentang orang-orang yang gugur sebagai syahid di antara kalian?’ Mereka menjawab, ‘Ya mereka yang gugur di jalan Allah, sabar, ikhlas, dan tidak mundur, adalah syahid.’ Rasulullah lalu menjelaskan, ‘Kalau begitu, sedikit sekali orang mati syahid di kalangan umatku. Orang yang gugur di jalan Allah, orang gugur di pembaringan saat di jalan Allah, korban meninggal sakit perut, korban tersengat (ular), korban tenggelam, korban meninggal karena tenggorokan tersedak, korban diterkam binatang buas, korban jatuh dari kendaraan, orang meninggal saat lansia, korban meninggal karena radang selaput dada (pleuritis) adalah orang yang mendapat derajat syahid, dan juga perempuan nifas yang meninggal karena mengurus balitanya. Kelak sang balita menuntun ibunya ke surga”. (HR At-Thabrani).

6. Korban meninggal terbakar juga syahid

Orang yang meninggal terbakar adalah syahid, baik ketika rumahnya kebakaran, mobilnya terbakar, kompor meledak, kendaraannya terbakar, atau kebakaran karena kecelakaan kerja, dia meninggal dengan mendapatkan pahala syahid.

7. Wanita meninggal karena hamil adalah syahid

Seorang wanita yang meninggal karena kehamilannya atau proses persalinannya adalah syahid sebagaimana telah dijelaskan pada hadist di atas.

Dikutip dari berbagai sumber, mereka yang meninggal syahidnya bukan sebab perang atau jihad disebut sebagai syahid secara hukum, bukan secara hakikat.

Maka, pada saat di dunia, jenazahnya diperilakukan seperti orang meninggal pada umumnya. Yaitu dimandikan, dikafani, dan disalatkan sebelum akhirnya dikubur. Sementara syahidnya adalah di akhirat.

Kriteria Mati Syahid

Melansir dari tempo.com, Ulama membagi tiga kriteria derajat syahid, yaitu syahid dunia dan akhirat, syahid dunia, dan syahid akhirat. Berikut penjelasannya.

  • Syahid dunia akhirat
    Seseorang yang disebut syahid dunia akhirat adalah mereka yang meninggal saat berjuang di medan perang dan niatnya ikhlas karena Allah.
  • Syahid di dunia, namun tidak syahid di akhirat
    Syahid jenis ini adalah berlaku bagi mereka yang gugur namun berbuat curang terhadap ghanimah atau gugur melarikan diri dari medan perang.
  • Syahid di akhirat, namun tidak syahid di dunia
    Golongan dengan kedudukan syahid di akhirat yaitu mereka yang meninggalnya karena sebab tenggelam, melahirkan, sakit perut, terbakar, dan tertimpa beda keras.

Dalam Hadits Riwayat Muslim, Bagi orang yang mati syahid, semua dosanya akan diampuni, kecuali yang memiliki hutang yang belum tuntas. Rasulullah Saw bersabda: “Seorang yang mati syahid akan diampuni segala dosa-dosanya, kecuali hutang.” (HR. Muslim). Wallahu a’lam.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru