Keistimewaan Kucing Dalam Islam, Hewan Kesayangan Rasulullah

Siti Nurul Azizah 0 Komentar

Kucing ini menjadi hewan yang memiliki keistimewaan hal ini lantaran kucing merupakan hewan peliharaan Beliau Nabi yang sangat di sayangi

Indiffs – Siapa sih yang tidak mengenal dengan jenis hewan yang satu ini. Kucing ini merupakan binatang peliharaan yang paling populer, hewan mamalia ini memiliki daya tarik tersendiri karena memiliki variasi pola kombinasi pada warna bulunya. Kucing juga merupakan hewan kesayangan banyak orang. Kucing bisa menjadi peliharaan yang setia dan menggemaskan. Dalam Islam, kucing termasuk hewan yang memiliki keistimewaan. Nabi Muhammad SAW bahkan memiliki kucing yang sangat disayanginya, yakni yang bernama Muezza.

Kucing juga termasuk hewan yang suci  lho dan jauh dari najis. Ini membuat hewan satu ini begitu dihormati dalam Islam. Sebagai hewan kesayangan Rasulullah, kucing bahkan masuk dalam hadis-hadis. Kucing bahkan hadir dalam berbagai perjalanan peradaban Islam. Hingga kini kucing menjadi hewan yang paling dikasihi umat Islam.

Keistimewaan kucing dalam Islam dapat dilihat dari hadis Nabi dan peninggalan-peninggalan Islam. Dalam tradisi Islam, kucing dikagumi karena kebersihannya. Berikut keistimewaan kucing dalam Islam, yang dirangkum Indiffs.com dari berbagai sumber:

1. Kucing adalah Hewan yang Bersih

Dalam islam, kucing dikagumi karena kebersihannya. Bersihnya kucing juga tertuang dalam hadist. Hadist ini menjelaskan tentang kesucian kucing sebagai hewan peliharaan, sebagaimana tertuang dalam hadist berikut:

“Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita.” (HR. Tirmidzi).

Air bekas minum kucing juga tetap suci dan bisa tetap digunakan untuk berwudhu. Ini sesuai pada hadis:

“Ketika Nabi Muhammad akan berwudhu dihampiri oleh seekor kucing dan kucing tersebut minum di bejana tempat beliau wudhu. Nabi berhenti hingga kucing tersebut selesai minum lalu berwudhu”. (HR Muslim).

Kecuali jika kucing tersebut terlihat ada darah, air kencingnya, kotoran (BAB) dan sebagainya, maka jadi najis. Imam Nawawi pun menjelaskan:

“Jika kucing ini pergi kemudian datang dan meminum air, maka kita yakin bahwa air tersebut adalah suci dan kita meragukan najisnya mulut kucing, maka sisa air yang dijilat oleh kucing tersebut tidak najis. (Kecuali) bila kucing yang mulutnya masih ada darahnya tadi tidak pergi dan menjilat air maka dihukumi najis secara pasti.” (Al-Majmu’ 1/171).

Kucing juga termasuk hewan yang suci, ini tertuang dalam hadis:

“Kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu”. (HR Muslim).

Kucing adalah binatang yang badan, keringat, bekas sisa makanan, serta air liurnya adalah suci. Air liurnya bahkan bersifat membersihkan. Hidupnya lebih bersih dari manusia. (HR Malik). Dikutip dari liputan6.com

2. Keistimewaan Memelihara Kucing

Menurut Nurfitriana Majid (2020) dalam buku Alhamdulillah for the Little Things, yang dilansir dari kumparan.com, memelihara kucing dalam Islam bukanlah perbuatan yang tidak ada artinya. Rasulullah SAW bersabda bahwa memelihara kucing akan mendatangkan pahala.

“Pada setiap yang mempunyai hati yang basah (hewan) itu terdapat pahala dalam berbuat baik kepada-Nya,” (HR. Bukhari)

Hadis ini mengajarkan bahwa dengan memelihara hewan, salah satunya kucing dapat membuka ladang pahala. Adapun keistimewaan lain memelihara kucing  adalah sebagai berikut:

  • Menjadi timbangan kebaikan saat kiamat.
  • Melatih sikap empati.
  • Merupakan sedekah.
  • Melindungi dari gigitan serangga serta tikus.
  • Tidak memiliki banyak kuman.
  • Mendapat rahmat di hari kiamat.

3. Kisah Nabi Muhammad SAW dengan Kucingnya

Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing Anggora bernama Muezza. Nabi begitu mengasihi kucingnya dengan penuh kasih sayang. Menurut sebuah kisah, suatu hari Nabi hendak berangkat salat dan mempersiapkan diri serta berpakaian.

Namun, Nabi Muhammad menemukan Muezza tidur beralaskan jubahnya. Alih-alih membangunkan tidur Muezza, Nabi Muhammad SAW memilih memotong sebagian jubahnya, meninggalkan Muezza tetap tidur. Sepulangnya dari salat, Nabi mendapati Muezza sudah terbangun dan bersujud padanya, Nabi pun membalas dengan mengelus tubuhnya sebanyak tiga kali.

Kisah lain juga mengungkapkan ketika memberikan ceramah dalam rumah, Nabi Muhammad selalu memangku Muezza dalam pangkuannya. Nabi juga menggunakan air wudhu yang telah digunakan Muezza untuk minum.

Tanggapan

Belum ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Konten Terbaru