Kanker Payudara: Jenis, Gejala, Penyebab Serta Pencegahan

Hani Hnsa 0 Komentar

Kanker payudara paling banyak di Indonesia, kenali jenis-jenis, gejala, penyebab dan cara pencegahan penyakit kanker payudara berikut ini.

IndiffsKanker payudara atau Carcinoma mammae adalah kanker yang terbentuk di jaringan payudara. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel pada jaringan yang ada di payudara tumbuh tidak terkendali dan mengambil alih jaringan payudara yang sehat dan sekitarnya. Carcinoma mammae bisa terbentuk di kelenjar yang menghasilkan susu (lobulus) atau di saluran (duktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Kanker juga bisa terbentuk di jaringan lemak atau jaringan ikat di dalam payudara. Meski lebih sering terjadi pada wanita, kanker payudara juga bisa menyerang pria.

Jenis-Jenis

Berdasarkan lokasi dan sifat sel kanker tersebut, Carcinoma mammae terbagi ke dalam beberapa jenis. Berikut berbagai jenis kanker payudara yang paling umum terjadi:

1. Karsinoma duktal in situ (ductal carcinoma in situ/DCIS)

Karsinoma duktal in situ adalah jenis kanker payudara noninvasif yang bermula di dalam jaringan saluran susu (duktus). Kondisi ini tidak mengancam nyawa dan masih bisa disembuhkan. Namun, bila terlambat mendapat penanganan, kondisi ini bisa berkembang menjadi kanker payudara invasif.

2. Karsinoma lobular in situ (Lobular Carcinoma in situ/LCIS)

Karsinoma lobular in situ (LCIS) terjadi karena adanya pertumbuhan sel abnormal di jaringan lobulus payudara. LCIS dikenal juga dengan nama neoplasia lolubar. Meski abnormal, LCIS tidak termasuk kanker. Namun, bila Anda didiagnosis LCIS, Anda berisiko mengalami kanker payudara invasif pada masa depan.

3. Karsinoma duktal invasif (Invasive ductal carcinoma/IDC)

Karsinoma duktal invasif adalah jenis Carcinoma mammae yang paling umum terjadi. American Cancer Society menyebut, delapan dari sepuluh kasus kanker payudara, termasuk ke dalam tipe ini. Jenis kanker ini dimulai dari bertumbuh nya sel-sel kanker di saluran susu (duktus). Dari lokasi tersebut, sel kanker mengganas sehingga menerobos dinding saluran dan akhirnya menyerang jaringan payudara lain di dekatnya. Dari sana, sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui sistem getah bening dan aliran darah.

4. Karsinoma lobular invasif (invasive lobular carcinoma/ILC)

Karsinoma lobular invasif (ILC) merupakan jenis kanker payudara yang bermula di lobulus payudara, yang kemudian menyerang jaringan payudara lain di dekatnya dan bahkan bisa ke organ lainnya. ILC bisa terjadi pada wanita usia berapa pun, tetapi kasus ini lebih sering ditemukan pada wanita berusia 45-55 tahun. Adapun sebanyak 1 dari 5 wanita mengalami kanker jenis ini pada payudara nya. Karsinoma lobular invasif biasanya lebih sulit di deteksi melalui pemeriksaan kanker payudara fisik maupun mammografi. Dokter umumnya menggunakan beberapa tes pencitraan lain, seperti MRI payudara, untuk mendiagnosis penyakit ini.

Gejala

1. Stadium Awal

Gejala Carcinoma mammae mudah dikenali lewat perubahan kondisi payudara dan sekitarnya. Dilansir dari Healthline, ciri-ciri Carcinoma mammae stadium awal di antaranya:

  • Bentuk puting berbeda dari biasanya
  • Payudara terasa sakit, padahal tidak mendekati jadwal haid
  • Muncul benjolan atau jaringan yang menebal di payudara
  • Keluar cairan dari puting berwarna bening, merah, coklat, atau kekuningan padahal tidak sedang menyusui
  • Payudara kemerahan, bengkak, gatal-gatal, atau ruam tanpa sebab jelas
  • Teraba benjolan di dekat tulang selangka atau di ketiak
  • Di payudara, muncul benjolan dengan tekstur keras dengan bagian tepi yang tidak beraturan

Jika kamu merasakan beberapa tanda Carcinoma mammae stadium awal di atas, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter. Semakin awal penyakit terdeteksi, peluang kesembuhan Carcinoma mammae dengan perawatan medis yang tepat juga semakin tinggi.

2. Stadium Akhir

Memasuki stadium akhir, Carcinoma mammae biasanya sudah parah dan menyebar ke organ yang jauh dari payudara. Selain gejala kanker payudara stadium awal di atas, ciri-ciri Carcinoma mammae stadium akhir, di antaranya:

  • Puting payudara tertarik ke dalam
  • Bentuk payudara kanan dan kiri jauh berbeda
  • Muncul lesung atau lekukan kecil di bagian payudara yang terserang kanker
  • Benjolan di payudara terlihat atau teraba semakin besar
  • Kulit di payudara dan sekitarnya jadi lebih kasar seperti kulit jeruk
  • Tidak nafsu makan
  • Berat badan turun drastis, padahal tidak sedang diet
  • Kelenjar getah bening di ketiak membengkak
  • Urat pembuluh darah di payudara terlihat semakin kentara

Dilansir dari Medical News Today, perawatan medis untuk mengobati Carcinoma mammae stadium akhir fokus nya untuk menghambat pertumbuhan kanker. Selain itu, dokter biasanya juga merawat kondisi fisik, emosional, dan spiritual penderita agar tidak drop. Meskipun peluang kesembuhan kanker payudara stadium akhir relatif kecil, namun perawatan kesehatan yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita.

Penyebab

Kanker payudara terjadi akibat pertumbuhan abnormal dari sel-sel pada payudara. Pertumbuhan abnormal ini diduga disebabkan oleh mutasi gen yang diturunkan secara genetik. Selain itu, terdapat beberapa faktor risiko yang diduga menjadi pemicu kanker payudara, yaitu:

  • Jenis kelamin wanita jauh lebih tinggi dibandingkan pria.
  • Usia yang bertambah, paling banyak pada usia di atas 50 tahun.
  • Belum pernah hamil sebelumnya.
  • Kebiasaan merokok atau minum minuman ber-alkohol.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Mulai menopause pada usia lebih tua, yaitu setelah usia 55 tahun.
  • Mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun.
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormon dan terapi hormon setelah menopause.
  • Riwayat Carcinoma mammae pada diri sendiri pada salah satu payudara.
  • Riwayat Carcinoma mammae pada nenek, ibu, tante, adik, kakak, atau anak sekandung.
  • Riwayat terpapar dengan radiasi.

Pencegahan

Selain faktor-faktor risiko di atas, ada juga faktor-faktor risiko yang sebenarnya dapat dihindari. Kamu dapat mencegah Carcinoma mammae dengan menghindari faktor-faktor tersebut dengan melakukan beberapa hal di bawah ini:

1. Menjaga berat badan tetap ideal

Wanita yang mengalami obesitas setelah masa menopause memiliki risiko terkena kanker payudara 20–40% lebih tinggi dibanding wanita dengan berat badan normal.

2. Mengkonsumsi makanan sehat

Pola makan sehat dengan mengutamakan asupan buah, sayuran, kacang-kacangan termasuk kacang kedelai, minyak sehat, dan antioksidan yang tinggi, dapat membantu mengurangi risiko Carcinoma mammae. Wanita yang sudah terkena Carcinoma mammae pun hidupnya dapat lebih berkualitas jika menghindari makanan berlemak.

3. Rajin berolahraga

Aktif secara fisik dapat menurunkan risiko Carcinoma mammae. Sebaliknya, risiko Carcinoma mammae meningkat pada wanita yang sudah bertahun-tahun tidak pernah melatih fisiknya lagi. Standar untuk melakukan olahraga intensitas sedang, seperti bersepeda dan jalan cepat, adalah selama 2 jam 30 menit per minggu.

4. Berhenti merokok

Mantan perokok memiliki risiko terkena kanker payudara sebesar 6–9% lebih tinggi daripada mereka yang tidak pernah merokok sama sekali. Kondisi yang lebih buruk bisa Anda alami jika masih aktif merokok, yaitu 7–13% lebih berisiko untuk terkena Carcinoma mammae.

5. Membatasi minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol satu gelas tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebesar 7–12%. Potensi terkena kanker payudara akan lebih tinggi jika biasa minum minuman beralkohol lebih dari segelas per hari. Hal ini dapat terjadi karena ada kaitan antara tingkat alkohol dengan perubahan jumlah hormon di dalam darah.

6. Menyusui bayi secara teratur

Menyusui bayi dapat membantu menurunkan risiko Carcinoma mammae hingga 16%. Sejauh ini belum diketahui pasti mengapa menyusui dapat mencegah kanker payudara. Namun, diduga menyusui dapat membantu keseimbangan hormon, mencegah paparan zat pemicu kanker, dan menghindari kerusakan sel payudara.

7. Membatasi terapi hormon

Terapi hormon biasa dilakukan oleh wanita terkait dengan masa menopause. Terapi menggunakan hormon estrogen dan progesteron ini biasanya bersifat jangka panjang. Oleh karena itulah, terapi ini berisiko meningkatkan kanker payudara. Apabila Anda benar-benar membutuhkan terapi hormon, konsultasi kan kepada dokter agar kadar hormon tersebut dapat dikurangi.

8. Menghindari paparan radiasi

Wanita yang pernah menjalani pengobatan dengan terapi radiasi di dada sebelum usia 30 tahun lebih berisiko menderita Carcinoma mammae. Oleh karena itu, menghindari paparan radiasi sangat penting untuk dilakukan sebagai salah satu cara mencegah Carcinoma mammae.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru